STRUKTUR PERTUNJUKAN KENTRUNG TRI SANTOSO BUDOYO LAKON “JAKA TARUB” DI DESA SANAN DAYU KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR

Afifatur Rofiqoh

Abstract


Abstrak


Kesenian tradisional merupakan suatu bentuk teater yang lahir, tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu, yang merupakan hasil kreatifitas dari suatu suku. Terbentuknya bentuk pertunjukan bergantung dengan pengaruh dari masyarakat yang berkreasi. Salah satu jenis kesenian tradisional yang terbentuk atas pengeruh masyarakat yaitu kesenian Kentrung. Kesenian Kentrung merupakan bentuk kesenian yang dipengaruhi oleh penyebaran agama Islam di Jawa. Pengaruh yang dimaksudkan dapat ditandai dengan adanya alat musik yang digunakan merupakan alat musik yang biasa digunakan untuk mengiringi puji-pujian dalam agama Islam. Selain itu, dalam pertunjukan kesenian Kentrung sering menuturkan kalimat puji-pujian dalam agama Islam. Penelitian ini, peneliti memilih kelompok kesenian Kentrung Tri Santoso Budoyo di Desa Sanan Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar sebagai objek penelitian.


Rumusan penelitian terdiri dari bagaimana struktur pertunjukan dan struktur lakon Kentrung Tri Santoso Lakon Jaka Tarub di Desa Sanan Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar“.Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan pengamatan penulis terhadap pertunjukan Kentrung dengan lakon Jaka Tarub.


Pertunjukan kesenian Kentrung tentunya memiliki beberapa struktur pertunjukan. Struktur pertunjukan yang dimaksudkan antara lain; cerita, narasi, tembang, parikan, pelaku, iringan. Struktur cerita atau lakon terbentuk berdasarkan beberapa struktur. Struktur lakon yang dimaksudkan antara lain; Plot, Karakter, Tema, Dialog, Suasana. Tujuan penelitian ini untuk mengupas struktur pertunjukan kesenian Kentrung dan Lakon Jaka Tarub yang sudah tersebut diatas.


 


Kata Kunci : Struktur Pertunjukan, Kentrung, Struktur Lakon, Tri Santoso Budoyo


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.