BANJIR SUNGAI BRANTAS MASA RAJA AIRLANGGA ABAD XI Berdasarkan Prasasti Kamalagyan 1037 M

ARMENSON DIGA SANDI

Abstract


Berbagai peristiwa menakklukan yang dilakukan oleh Raja Airlangga terhadap raja bawahannya, merupakan salah satu upaya legitimasi Raja Airlangga untuk memperkokoh kedudukannya sebagai Raja. Setelah terbunuhnya Raja Wijayawarmma dari Wengker Airlangga mengadakan pasowan besar dengan dihadap oleh semua raja bawahan yang telah berhasil di takklukan. Sesudah itu keluarlah prasasti Kamalagyan yang memperingati pembuatan bendungan di Waringin Sapta, Adapun sebabnya ialah karena Bengawan (Brantas) seringkali menjebol tanggul Waringin Sapta dan melanda di daerah-daerah sekitar Sungai Brantas yang telah di informasiakan pada Prasasti Kamalgyan            


Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) 1.  Daerah atau Wilayah mana saja yang termasuk wilayah terdampak banjir pada masa Raja Airlangga berdasarkan Prasasti Kamalagyan 1037 M ? 2) Bagaimana dampak bencana banjir terhadap kondisi kehidupan masyarakat pada masa Raja Airlangga? Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 1) Heuristik 2) Kritik sejarah 3) Intepretasi dan 4) Historiografi.


                Berdasarkan penelitian ini, Wilayah terdampak banjir masa Airlangga abad XI yang berdasarkan berita Prasasti Kamalagyan daerah-daerah atau desa yang terdampak banjir sebagai berikut seperti Lasun, Palinjwan, Sijanatyesan, Panjigantin, Talan, Decapankah, Pankaja, begitu pula daerah perdikan-daerah perdikan ialah di Kala, Kalagyan, Thani Jumput, daerah perdikan Bihara, daerah perdikan rumah penginapan, Daerah perdikan tempat suci arwah nenek moyang, daerah perdikan tempat orang pertapa dan terutama  daerah besar  yang dikuasai oleh makam keramat di Icanabhawana yang bernama Surapura.


Sehingga setelah pembuatan bendungan di Waringin Sapta selesai rakyat bersuka ria karena sudah bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya kembali normal kembali tanpa ada gangguan seperti bencana banjir lagi, hal ini membuat roda perekonomian bisa berjalan dengan baik kembali dan para pedagang yang menggunakan aliran sungai Brantas sebagai jalur perdagangan bisa berjalan dengan baik dan bisa lancar tanpa ada gangguan banjir kembali, kehidupan sosial dan kegamaan rakyat yang dulunya wilayah nya terdampak banjir bisa berjalan dengan baik lagi rakyat sudah bisa menggarap sawah dan kebun-kebunnya seperti sediakala.


Kata Kunci : Raja Airlangga, Bencana Banjir, Prasasti Kamalagyan


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.