PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X di SMA NEGERI 12 SURABAYA

Arifatul Masruroh

Abstract


Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah proses pembelajaran sejarah yang diterapkan disekolah belum memfasilitasi siswa untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor tersebut adalah lemahnya proses pembelajaran disekolah yang masih menggunakan metode konvensional. Berdasarkan kasus di SMA 12 tersebut peneliti menerapkan salah satu model pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu model pembelajaran Inquiry Training. Penelitian ini didesain dengan jenis penelitian True-eksperimental design, subjek penelitian ini adalah kelompok kelas eksperimen siswa kelas X IPS 1 dan kelompok kelas kontrol siswa kelas X IPS 3 di SMAN 12 Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata nilai kognitif tes hasil belajar berupa posttest dan pretest, lembar penilaian psikomotorik, lembar observasi dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data angket model pembelajaran Inquiry Training dan analisis data hasil belajar berupa pretest dan posttest. Tujuan penelitain  ini adalah (1) untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah; (2) untuk menentukan besar pengaruh  model pembelajaran Inquiry Training terhadap kemampuan berpikir kritis siswa  pada mata pelajaran sejarah.


Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana menyatakan bahwa model pembelajaran Inquiry Training digunakan oleh kelompok kelas eksperimen memberikan pengaruh  pada kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 66%. Sedangkan metode ceramah dan diskusi kelompok pada kelompok kelas kontrol memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 51%. Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa ditunjukkan oleh kelompok kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Training dan kelas kontrol dengan metode ceramah dan diskusi kelompok. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada hasil uji t-test dengan (Independent Samples Test) pada hasil kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai probabilitas yang nilainya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa model pembelajaran Inquiry Training berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pengaruh ini ditunjukan oleh indikator kemampuan berpikir kritis dari Ennis diantaranya memberikan klarifiasi sederhana, dua dasar unuk keputusan, kesimpulan, membuat dan menilai pertimbangan nilai keputusan, memberikan klarifikasi lebih lanjut, melengkapi asumsi yang tidak dinyatakan, membuat pengandaian dan integrasi.


Kata kunci : Pembelajaran  Inquiry Training, Berfikir Kritis, Pembelajaran Sejarah 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.