PERUBAHAN BUDIDAYA TANAMAN TEBU KE TANAMAN BAWANG MERAH DESA KEDUNG DALEM KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 1998-2014

M. RIZAL PURNAMA RIYANTO

Abstract


Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah mencapai 1.696,17 . Penggunaan lahan di kabupaten Probolinggo didominasi oleh sektor pertanian dan mayoritas penduduknya pun bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten Probolinggo terdapat lahan pertanian tanaman tebu sejak zaman kolonial Belanda serta pabrik gula yang masih berdiri dan beroperasi sampai sekarang. Sejak zaman kolonial sistem produksi tanaman tebu kurang menguntungkan bagi para petani, dari proses persiapan lahan hingga panen membutuhkan waktu yang cukup lama, lahan yang digunakan pun menggunakan sistem sewa. Salah satu peninggalan pabrik gula yang terletak di Kecamatan Dringu yaitu PG Wonolangan masih menerapkan sistem yang sama. Dengan kondisi tersebut membuat para petani tanaman tebu khususnya di desa Kedung Dalem di tahun 2000-an beralih membudidayakan tanaman bawang merah. Membudiyakan tanaman bawang merah bagi masyarakat desa Kedung Dalem dirasa lebih menguntungkan dibanding tanaman tebu.


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana terjadinya perubahan budidaya tanaman tebu ke bawang merah di Desa Kedung Dalem? 2. Bagaimana produktivitas bawang merah di Desa Kedung Dalem? 3. Bagaimana pengaruh budidaya bawang merah terhadap peningkatan ekonomi petani desa Kedung Dalem? Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang terjadinya perubahan budidaya tanaman tebu ke bawang merah desa Kedung Dalem, untuk mendeskripsikan produktivitas bawang merah desa Kedung Dalem, untuk menganalisis pengaruh budidaya bawang merah terhadap peningkatan ekonomi petani desa Kedung Dalem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.


Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan pada perubahan yang terjadi oleh petani tebu beralih ke petani bawang merah produksi tiap tahun mengalami peningkatan dari awal tahun 2001-2004 meningkat 30 ton per tahun hasil produksi dengan luas panen 144 Ha menjadi 165 Ha. Kemudian dari tahun 2004-2012 meningkat 10 ton per tahun hasil produksi dengan luas panen 165 Ha menjadi 65 Ha, serta dari segi ekonomi dari tahun 2000-2014 meningkat kesejahteraannya dilihat dari keuntungan yang diperoleh tiap panen ±5jt-8jt dalam 1 Ha lahan produksi. Ditinjau dari biaya modal awal, pendapatan, tenaga, dan resiko, membudidayakan tanaman bawang merah lebih mudah dibanding tanaman tebu, sehingga petani membudidayakan tanaman bawang merah lebih banyak mendapatkan keuntungan dan lebih sejahtera. Selain itu, bisa dilihat dari jumlah gedung, alat komunikasi, dan kendaraan yang setiap tahun meningkat, bahkan di kecamatan Dringu terdapat pasar bawang sebagai distribusi hasil produksi khusus tanaman bawang para petani yang berada di kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.


 


Kata Kunci : Perubahan Budidaya, Tanaman Tebu, Tanaman Bawang Merah, Probolinggo


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.