SEKOLAH KATOLIK PRIBUMI VAN LITH DI MUNTILAN TAHUN (1900-1942)

M FEBRI PRASETYO

Abstract


Pendidikan seyogyanya diperuntukan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat kelas dan golongan tertentu. Pendidikan masa lampau memiliki tujuan membentuk seseorang memiliki jiwa ksatria dengan didasarkan pada akhlak mulia. namun ketika masuknya masa pendudukan kolonial dikenalkan sebuah sistem pendidikan modern yang mengajarkan baca dan tulis dengan tujuan untuk mencetak pekerja berkualitas dengan upah murah. Ketika di terapkan politik etis tujuan dari pendidikan dirubah haluannya dengan tujuan memajukan dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Pendidikan masa kolonial selain digunakan sebagai media mendapatkan tenaga kerja yang murah, pendidikan juga merupakan cara alternatif dalam melakukan misi zending. Melalui jalur pendidikan ini yang sengaja oleh Franz van Lith seorang Jesuit yang memilih berkarya misi melalui jalur pendidikan. Pengalaman pahitnya ditipu oleh para katekismusnya membuat ia melakukan pendeketan lain dalam mengkabarkan injil. Franz van Lith berfikir bahwa apabila ingin memberikan iman Katolik maka harus dirubah dulu pola pikir dan kesejahteran masyarakat Jawa dan satu-satunya jalan yang tepat adalah melalui pendidikan. Franz van Lith memiliki beberapa gagasan bahwa pendidikan harus dinikmati oleh siapapun tanpa melupakan darimana murid berasal. Gagasan tersebut lambat laun menjadi sebuah konsep pendidikan yang berlaku hingga tahun-tahun selanjutnya.


Permasalah yang diteliti dalam penelitian ini, antara lain (1) Apa latar belakang  van Lith memperkenalkan pendidikan modern kepada masyarakat Jawa di wilayah Muntilan? ; (2) Bagaimana respon pemerintah kolonial menanggapi pendirian pendidikan modern oleh van Lith? ; (3) Bagaimana konsep pendidikan Kolese Xaverius tahun 1900 – 1942?. Dalam penulisan sebuah penelitian dibutuhkan adanya metode. Karena metode merupakan sebuah proses dan prosedur yang ditempuh untuk memperoleh suatu keabsahan dalam penelitian. Metode penelitian bertujuan untuk menjawab masalah – masalah yang dihadapi dalam penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ada empat yakni pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi sumber dan penulisan sejarah berdasarkan sumber yang sesuai dengan fakta. Sumber-sumber yang ditemukan antara lain berupa manuskrip maupun buku catatan.


Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kolese Xaverius merupakan sekolah yang diperuntukan untuk seluruh golongan masyarakat tanpa melihat asal dari murid. Pada masa awal pendirian Kolese Xaverius mengalami kendala yaitu adanya pembatasan subsidi untuk sekolah-sekolah swasta. Seiring berjalannya waktu kebijakan pembatasan subsidi dihapuskan dan Kolese Xaverius mendapatkan bantuan dari pemerintah Kolonial Belanda. Para pengajar dan guru di Kolese Xaverius merupakan para Pastur, Bruder dan alumni sekolah yang memiliki skill yang dibutuhkan. Mata pelajaran di Kolese Xaverius diperuntukan untuk seluruh murid dan ada yang digolongkan sesuai penggolongan. sebagai sekolah Katolik Kolese Xaverius selalu melakukan perayaan agama. Para murid yang tidak beragama Katolik tidak dipaksa memeluk agama Katolik.


Kata Kunci : Pendidikan, Katolik, Pribumi, Muntilan


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.