ETNONASIONALISME PAGUYUBAN PASUNDAN DALAM ASAS TUNGGAL PANCASILA 1980 – 1990 ( Dari Pergerakan Politik ke Sosial Budaya)

OOM KOMALA SANDY

Abstract


Paguyuban Pasundan merupakan organisasi yang memiliki latar belakang etnis yang menimbulkan adanya etnonasionalisme dalam pergerakannya. Sejak terbentuknya hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Paguyuban Pasundan menunjukan etnonasionalismenya dengan tetap berpartisipasi dalam perpolitikan nasional. Sejak 1959 Paguyuban Pasundan memilih untuk mengarahkan pergerakannya dalam bidang sosial budaya. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah Orde Baru mengeluarkan kebijakan Asas Tunggal Pancasila sebagai salah satu penggunaan nasionalisme untuk alat stabilisasi. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi etnonasionalisme dalam pergerakan politik Paguyuban Pasundan, pandangan dan reaksi Paguyuban Pasundan terhadap Asas Tunggal Pancasila serta etnonasionalisme dalam pergerakan sosial budaya Paguyuban Pasundan pada masa penerapan Asas Tunggal Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Paguyuban Pasundan merupakan organisasi yang menerima Pancasila sebagai asas dalam pergerakannya. Penyesuaian terhadap peraturan tersebut dibuktikan dengan tercantumnya Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada AD/ART Paguyuban Pasundan. Dalam pelaksanaannya Paguyuban Pasundan memilih untuk mengutamakan aktifitasnya dalam bidang pendidikan sebagai jalan untuk menunjukan etnonasionalismenya yang disesuaikan dengan nasionalisme yang ditetapkan pemerintah sebagai jalan menuju integrasi nasional.


Kata Kunci : Paguyuban Pasundan, Etnonasionalisme, Asas Tunggal Pancasila


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.