MAKNA AFEKTIF DALAM MANTRA TRADISI BROKOHAN PADI DESA SURU SOOKO-PONOROGO: KAJIAN ETNOSEMANTIK

NANANG HADI SUCIPTO

Abstract


Penelitian ini mengaji makna afektif dalam mantra tradisi Brokohan Padi menggunakan kajian etnosemantik. Etnosemantik mengaji hubungan bahasa dengan kebudayaan yang direkonstruksi secara parsial tanpa meninggalkan sifat keetnisan subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada makna afektif yang dikonstruksi melalui (1) simbolisasi, (2) konseptualisasi, dan (3) referensialisasi dalam mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Selain itu, sebab mantra pada tradisi tersebut dituturkan oleh tokoh adat yang disebut berjonggo, maka fokus penelitian ditambah (4) komparasi pengonstruksian makna afektif antarberjonggo Brokohan Padi. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis (1) simbolisasi, (2) konseptualisasi, (3) referensialisasi dan (4) komparasi pengonstruksian makna afektif antarberjonggo dalam mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mantra tradisi Brokohan Padi Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo yang dituturkan oleh lima berjonggo. Korpus data berupa tuturan berjonggo yang berkonstruksi kalimat pada mantra Brokohan Padi yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan pentranskripan. Pengumpulan data menggunakan metode obervasi partisipan dan SLC. Penganalisisan data menggunakan metode analitis kategorial. Keabsahan data diuji dengan berfokus pada kemasukakalan, kredibilitas, dan bukti empiris. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan (1) klasifikasi simbolisasi dalam tiga kategori yaitu simbol esensial, simbol kriptik, dan simbol irasional; (2) konseptualisasi terdiri atas tujuh belas konsep; (3) referensialisasi terdiri atas sepuluh kategori referent; dan (4) kekontrasan komparasi yang dominan pada simbolisasi. Berdasarkan diskusi hasil penelitian, simbolisasi makna afektif pada Brokohan Padi didominasi simbol kriptik, konseptualisasi didominasi pengharapan yang bersifat subjektif empiristik, referensialisasi didominasi acuan etnografis, dan komparasi antarberjonggo kontras pada simbolisasi. Sebab konseptualisasi dominan pengharapan maka makna afektif pada penelitian ini secara umun adalah pengharapan.  


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.