POLA ASUH ORANG TUA PADA REMAJA YANG MELAKUKAN TINDAK HUKUM PIDANA

DEVINA WINANDA

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua kepada anak remaja mereka yang berkonflik dengan hukum. Penelitian dilakukan di Surabaya Children Crisis Center (SCCC) yang merupakan sebuah Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapatkan melalui wawancara dan observasi kepada 3 orang remaja yang melakukan tindak hukum atau disebut juga AKH (Anak yang Berkonflik dengan Hukum), kedua orang tua kandung AKH dan significant other yang memiliki hubungan dekat dengan AKH maupun orang tua. Pola asuh yang efektif adalah pola asuh yang menerapkan responsiveness dan demandingness secara beriringan melalui komunikasi yang tepat sesuai perkembangan anak. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua orang tua dari semua partisipan cenderung hanya menerapkan salah satu dimensi pola asuh sehingga memunculkan perilaku delinkuen anak remaja. Faktor yang paling mendominasi munculnya praktek pola asuh yang tidak efektif adalah harapan orang tua terhadap anak, khususnya terhadap kemampuan anak dalam berprestasi di sekolah. Kata Kunci: Pola Asuh, Remaja, Perilaku Delinkuen


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.