TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM SERIAL ANIMASI ONE PIECE KARYA ODA EIICHIRO EPISODE 384-400

MUHAMAD DYNI ROSYADI

Abstract


Penggunaan tuturan ilokusi direktif dalam tindak tutur memiliki bentuk yang beragam. Sesuai dengan tujuan penutur, tidak tutur menimbulkan berbagai efek terhadap lawan tuturnya yang disebut dengan tindak tutur perlokusi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Austin(1962) bahwa perlokusi merupakan efek dari tindakan ilokusi. Reaksi yang ditimbulkan akibat dari tuturan ilokusi direktif tersebut memiliki berbagai bentuk. Tidak setiap tuturan akan memiliki hasil sesuai dengan tujuan penuturnya. Hasil yang diperoleh dapat berupa reaksi positif dan reaksi negatif sesuai dengan kondisi lawan tuturnya pada saat tuturan tersebut terjadi. Untuk itu, pentingnya penelitian ini bagi pembaca adalah sebagai ilmu pengetahuan mengenai berbagai bentuk tindak tutur yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal itu, tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bentuk tuturan ilokusi direktif dan reaksi lawan tuturnya. Untuk menjawab persoalan tersebut, dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori bentuk tindak tutur ilokusi direktif oleh Searle (dalam Rahardi, 2005) dan reaksi lawan tutur berdasarkan pendapat Mulyana (2005). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif karena data yang diteliti berupa tuturan yang mengandung tuturan ilokusi direktif beserta reaksinya dan proses penyajiannya tidak menggunakan perhitungan statistik. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu animasi One piece karya Oda Eiichiro episode 384-400. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian mengenai bentuk tuturan ilokusi direktif dan reaksi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Terdapat 5 bentuk tuturan ilokusi direktif yaitu : menyuruh, memohon, menyarankan, menasehati, dan menantang. 2. Dari tuturan ilokusi direktif menghasilkan 3 macam reaksi ,yaitu reaksi verbal, nonverbal, dan campuran.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa tuturan ilokusi direktif cenderung menimbulkan reaksi campuran, karena sifat dari tuturan direktif itu sendiri yang dimaksudkan untuk membuat lawan tutur melakukan suatu hal sehingga tidak hanya respon berupa tuturan saja ,tetapi juga membuat lawan tutur melakukan suatu hal sebagaimana tujuan dari tuturan itu. Dalam bahasa Jepang, tentu saja fungsi dan makna pola kalimat memiliki pengaruh dalam membedakan bentuk tuturan. Untuk itu ,diperlukan menelitian yang lebih mendalam mengenai kaitan tindak tutur dan pola kalimat dalam bahasa Jepang. Kata Kunci : Tindak tutur, Ilokusi Direktif, Perlokusi, Serial Animasi One Piece



要旨
会話において、発話内行為には様々な分類がある。話し手の目的に応じ、発話は聞き手に対し様々な反応を及ぼし、それは発語媒介行為という。Austin(1962)によると発語媒介行為というのは発話内行為による効力であると説明している。その応答または反応も様々な分類がある。各発話にはいつも話し手の目的に応じる結果になるとは限らない。その結果は聞き手の状況により肯定的になることもできれば否定的になることもできる。そのため、この研究の重要なことは毎日の生活のある指示発話行為とその反応の様々な分類に関する知識になる。その説明に基づき、本研究の目的は指示発話内行為とその反応の分類を記述する。
その問題に答えるため、本研究では Searle (Rahardi, 2005) に説明されている指示発話内行為の分類理論とMulyana (2005) に説明されている指示発話内行為による反応理論を利用した。本研究は統計計算ではなく、データは指示発話内行為とその反応を含めている発話から記述方法を利用した。本研究のデータはアニメ『ワンピース』エピソード384-400から取り上げた。 アニメ『ワンピース』エピソード384-400における発話内行為と発語媒介行為に関する研究の結果は以下の通りであった。
Header halaman genap: Nama Jurnal. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2012, 0 - 216
1. 指示発話内行為は5種類あり、「命令」、「依頼」、「アドバイス」、「諫言」、「動機」である。 2. 指示発話内行為による反応は3種類あり、「口頭反応」、「口頭によらない反応」、「口頭反応と口 頭によらない反応」である。 研究の結果に基づき、「口頭反応と口頭によらない反応」のほうが多いと見られた。なぜなら、指示発話内行為の目的は聞き手に何かをされるからである。かくて, その指示発話内行為は口頭反応だけではなく、口頭によらない反応も及ぼす。 日本語のなかで、発話の分類を区別するため、もちろん文法の意味と機能は効力がある。そのため、発話行為と文法の関係をもっと研究するのが必要である。 キーワード : 発話行為、 指示発話内行為、発語媒介行為、アニメ『ワンピース』


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.