MAKNA SETSUZOKUSHI JUNSETSU DAKARA, SURU TO, DAN SORE DE DALAM NOVEL OOSAKA KOKUSAI KUUKOU SATSUJIN JIKEN KARYA YAMAMURA MISA

NUR ROSITA

Abstract


Setsuzokushi adalah jenis kata yang memiliki tugas menunjukkan hubungan dan menghubungkan, kalimat, frase dan kata sebelum dan sesudahnya dalam suatu wacana. Bagi pembelajar bahasa Jepang ketiga setsuzokushi tersebut memiliki makna yang hampir sama sehingga menyulitkan pembelajar untuk membedakan maknanya dan menggunakannya dengan baik dan benar.
Penelitian ini berfokus pada makna dakara, suru to, dan sore de dalam novel Oosaka Kokusai Kuukou Satsujin Jiken. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan bagaimana makna dakara, suru to, dan sore de. Deskripsi tersebut meliputi :
1) Bagaimana persamaan makna setsuzokushi dakara, suru to, dan sore de dalam novel Oosaka Kokusai Kuukou Satsujin Jiken karya Yamamura Misa?
2) Bagaimana perbedaan makna setsuzokushi dakara, suru to, dan sore de dalam novel Oosaka Kokusai Kuukou Satsujin Jiken karya Yamamura Misa?
Untuk memecahkan permasalahan di atas, peneliti menggunakan teori Morita (1980), teori Yokobayashi (1988), dan teori Tadao (1989). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini yakni wacana yang mengandung setsuzokushi dakara, suru to, dan sore de dalam novel Oosaka Kokusai Kuukou Satsujin Jiken karya Yamamura Misa. Dalam analsis data, peneliti mealakukan beberaa tahapan, yakni : 1) mereduksi data, 2) menganalisis data yang telah diklasifikasi, 3) menyimpulkan hasil analisis data.
Hasil dari analisis data yakni persamaan setsuzokushi dakara, suru to, dan sore de yakni ketiganya memiliki makna yang menunjukkan hasil. Selain itu, perbedaan di antara ketiganya yakni 1) dakara menunjukkan keputusan pembicara, di mana keputusan tersebut dinyatakan secara subjektif, 2) suru to memiliki makna situasi yang menunjukkan kepastian , dan 3) sore de menunjukkan bahwa pembicara meminta lawan bicara untuk mengembangkan topik pembicaraan.
Kata Kunci: Setsuzokushi, Junsetsu, Imiron
要旨
接続詞は、文章中で前後の語、句、文を結びつけ、関係付けを示す働きを持つ品詞である。その三つの接続詞は学習者にとって意味が類似していると思われ、使い分けが難しくなる。
本研究は『大阪国際空港殺人事件』における「だから」「すると」「それで」の意味に焦点化する。本稿の目的は「だから」「すると」「それで」がどのような意味があるのかを記述することである。ここで取り上げられる課題は次の通りである。
① 山村美紗著「大阪国際空港殺人事件」における「だから」「すると」「それで」の類似点は何か。
② 山村美紗著「大阪国際空港殺人事件」における「だから」「すると」「それで」の相違点は何か。
上記の研究課題を明らかにするために森田の理論(1980)、横林の理論(1988)、忠雄の理論(1989)が使用された。本研究は体制的研究である。分析の方法は質的記述的である。本研究の資料は山村美紗著『大阪国際空港殺人事件』における「だから」「すると」「それで」の文章である。資料の分析にあたって、次のステップを踏んだ。1)資料抜粋をし、2)抜粋した資料を分析し、3)結論に導いた。
分析の結果は次のようである。「だから」「すると」「それで」の意味が類似点と相違点があるのを指示した。「だから」「すると」「それで」の類似点は、結果を示す意味がある。さらにa)「だから」「すると」「それで」の意味の相違点は1)「だから」は前の事柄の当然の結果として後の事柄が起こるという話し手の判断を示し、その判断は積極的に述べ、2)「すると」は仮定条件を示す意味があり、3)「それで」は話してが聞き手に次の情報を求めるという意味を表す。
キーワード:接続詞、順接、意味論


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.