MODALITAS EPISTEMIK DALAM ANIME DETECTIVE CONAN KARYA AOYAMA GOSHO

Farahdilla Aziziyah

Abstract


Abstrak


Bahasa digunakan sebagai alat untuk bertukar informasi yang bertujuan agar penutur dan lawan tutur saling memahami maksud sama lain. Salah satu cara agar maksud penutur dapat tersampaikan adalah dengan menggunakan modalitas. Penelitian ini memfokuskan pada salah satu jenis modalitas yaitu modalitas epistemik.


Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan empat rumusan masalah yaitu, 1) penggunaan bentuk ujaran yang mengandung modalitas epistemik, 2) makna ujaran yang mengandung modalitas epistemik, 3) hubungan antar makna modalitas epistemik, dan 4) hubungan proposisi dengan modalitas epistemik dalam anime Detective Conan.


Rumusan masalah pertama digunakan teori Nitta (1999) dan Kudou (2000), rumusan masalah kedua digunakan teori Narrog (2009), rumusan masalah ketiga digunakan hasil analisis rumusan pertama dan kedua, sedangkan rumusan masalah IV digunakan teori dari Sawada (2007).


Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan data penelitian ini diambil dari anime Detective Conan seri 1 sampai 26 berjumlah 34 data. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diperoleh hasil sebagai berikut.


Pertama, Bentuk modalitas epistemik yang menjadi objek penelitian ini yaitu “Hazu/ Ni chigainai / Kamoshirenai/ Darou”, dalam penggunaannya sering ditemukan berpasangan dengan “Adverbia Kepastian / Adverbia Perkiraan / Adverbia Ketidakpastian”.


Kedua, maknanya antara lain: 1) Hazu bermakna kepastian sebagai kesimpulan analisis; meyakinkan diri sendiri; dan menguatkan situasi logis, 2) Ni chigainai bermakna memastikan kebenaran intuisi, 3) Kamoshirenai bermakna menyatakan opsi jalan keluar dan memerkirakan kemunginan yang paling logis, 4) Darou bermakna belum menyimpulkan kebenaran, meminta konfirmasi, dan menyatakan kepastian subjektif.


Ketiga, hubungan antar makna berdasarkan tingkat keyakinan penutur, dari urutan tingkat keyakinan yang lebih tinggi adalah: Kanarazu ~hazu > hazu > ni chigainai > kitto ~darou > darou > osoraku ~darou > moshikashite ~kamoshirenai > kamoshirenai.


Keempat, hubungan antara kondisi proposisi dengan modalitas epistemik memiliki ciri-ciri, 1) Pada kondisi riil, digunakan modalitas epistemik yang menyatakan keyakinan. 2) Pada kondisi hipotesis, digunakan modalitas yang menyatakan pengandaian. 3) Pada kondisi menyimpulkan penyebab, digunakan modalitas yang memiliki bukti kuat. 4) Pada kondisi menyimpulkan akibat, digunakan modalitas yang berdasar pada prediksi atau intuisi.


                Kata Kunci: Modalitas Epistemik, Proposisi, Tingkat Keyakinan


 


要旨 


 


話し手と聞き手間の情報交換によって両者の相互理解を成立させることは言語の一番重要な役割である。話し手の意図を伝えられるための一つの方法としてはモダリティの使用が有効となる。本研究は、モダリティの一種となる「認識様態のモダリティ」を中心に、以下の問いを解明する試みとなる。


1)アニメ『名探偵コナン』における認識様態のモダリティはどのような形をとっているのか。2)アニメ『名探偵コナン』における認識様態のモダリティはどの意味機能を持っているのか。


3)アニメ『名探偵コナン』における認識様態のモダリティの様態間はどのように関連しているのか。4) アニメ『名探偵コナン』における認識様態モダリティと命題はどのように関連しているか。


課題1を観察するためには仁田(1999)理論と工藤(2000)理論を、課2を解明するためにはNarrog(2009)理論を参考にして考察を行う。課題3は、1と2の観察から得られた成果を踏まえ、認識様態間の関連性を考察する。そして、課題4の解決には、沢田(2007)理論を踏まえて考察を試みる。本研究は定性的研究であり、アニメ『名探偵コナン』シリーズ1からシリーズ26にかけて観察できる対象の認識様態(計34例)を定性的データとする。研究結果は、以下の通りである。


一番目は本研究の対象となる認識様態のモダリティ「はず/に違いない/かもしれない/だろう」は、頻繁に「確実性の副詞/可能性の副詞/不確実性の副詞」と共起していることが観察できた。


二番目は意味機能に関しては、次のようなことが判明できた。1)「はず」はある事柄に対する話し手の確信的な判断・自己説得・論理的推論を当然視する;2)「に違いない」は直感による確信を示す;3)「かもしれない」は問題解決の選択として論理的推論に可能性のあることを提示する。4)「だろう」は不確かな認識による判断・確認の要求・主観的な確信を示す。


三番目は関係性の観察・考察から、確信度が高い認識様態から低い様態の順番で示せば、「必ず~はず」>「はず」>「に違いない」>「きっと~だろう」>「だろう」>「おそらく~だろう」>「もしかして~かもしれない」>「かもしれない」という蓋然性順が考えられると結論付けた。


四番目は認識様態モダリティと命題との関係を観察・考察をした結果、1)現実な事態には「はず」と「に違いない」が使用され、2)仮説な状態には「かもしれない」と「だろう」が使用されている。一方で、3)原因の推論には「はず」と「に違いない」が使用され、4)結果の推論には「かもしれない」と「だろう」が使用されているという特徴が見られた。


見出し語:認識様態モダリティ、命題、蓋然性の程度


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.