PENGGUNAAN RAGAM BAHASA WANITA JOSEIGO(女性語) OLEH TOKOH PRIA BON CHAN DAN IVANKOV DALAM SERIAL ANIME ONEPIECE(ワンピース) KARYA EIICHIRO ODA

LIIZZA DIANA MANZIL

Abstract


Abstrak


                Bahasa identik dengan masyarakat penutur. Dalam suatu masyarakat terdapat perbedaan bentuk ungkapan atau cara berbicara yang digunakan oleh penutur untuk berkomunikasi dengan lawan tutur yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis kelamin. Jepang merupakan salah satu negara yang jelas membedakan bahasa berdasarkan jenis kelamin penutur. Di Jepang berdasaran jenis kelamin pengguna bahasanya, gaya bahasa dibedakan menjadi dua, yaitu bahasa pria danseigo (男性後) bahasa wanita joseigo (女性語). Danseigo adalah bahasa yang lazim digunakan oleh pria, sedangkan joseigo merupakan bahasa yang lazim digunakan oleh wanita. Akan tetapi dewasa ini telah terjadi banyak penyimpangan yang dilakukan pengguna bahasa dalam pemakaian danseigo dan joseigo, artinya tidak sedikit wanita yang menggunakan danseigo dan sebaliknya tidak sedikit pula pria yang menggunakan joseigo. Adanya perbedaan bahasa pria dan wanita dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu 1) penggunaan partikel akhir (shuujoshi), dan 2) penggunaan pronomina persona (Ninshoudaimeishi).


                Berdasarkan latar belakang diatas, peneitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dua rumusan masalah yaitu, 1) bentuk penggunaan shuujoshi dan ninshoudaimeshi sebagai penanda ragam bahasa wanita (joseigo) yang digunakan oleh tokoh pria Bon Chan dan Ivankov dalam serial anime One Piece, 2) fungsi penggunaan shuujoshi dan ninshoudaimeshi sebagai penanda ragam bahasa wanita (joseigo) yang digunakan oleh tokoh pria Bon Chan dan Ivankov dalam serial anime One Piece, 3) aspek sosial yang melatarbelakangi penggunaan shuujoshi dan ninshoudaimeishi sebagai penanda ragam bahasa wanita oleh tokoh pria Bon Chan dan Ivankov dalam serial anime One Piece.


                Rumusan masalah pertama untuk penggunaan shuujoshi dijawab dengan menggunakan konsep gabungan dari Chino (1996), Sudjianto (2007), dan Iwabuchi (1951). Sedangkan untuk penggunaan ninshoudaimeishi menggunakan teori Sudjianto (1996). Untuk rumusan masalah kedua dijawab menggunakan teori dari Leech (2011).


                Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode simak yang dapat disejajarkan dengan metode observasi. Data dari penelitian ini adalah berupa tuturan Bon Chan dan Ivankov yang mengandung ragam bahasa wanita dalam serial anime Onepiece. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diperoleh hasil sebagai berikut.  



  1. Bentuk shuujoshi sebagai penanda ragambahasa wanita yang digunakan oleh Bon chan dan Ivankov dalam serial anime Onepiece adalah shuujoshi waわ, kashiraかしら, noの. Dan bentuk ninshoudaimeishi sebagai penanda ragam bahasa wanita yang digunakan oleh Bon chan dan Ivankov adalah atashi あたし.

  2. Fungsi penggunaan masing-masing shuujoshi yang ditemukan dalam sumber data, sesuai dengan teori gabungan, yaitu Chino, Sudjianto, dan Iwabuchi.

  3. Aspek sosial yang melatar belakangi tokoh Bon chan dalam menggunakan ragam bahasa wanita dalam setiap tuturannya adalah hubungan keakrabannya dengan lawan tutur. Aspek sosial yang melatar belakangi tokoh Ivankov dalam menggunakan ragam bahasa wanita dalam setiap tuturannya adalah status sosial dirinya yang dijuluki sebagai seorang ratu dari Kamabakka kingdom.  


Kata Kunci: ragam bahasa wanita  joseigo (女性語), penggunaan shuujoshi, penggunaan ninshoudaimeishi.


 


要旨 


言語というのはそれを使う社会と同様である。社会によってスピーチの相手とコミュニケーションするために使用される表現には違いがあるが、その違いを引き起こす原因の1つのは性別である。日本は、話し手の性別に基づいて言語をはっきり区別する国である。日本では性別に従って言語スタイルを二つに分けており、それは男性語と女性語である。男性語というのは男性の使用する言語であり、女性語というのは女性の使用する言語である。しかし、現在は男性語と女性語の使用について変化があり、男性が女性語を使用したり、女性が男性語を使用したりする場合もある。男性と女性の言語的な違いは、1)終助詞、2)人称代名詞から見ることができる。


上記の背景に基づいて、この研究では2つの問題を述べる。それは1)アニメシリーズ『ONE PIECE』の男性キャラクター、ボンちゃんとイワンコフが使用している女性語の終助詞と人称代名詞の形と機能、2)アニメシリーズ『ONE PIECE』の男性キャラクター、ボンちゃんとイワンコフによる女性語の終助詞と人称代名詞を使用することの社会的側面である。第一の終助詞の使用に関する問題は、Chino(1996)、Sudjianto (2007)、Iwabuchi (1951) のコンセプトを用いて答え、人称代名詞の使用に関する問題に対してはSudjianto (1996)の理論を用いて答えた。第二の問題については、Leech(2011)の理論を用いて答えた。


この研究は定性的な研究であり、使用した方法は観察法と同等のSIMAK法である。この研究のデータは、アニメシリーズ『ONE PIECE』の様々な女性語を含むボンちゃんとイワンコフのセリフである。分析および考察から、下の結果を得ることができた。



  1. 終助詞の使用について、女性語には八つの終助詞が使用されると言われているが、実際のデータソースによると三つの終助詞しか見つからなかった。見つかった終助詞は全部で四十四データで、そのうち、終助詞「かしら」は六つ、終助詞「の」は二十一、終助詞「わ」は十七だった。

  2. データソースで見つけられた終助詞の使用の機能は、Chino(1996)、Sudjianto (2007)、Iwabuchi (1951)の研究結果と同じであった。

  3. 女性語の人称代名詞の使用については、人称代名詞「あたし」の使用が八データあった。この八データを使用したのは、すべてボンちゃんであった。ボンちゃんとイワンコフは、それぞれが女性のような外見やジェスチャーをしているため、女性語を使用することで相手に女性らしさを示していることが分かった。


 


キーワード : 女性語、終助詞の使用、人称代名詞の使用


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.