ANALISIS PENGGUNAAN AFIKS DERIVASI DALAM KOMIK DORAEMON SERI 1-40 KARYA藤子.F.不二雄

Eka Nur Fauziah

Abstract


Abstrak


Dalam linguistik terdapat istilah morfologi yang berkaitan dengan pembentukan kata. Pembentukan kata dalam bahasa Jepang mempunyai tiga unsur yaitu afiks, kata dasar dan makna gramatikal yang dihasilkan. Ada dua tipe afiks yaitu infleksi dan derivasi. Dalam penelitian ini peneliti memilih afiks derivasi sebagai tema penelitian. Karena terdapat banyak jenis afiks yang dapat mengubah kelas kata. Hal ini yang melatar belakangi disusunnya penelitian berjudul “Analisis Penggunaan Afiks Derivasi Dalam Komik Doraemon Seri 1-40 Karya Fujiko F. Fujio.


Fokus penelitian ini adalah penggunaan afiks derivasi. Dalam komik Doraemon seri 1-40 ditemukan empat afiks derivasi yaitu afiks sa, mi, rashii dan poi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan makna serta fungsi dari keempat afiks di atas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yakni analisis deskriptif, yang mendeskripsikan perubahan makna dan fungsi afiks derivasi pada komik Doraemon seri 1-40. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teori afiksasi dari Chaer,(2007), teori makna oleh山下喜代, 小子真原, 高橋勝忠, dan teori klasifikasi sufiks dari Machida (1999).


Hasil dari penelitian ini adalah pertama, penggunaan afiks derivasi berjumlah 45 data dengan 20 data afiks sa, 7 data afiks mi, 16 data afiks rashii, dan 2 data afiks poi. Kedua, afiks sa, mi, rashii dan poi dapat mengubah kelas kata serta mengubah makna dari kata dasarnya. Ketiga, afiks sadan mi termasuk ke dalam sufiks nominalisasi yaitu sufiks yang mengubah kelas kata dasarnya menjadi nomina. Sedangkan afiks rashii dan poi termasuk ke dalam sufiks adjektivalisasi yaitu sufiks yang mengubah kelas kata dasarnya menjadi adjektiva. Keempat afiks di atas dapat mengubah makna kata dasarnya secara keseluruhan. Akan tetapi bisa juga tidak mengubah makna kata dasarnya tergantung dari konteks kalimat tersebut.


 


Kata Kunci: afiks, makna, kelas kata


 


要旨


 


語形成について研究する言語学の用語の1つに形態論がある。日本語では語形成の要素には3つあり、それは接辞と単語と文法的な意味である。接辞には2つあり、屈折と派生接辞である。派生接辞の方がたくさんあるので、本研究のテーマは派生接辞とする。この研究では、藤子.F.不二雄作『ドラえもん』シリーズ第1から第40までにおける派生接辞の使用の分析を説明する。


本研究の目的は派生接辞の使用である。『ドラえもん』シリーズ第1から第40までに4つの派生接辞が見つかる。それは「~さ」、「~み」、「~らしい」、「~ぽい」である。本研究は意味の変化と機能を説明する。本研究は質的記述的研究である。『ドラえもん』シリーズ第1から第40までにおける「~さ」、「~み」、「~らしい」、「~ぽい」の接辞の意味の変化と機能も説明する。集めたデータを分析するために、Chaer (2007)の接辞の理論を利用し、山下喜代, 小子真原, 高橋勝忠の意味の理論を利用し、Machida (1999)の中に書かれている接尾辞の分類の理論を利用する。


分析の結果は次のとおりである。第―に、集めたデータは45である。その中で「~さ」の接辞は20である。「~み」の接辞は7である。「~らしい」の接辞は16である。「~ぽい」の接辞は2である。第二は、「~さ」、「~み」、「~らしい」、「~ぽい」の接辞は品詞と意味を変えることができる。名詞接尾辞は品詞を変えることができて、名詞になる。それは、「~さ」と「~み」である。形容詞接尾辞は品詞を変えることができて、形容詞になることができる。それは、「~らしい」と「~ぽい」である。この4つの接辞は全体の単語の意味を変えることができる。しかし、文脈によっては意味を変えることができない場合もある。


 


キーワード :接辞、意味、品詞


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.