TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM DRAMA BUZZER BEAT EPISODE 1-11 KARYA MIKO OMORI & SHUNDO OKAWA (ditinjau dari prinsip kerjasama)

PRILA PUJI AYUNI

Abstract


Hal yang melatar belakangi penelitian ini adalah dalam tindak tutur ilokusi direktif terkandung maksud untuk membuat pengaruh agar lawan tutur melakukan suatu tindakan. Untuk memahami maksud dari tindak tutur ilokusi direktif perlu melibatkan penafsiran tentang konteks dan prinsip kerjasama dari respon lawan tutur. Terdapat 2 rumusan masalah dalam penelitian ini, yang pertama yaitu, bentuk tindak tutur ilokusi direktif dalam drama “Buzzer Beat” episode 1-11 karya Miko Omori & Shundo Okawa. Rumusan masalah kedua yaitu, maksim yang mendasari respon dari tuturan ilokusi direktif dalam drama “Buzzer Beat” episode 1-11 karya Miko Omori & Shundo Okawa.


Untuk menjawab rumusan masalah pertama dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi direktif Bach dan Harnish (1993). Rumusan masalah kedua dianalisis menggunakan teori prinsip kerjasama Wijana (1996).


Sumber data pada penelitian ini adalah drama Buzzer Beat episode 1-11 karya Miko Omori dan Shundo Okawa dan 20 data yang diperlukan berupa dialog yang mengandung tindak tutur ilokusi direktif dan 20 data maksim prinsip kerjasama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam menganalisis bentuk dan penerapan prinsip kerjasama pada respon dari tindak tutur ilokusi direktif digunakan metode analisis deskriptif.


Hasil dalam penelitian pertama, bentuk tindak tutur ilokusi direktif dalam drama drama “Buzzer Beat” episode 1-11 karya Miko Omori & Shundo Okawa adalah berupa 6 bentuk yaitu, (1) meminta menggunakan pola~てくれ sebagai contoh yaitu “来てくれましたよ”、~てもらうsebagai contoh yaitu “持ってってもらえばよかったね”、~てくださいsebagai contoh yaitu “言ってください”、~てもらいたいsebagai contoh yaitu “みてもらいたいな”, (2) bertanya menggukanakan pola~たいsebagai contoh yaitu “もっと強くなりたいのに”、~ようと思うsebagai contoh yaitu “心配しようと思っていって”、~てほしいsebagai contoh yaitu “わかるになってほしいな”, (3) memerintah menggunakan pola~なさいsebagai contoh yaitu “もっと頑張りなさいね”, (4) melarang menggunakan pola~てはだめだsebagai contoh yaitu “忘れたほうがいいわね”、~ないでください sebagai contoh yaitu “最後の最後まで諦めないでください”、~な sebagai contoh yaitu “いやだな 川崎さんは”, (5) izin mengunakan pola~てもいい sebagai contoh yaitu “見つけてもいいんだけどさ”、~てよろしい sebagai contoh yaitu “迎えにいってもよろしいでしょうか”、~(さ)せてもらうsebagai contoh yaitu “いま会いに行かせてもらえませんか”, dan (6) menyarankan menggunakan pola~ん(ない)かsebagai contoh yaitu “シャツ買えさねえか”、~ほうがいいsebagai contoh yaitu “休んだほうがいい”. Hasil penelitian kedua, penerapan prinsip kerjasama pada respon dari tindak tutur ilokusi direktif adalah maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim cara, dan maksim relevansi.


 


Kata Kunci :


Tindak Tutur, Direktif, Prinsip Kerjasama, Maksim


 


要旨


BUZZER BEAT にするドラマにおける協調の原則による指示の発話行為


 


 


          研究の背景は人に何かさせようとする意図を含む、指示の発話行為人に何かさせようとする行為である。指示の発話行為のために、文脈と協調の原則を解釈する必要がある。研究の問題は以下2点であった。一番目はBUZZER BEAT にするドラマにはどのような指示の発話行為の形があるか。それから、二番目はBUZZER BEAT にするドラマにはどのような協調の原則が作用するか。


第一の問題に答えるために、Bach dan Harnish,(1993).の指示発話行為の理論を用いた。第二の問題に答えるために、Wijana,(1996)の協調の原則の理論を用いた。この研究のデータ源泉はBUZZER BEATというドラマである。データはドラマの発話にある指示の発話行為の文章と協調の原則の文章である。


この研究の結果は以下の通りであった。一番目はBUZZER BEAT におけるドラマに指示の発話行為の形は依頼する、質問する、命ずる、禁止する、許可する、推薦するであった。二番目は作用している協調の原則は、量の公理と関係の公理、質の公理と関係の公理、および質の公理と関係の公理と様態の公理であった。


この研究の結果は以下のようである。依頼するの文型は~てくれ、~てもらう、~テク代、~てもらいたいの使います。質問するの文型は~たい、~ようと思う、~てほしいの使います。命ずるの文型は~なさいと使います。禁止するの文型は~てはだめだ、~ないでください、~なの使います。許可するの方は~てもいい、~てもよろしい、~なの使います。推薦するの文型は~んなさいかと~たほうがいいのつかいます。そして、協調の原則は4がある。数量の公理と、質の公理と、物腰の公理、適切の公理がある。


 


見出し語         :


発話行為、指示、協調の原則、公理


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.