REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM DRAF PRESENTASI SUBETE WA SEIJI, SUBETE WA SHŪKYŌ OLEH HASSAN KO NAKATA

HAFIZH HAFRILDO

Abstract


Abstrak
Bahasa sebagai alat komunikasi pada praktiknya dalam kehidupan sosial tidak pernah bersifat netral.
Bahasa sebagai penyalur ide-ide dari penggunanya terkadang digunakan untuk memengaruhi orang lain
yang menjadi lawan tutur. Ide-ide yang berpotensi memengaruhi orang lain tersebut seakan tersembunyi
di balik bahasa yang digunakan penutur sebagai wacana, baik secara verbal maupun non-verbal. Itulah
yang disebut sebagai indikasi ideologi wacana. Indikasi wacana ideologi tersebut juga terdapat dalam
sebuah draf presentasi yang berjudul Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou yang disusun oleh Hassan Ko
Nakata. Sebuah ideologi perlawanan yang tersembunyi di balik keilmiahan draf presentasi tersebut
berpotensi untuk mengubah tatanan global, baik pada level situasional, institusional dan sosiokultural
(kemasyarakatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi ideologi pada (1)
struktur teks, (2) praktik kewacanaan, dan (3) praktik sosiokultural dalam draf presentasi Subete wa Seiji,
Subete wa Shuukyou tulisan Hassan Ko Nakata.
Adapun penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek
penelitian ini adalah draf presentasi Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou tulisan Hassan Ko Nakata.
Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik dokumentasi berdasarkan pendekatan analisis
wacana kritis model Norman Fairclough. Kemudian, teknik analisis data penelitian ini menggunakan
analisis tiga dimensi Fairclough: (1) analisis struktur teks, yaitu dengan tahapan deskripsi yang
menekankan pada aspek-aspek formal (nilai eksperensial, nilai relasional dan nilai ekspresif), (2) analisis
praktik kewacanan, yaitu dengan tahapan interpretasi yang menekankan pada konteks situasional dan
intertekstual pemroduksian teks, dan (3) analisis praktik sosiokultural, yaitu dengan tahapan eksplanasi
atau penjelasan yang menekankan pada posisi teks terkait usaha-usaha pada tiga level: situasional,
institusional dan sosiokultural (kemasyarakatan).
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa representasi ideologi dalam draf presentasi
Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou tulisan Hassan Ko Nakata merupakan sebuah ideologi perlawanan
terhadap tindakan-tindakan seperti penyebaran wacana-wacana yang berisi kesalah-pahaman tentang
Islam, penindasan yang merupakan kolonialisme gaya baru yang bersifat global oleh pihak dominan, dan
terhadap sistem tatanan global yang terbentuk dari ideologi rival penulis.
Kata Kunci: ideologi, Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou, analisis wacana kritis.
Abstract
Language as a tool of communication on the practical social life is never neutral. Language as a
channel of ideas from its users is sometimes used to influence other people who become opponents of
speech. Ideas that have the potential to affect others are hidden behind the language spoken by the
speakers, both verbally and non-verbally. That is the indication of ideological discourse. The indication of
ideological discourse are also contained in a presentation draft entitled Subete wa Seiji, Subete wa
Shuukyou composed by Hassan Ko Nakata. An ideology of resistance hidden behind the scientific
presentation draft has the potential to change the global order, both at the situational, institutional and
sociocultural levels. This study aims to reveal how the representation of ideology in (1) the structure of the
text, (2) the practice of discourse, and (3) sociocultural practices in the presentation draft of Subete wa
Seiji, Subete wa Shuukyou written by Hassan Ko Nakata.
The research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is the
presentation draft Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou by Hassan Ko Nakata. This research used a
documentation technique based on the critical discourse analysis approach model by Norman Fairclough to
collect the datas. Then, the data analysis technique of this study used Fairclough three-dimensional
analysis: (1) the structure analysis of the text, by the description stages which emphasize the formal aspects
2
(experimental value, relational value and expressive value), (2) analysis of the discourse practice, with
stages of interpretation that emphasize the situational context and the intertextual production of texts, and
(3) analysis of sociocultural practice, with explanatory stages or explanations that emphasize the position
of the text related to efforts at three levels: situational, institutional and sociocultural (societal).
The results show that the representation of ideology in the presentation draft of Subete wa Seiji,
Subete wa Shuukyou written by Hassan Ko Nakata is an ideology of resistance to actions such as the spread
of discourses containing misunderstandings about Islam, oppression which is a new style of colonialism
global by dominant parties, and against the global order system formed from the rival ideology of the
author.
Keywords: ideology, Subete wa Seiji, Subete wa Shuukyou, critical discourse analysis.



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.