PELESAPAN (省略) UNSUR KALIMAT DALAM TUTURAN DRAMA JEPANG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

SHULTHON MAULANA

Abstract


Fenomena pelesapan unsur kalimat atau elipsis menurut Kridalaksana (1984) adalah penghilangan kata atau satuan kebahasaan lainnya. Menurut Al-ma’ruf (2009) pelesapan unsur termasuk penyiasatan struktur kalimat. Serta, data dari National Institute for Japanese Language (1955), ragam bahasa lisan bahasa Jepang sering melesapkan sebagian unsur kalimatnya, khususnya subjek. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konstruksi kalimat pelesapan dan faktor yang mempengaruhi terjadinya pelesapan di dalam tuturan drama Jepang ditinjau dari komponen tutur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ada 23 data yang ditampilkan dan dianalisis. Dari 23 data tersebut, didapatkan simpulan (1) konstituen yang lesap dari konstruksi kalimat-kalimat yang ditampilkan, meliputi : S = 俺は’, ‘私は’, ‘ぼくは’; ‘お前は’, ‘アオイは’ (penyebutan orang kedua dengan nama), ‘あなたは’; ‘パパは’, ‘ナナミが’, dan ‘あいつは’. P = ‘殺した’, ‘付き合っている’, ‘探している’; ‘いい’, ‘痛い’; ‘大丈夫’, ‘誰ですか’. O = ‘ウロボロスの事を’, ‘彼女を’, dan ‘私を’. Madv = ‘あの時’, ’お前が’ dan ’アオイを’ dalam satu satuan kalimat; ‘私は’ dan ‘彼に’ dalam satu satuan kalimat; dan ’お前らが’ dan ‘俺に’ dalam satu satuan kalimat. (2) Faktor yang menyebabkan lesapnya konstituen dari kalimat yang ditinjau dari komponen tutur, yaitu diantaranya : komponen situasi, seperti menegangkan, kecewa dan mendesak. Komponen partisipan, seperti hubungan antara penutur dan lawan tutur, lawan tutur dapat memahami, dan penutur merujuk langsung pada objek. Serta, Tuturan yang mengandung elipsis tidak ditemukan dalam situasi formal. Komponen intonasi hanya pada kalimat tanya dan tuturan yang menunjukkan rasa yang dialami oleh penutur.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.