PENGGUNAAN BENTUK KESOPANAN WAKIMAE PADA TOKOH SEBASTIAN MICHAELIS DALAM ANIME KUROSHITSUJI KARYA TOBOSO YANA

Mega Isna Prayitno

Abstract


Abstrak

Terdapat beberapa bentuk  kesopanan dalam bahasa Jepang, salah satunya adalah wakimae. Wakimae merupakan strategi kesopanan yang mengacu pada norma sosial yang menggunakan bentuk-bentuk formal. Bentuk-bentuk yang terdapat dalam bentuk kesopanan wakimae yaitu honorifik, gelar kehormatan, kata ganti, dan formula berbicara (Ide 1992:298). Dengan demikian, lebih diketahui penggunaan wakimae.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan bentuk kesopanan wakimae serta perbedaan kesopanan wakimae oleh tokoh Sebastian Michaelis kepada berbagai tokoh dalam anime Kuroshitsuji. Tokoh Sebastian Michaelis dalam anime Kuroshitsuji merupakan seorang pelayan serta tokoh utama. Dari hal tersebut, tokoh Sebastian Michaelis akan menggunakan tuturan yang mengandung bentuk kesopanan wakimae karena posisinya sebagai seorang pelayan.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif  kualitatif. Hal tersebut karena data dalam anime Kuroshitsuji berbentuk kata-kata yang mengandung bentuk-bentuk wakimae. Kemudian data akan dianalisis untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu yang pertama bagaimana bentuk kesopanan wakimae oleh tokoh Sebastian Michaelis kepada lawan tuturnya dalam anime Kuroshitsuji dan yang kedua bagaimana bentuk perbedaan kesopanan wakimae yang dilakukan oleh tokoh Sebastian Michaelis kepada berbagai tokoh dalam anime Kuroshitsuji.

Dalam anime Kuroshitsuji, terdapat bentuk kesopanan wakimae yang dilihat dari bentuk-bentuk didalamnya. Dalam kesimpulan tersebut terdapat sonkeigo, kenjoogo dan teineigo. Terdapat penggunaan daimeishi pada pronomina orang pertama, yaitu watashi dan kedua anata. Terdapat tiga gelar keishou yang terdapat dalam Kuroshitsuji, yaitu sama, san dan chan dan empat formula berbicara, yaitu arigatou gozaimasu, okaerinasaimase, oyasuminasaimase dan irasshaimase. Pada perbedaan bentuk wakimae, dikelompokkan ke  dalam tiga kelompok, yaitu tokoh dengan tingkat sosial yang lebih tinggi, tingkat sosial yang sama, dan status sosial yang lebih rendah dari tokoh Sebastian.

Kata kunci : wakimae, bentuk kesopanan, status sosial

 

Abstract

There are several forms of modesty in Japanese, one of which is wakimae. Wakimae is a politeness strategy that refers to social norms that use formal forms. The forms contained in the form of wakimae politeness are honorifics, honors, pronouns, and speech formulas (Ide 1992: 298). Thus, it is better known to use wakimae.

This research was conducted to find out how to use the form of wakimae's modesty and the differences in wakimae's politeness by Sebastian Michaelis to various figures in the Kuroshitsuji anime. Sebastian Michaelis in the Kuroshitsuji anime is a servant and main character. From this, the character Sebastian Michaelis will use utterances containing wakimae's form of politeness because of his position as a servant.This study uses a qualitative descriptive analysis method. This is because the data in the Kuroshitsuji anime are in the form of words containing wakimae forms. Then the data will be analyzed to answer two problem statements, namely the first what is the form of wakimae politeness by the character Sebastian Michaelis to the opponent he said in the Kuroshitsuji anime and the second what is the difference in wakimae politeness made by Sebastian Michaelis to various characters in the anime Kuroshitsuji.

In the Kuroshitsuji anime, there is a form of wakimae politeness that is seen from the forms inside. In this conclusion there are sonkeigo, kenjoogo and teineigo. There are daimeishi uses in the first person pronoun, namely watashi and second anata. There are three keishou titles found in Kuroshitsuji, namely sama, san and chan and four formulas speak, namely arigatou gozaimasu, okaerinasaimase, oyasuminasaimase and irasshaimase. The differences in the form of wakimae are grouped into three groups, namely figures with a higher social level, the same social level, and a lower social status than the figure Sebastian.

Keywords: wakimae, politeness modesty, social status

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.