PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA DAN WUJUD TINDAK TUTUR PADA IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM SERIAL DRAMA FROM FIVE TO NINE

SINTA AYUNINGTYAS

Abstract


Abstrak

Secara umum terdapat dua jenis implikatur yaitu, implikatur percakapan dan implikatur konvensional. Dari kedua jenis implikatur tersebut, implikatur percakapan yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Implikatur percakapan adalah implikatur yang muncul akibat dari penyimpangan maksim-maksim dari prinsip kerjasama. Dalam penelitian ini terdapat dua masalah yang diteliti. Kedua masalah tersebut adalah pelanggaran maksim kerjasama yang melatarbelakangi implikatur percakapan dan tindak tutur sebagai wujud implikatur percakapan dalam serial drama From Five to Nine.

Untuk menganalisis masalah yang pertama digunakan teori milik Wijana tentang prinsip kerjasama. Kemudian untuk masalah yang kedua dianalisis menggunakan teori milik Yule tentang jenis tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah serial drama From Five to Nine. Data pada penelitian ini berupa tuturan tokoh dalam drama yang mengandung implikatur percakapan. Jumlah data yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 98 data.

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Pelanggaran prinsip kerjasama yang terdapat dalam serial drama From Five to Nine adalah sebagai berikut.

a. Terdapat dua jenis pelanggaran maksim kuantitas yaitu, informasi yang diberikan berlebihan dan informasi yang diberikan kurang.

b. Terdapat dua jenis pelanggaran maksim kualitas yaitu, sengaja berbohong dan kebenaran informasinya belum dapat dibuktikan.

c. Terdapat dua jenis pelanggaran maksim relevansi atau hubungan yaitu, sepenuhnya tidak relevan dengan konteks pembicaraan dan tidak relevan namun tetap pada konteks pembicaraan.

d. Terdapat tiga jenis pelanggaran maksim pelaksanaan atau cara yaitu, berbelit-belit, memakai istilah atau kata-kata tertentu, serta pernyataan yang diberikan kurang jelas.

2. Jenis tindak tutur yang ditemukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

a. Pada tindak tutur deklarasi ditemukan tuturan membatalkan, melarang, mengijinkan, memaafkan, menunjuk, memberikan bantuan, merestui.

b. Pada tindak tutur representatif ditemukan tuturan menyatakan, memberitahukan, berspekulasi, membenarkan.

c. Pada tindak tutur ekspresif ditemukan tuturan memuji, menggoda, mencela, mengejek, menyalahkan, mengeluh, senang, suka, tidak suka, khawatir, memberi selamat, meminta maaf, kecewa, marah.

d. Pada tindak tutur direktif ditemukan tuturan meminta, memaksa, menyuruh, mendesak, menyarankan, mengajak, menantang.

e. Pada tindak tutur komisif ditemukan tuturan mengancam, menolak, menyatakan kesanggupan, melamar, menawarkan.

Kata Kunci: Implikatur, Implikatur Percakapan, Tindak Tutur, Prinsip Kerjasama

Abstract

Generally there are two types of implicatures, conversational implicature and conventional implicature. From those types of implicatures, conversational implicature is the focus of this research. Conversational implicature is type of implicature that is occurs as a result of violation of cooperative principle. In this research there are two problems. The first problem is violation of cooperative principle that causes conversational implicature, and the second is speech act as a result of conversational implicature in drama series From Five to Nine.

To solve the first problem used the theory of cooperative principle by Wijana. To solve the second problem used type of speech acts by Yule. This research used descriptive qualitative method. Data source in this reasearch is Japanese drama series From Five to Nine, and the data is conversational implicature in drama series From Five to Nine. All data that can be found in this research are 98.

The research results are:

1. Violation of cooperative principle in drama series From Five to Nine are.

a. There are two types of violation of maxim of quantity, two much information and lack of information.

b. There are two types of violation of maxim of quality, intentionally lying and the truth of the information cannot be proven yet.

c. There are two types of violation of maxim of relevance, completely irrelevant to the context of the conversation and irrelevant but still in the context of the conversation.

d. There are three types of violation of maxim of manner, complicated words, use certain terms or words, and the informations provided are unclear.

2. Types of speech acts are.

a. In the declarative speech acts was found utterences such as canceling, forbidding, permitting, forgiving, appointing, giving help, and blessing.

b. In the representative speech acts was found utterences such as to states, telling, speculating, and justifying.

c. In the expressive speech acts was found utterences such as complimenting, teasing, criticizing, insulting, blaming, complaining, happy, like, hate, worrying, congratulating, apologing, disappointed, and angry.

d. In the directive speech acts was found utterences such as asking, forcing, commanding, insisting, suggesting, inviting, and to challenge.

e. In the commissive speech acts was found utterences such as threatening, refusing, willing, proposing, and offering.

Key Words : Implicature,conversational implicature, speech acts, cooperative principle


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.