KAJIAN EKOKRITIK DALAM PUISI INDONESISCHES SEKUNDENBUCH (DETIK-DETIK INDONESIA) KARYA MARTIN JANKOWSKI

MIRA CARERA ASTUTIK, LUTFI SAKSONO

Abstract


Abad ke 21 terdapat berbagai perubahan lingkungan. Perubahan yang terjadi menyebabkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan dapat dikaji melalui ekokritik. Kerusakan lingkungan menginspirasi sastrawan untuk menghasilkan karya sastra. Ekokritik bertujuan menunjukkan bagaimana karya sastra mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan berperan memecahkan masalah ekologi (Endraswara, 2016:33). Salah satu penyair yang menggambarkan lingkungan melalui karya sastra genre puisi adalah Martin Jankowski yang berasal dari Jerman dengan judul Indonesisches Sekundenbuch (Detik-Detik Indonesia). Dalam puisinya, Martin menggambarkan kondisi Indonesia. Dari kekayaan alam hingga kerusakan alam yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Apa konsep-konsep ekokritik yang terdapat dalam puisi? 2) Apa simbol ruang metaforis ruang persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik dalam puisi? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep ekokritik serta simbol simbol ruang metaforis ruang persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik dalam puisi Indonesisches Sekundenbuch karya Martin Jankowski dengan menggunakan teori ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik baca, catat, dan riset kepustakaan. Sumber data penelitian adalah puisi Indonesisches Sekundenbuch karya Martin Jankowski. Data penelitian adalah kata, frasa, dan kalimat dalam puisi Indonesisches Sekundenbuch yang menggambarkan konsep ekokritik dan simbol universal yang terikat budaya. Hasil penelitian ini adalah 1) Konsep ekokritik terdiri dari konsep pencemaran, konsep tempat tinggal, dan konsep hewan. 2) Simbol ruang metaforis persepsi manusia yang berkaitan dengan ekokritik adalah being, kosmos, energi, substansi, terrestrial, objek, hewan, dan manusia.

Kata Kunci: Ekokritik, Lingkungan, dan Puisi.






Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.