ANALISIS KORELASI ANTARA MAGNITUDO MOMEN GEMPA BUMI REGIONAL DENGAN PERIODE DOMINAN GELOMBANG P DI WILAYAH INDONESIA

DESI INTAN PURNAMASARI

Abstract


Abstrak


Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana kebumian, misalnya gempa bumi. Hal ini karena Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng besar yaitu lempeng IndoAustralia, Eurasia, dan Pasifik, dengan berada di antara pertemuan tiga lempeng tektonik menjadikan Indonesia merupakan kawasan seismik aktif yang memicu gempa bumi. Indonesia sudah memiliki alat mitigasi gempa bumi yang berpotensi tsunami yaitu InaTEWS, tetapi pada kenyataannya alat itu masih kurang akurat. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan rumus empiris korelasi antara magnitudo momen (Mw) gempa bumi regional dengan periode dominan (Td)  gelombang P di wilayah Indonesia. Magnitudo momen merupakan ukuran untuk menyatakan kekuatan gempa bumi berdasarkan energi momen seismik yang dipancarkan pada saat terjadinya gempa bumi. Periode dominan adalah waktu pada saat amplitudo dari domain waktu (τc) bernilai maksimum. Periode dominan ini menggambarkan besarnya energi kinetik maksimum dari gelombang P.  Rumus empiris korelasi antara magnitudo momen dengan periode dominan dikonversi dengan magnitudo yang diumumkan oleh lembaga seismologi (BMKG) yang menggunakan InaTEWS, sehingga dapat memberi informasi lebih akurat mengenai peringatan dini gempa bumi yang berpotensi tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode langsung dengan mengolah data periode dominan  menggunakan software Joko Tingkir. Data periode dominan diperoleh dari  webDC periode 2008-2014 di wilayah Indonesia dengan kedalaman < 100km dan menggunakan data regional sebanyak  50 event  gempa bumi. Magnitudo momen diperoleh dari globalCMT.  Hasil dari korelasi antara magnitudo momen dengan periode dominan diperoleh persamaan linier MwTd=5,303+0,277Td dengan koefisien korelasi sebesar 87,3% dan koefisien determinasi sebesar 0,762. Nilai koefisien determinasi pada rentang 0,75-0,99 menyatakan kriteria korelasi sangat kuat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa korelasi antara magnitudo momen dan periode dominan masuk pada korelasi yang memiliki kriteria sangat kuat. Rumus empiris ini dapat digunakan untuk penentuan magnitudo momen dengan menentukan periode dominan dari seismogram yang terekam oleh masing-masing stasiun.


Kata Kunci: Magnitudo momen , Periode dominan, Gempa bumi Regional.


 


Abstract


 


Indonesia is a country that has potential of terrestrial disasters, such as earthquakes. This is because Indonesia is located at the confluence of three major plates, namely Indoaustralia, Eurasia, and the Pacific plates, to be among the confluence of three tectonic plates make Indonesia an active seismic region that triggers earthquakes. Indonesia already has a mitigation tool tsunamigenic earthquake that InaTEWS, but in reality it is still less accurate tool. In this study aims to determine the empirical formula of correlation between the magnitude of the moment (Mw) regional earthquake with a dominant period (Td) P waves in the area of ​​Indonesia. The magnitude of the moment is a measure to express the strength of the earthquake based on seismic moment of the energy emitted in the event of an earthquake. The dominant period is the time when the amplitude of the time domain (τc) is worth a maximum. Dominant period illustrates the magnitude of the maximum kinetic energy of waves P. The empirical formula of correlation between the magnitude of the moment with a dominant period converted to the magnitude announced by seismological agency (BMKG) which uses InaTEWS, so it can provide more accurate information about an earthquake early warning of potentially tsunami , The method used in this research is the direct method by processing dominant period data using software Joko Tingkir. Dominant period data obtained from webDC period 2008-2014 in Indonesia with a depth <100km and uses regional data 50 earthquake event. Moment magnitude obtained from globalCMT. Results of the correlation between the magnitude of the moment with a dominant period of the linear equation MwTd = 5.303 + 0,277Td with a correlation coefficient of 87.3% and the coefficient of determination of 0.762. The coefficient of determination in the range from 0.75 to 0.99 expressed very strong correlation criteria. In this study we can conclude that the correlation between the magnitude of the moment and get in on the dominant period of the correlation that has very strong criteria. The empirical formula can be used to determine the magnitude of the moment to determine the dominant period of seismograms recorded by each station.


Keywords: The magnitude of the moment, the dominant period, Regional Earthquakes


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.