PERBANDINGAN  HASIL PEMETAAN SAMBARAN PETIR MENGGUNAKAN LD2000 DENGAN METODE KRIGING DAN IDW KOTA SURABAYA TAHUN 2013

AMELIA RAMADHANI NURUL AIN

Abstract


Abstrak


Kota Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur yang terletak pada ketinggian 3–6 meter di atas permukaan air laut dan berbatasan langsung dengan laut pada bagian Utara dan Timur dengan tingkat kelembaman udara 50% - 92% dan curah hujan rata-rata 165,3mm. Dengan kondisi alam tersebut, memungkinkan Kota Surabaya memiliki potensi besar terhadap munculnya awan-awan yang menghasilkan petir. Tujuan penelitian skripsi ini adalah membuat kontur sambaran petir, menganalisa perbedaan hasil sambaran petir menggunakan metode Kriging dan Inverse Distance Weighted (IDW). Penelitian ini menggunakan beberapa software untuk mengolah data, diantaranya yaitu: Lightning Detector 2000, PETIR, Microsoft Excel, dan ArcGIS yang lengkap dengan metode Kriging dan Inverse Distance Weighted (IDW). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kriging dan IDW. Metode Kriging menghitung semua nilai di sekitar nilai pusat merupakan nilai yang digunakan sedangkan metode IDW menghitung nilai yang ada disekitar menjadi nilai terpusat pada satu titik.  Data yang digunakan adalah sambaran petir positif (+CG). Hasil penelitian ini adalah peta kontur sambaran petir di Kota Surabaya dengan 2 metode yang berbeda yaitu Kriging dan IDW dengan jumlah sebanyak 26.762 kali sambaran petir selama tahun 2013. Perbedaan kedua metode yaitu tingkat kedetailan dari kontur yang terbentuk pada peta sambarannya.


Kata kunci: petir, kontur, Kriging, Inverse Distance Weighted


Abstract


Surabaya is the capital city of East Java Province located at 3-6 meters above sea level and boundaries directly to the sea in the north and east with humidity 50%-92% and average rainfall 165.3mm. With those natural conditions, Surabaya has high potential to arise clouds which produce the lightning. The aims of this research are to make the contour of lightning strike, analyze different result of lightning strike using Kriging method and Inverse Distance Weighted (IDW), and analyze the shifting area of lightning strike at Surabaya in 2013. This research using some software to process the data, including: Lightning Detector 2000, PETIR, Microsoft Excel, and ArcGIS which completed with Kriging method and Inverse Distance Weighted (IDW). Kriging method calculates entire values around the center value which is used, while IDW method calculates around values to be value centered in one point. Data used are positive lightning strike (+CG) from BMKG Clas II Tretes. Results of this research are that contour map of lightning strike in Surabaya with 2 different methods both Kriging and IDW are 26,762 strikes of lightning along 2013. The difference of two methods is detail level of contour configured on strike map.


Keywords: lightning, contour, Kriging, Inverse Distance Weighted


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.