ANALISIS PEMETAAN DAERAH RAWAN PETIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DI WILAYAH SURABAYA

Umaya

Abstract


Abstrak


Surabaya merupakan daerah potensi rawan sambaran petir karena memiliki awan–awan yang berpotensi menghasilkan petir dan curah hujan di Surabaya juga cukup tinggi yaitu rata-rata 165.3 mm. Selain didasarkan pada jumlah kejadian petirnya, tingkat kerawanan sebuah wilayah terhadap sambaran petir juga didasarkan pada potensi korban atau kerugian yang ditimbulkan seperti seberapa padat populasi penduduknya atau padatnya bangunan di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat ancaman, kerentanan, dan kerawanan sambaran petir di wilayah Surabaya.Dalam mengidentifikasi tingkat kerawanan sambaran petir diperlukan dua faktor, yaitu faktor ancaman menggunakan data kejadian petir CG (2014–2016) dan faktor kerentanan menggunakan data kepadatan penduduk dan luas lahan untuk rumah dan bangunan. Metode yang digunakan untuk menganalisa dua faktor tersebut dalam penelitian ini menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan tingkat kerawanan sambaran petir perkecamatan di wilayah Surabaya yang digambarkan ke dalam peta menggunakan software ArcGIS10. Dari hasil perhitungan menunjukkan kecamatan Tegalsari, Simokerto, Tambaksari, Bubutan, Genteng, Gubeng, Tenggilis Mejoyo dan Mulyorejo memiliki daerah potensi tingkat kerawanan sambaran petir sangat tinggi.


Kata Kunci:Petir CG,Tingkat Kerawanan,SAW.


 


Abstract


Surabaya is an area which is potentially troubled with thunderbolt this was because clouds in Surabaya potentially created thunder moreover, it also had a high average of rainfall which was 165.3 mm. Beside, the level of an area troubled with thunderbolt was also based on the number of population and  buildings in that area. The purpose of this research was to analyze the level of threat, susceptibility, and troubled created by thunderbolt in Surabaya. In identifying the susceptibility of thunderbolt, it required two factors. They were the factor of threat using the data of the thunder happened CG (2014-2016) and the factor of susceptibility of the population number and the area of building and housing. The method used in this research was Simple Additive Weighting (SAW) to get the level of susceptibility of the thunderbolt in every sub district of Surabaya it would be drawn in a map using ArcGIS10 software. The results of the research showed that Tegalsari, Simokerto, Tambaksari, Bubutan, Genteng, Gubeng, Tenggilis Mejoyo and Mulyorejo were areas which potentially had a very high level of troubled of thunderbolt.


Keywords:CG Lightning, Level of Vulnerability, SAW.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.