ANALISIS MIKROTREMOR DENGAN METODE HVSR UNTUK MENGETAHUI ZONA PENGUATAN GEMPA BUMI DI WILAYAH STASIUN SEISMIK JAWA TIMUR

IRINE SARASWATI S

Abstract


Abstrak


Penelitian skripsi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis struktur tanah dan zona penguatan gempa bumi yang berada di wilayah Stasiun Seismik : Karangkates, Ngawi, Pagerwojo, dan Tambakboyo,  Provinsi Jawa Timur berdasarkan nilai frekuensi dominan dan nilai amplifikasi tanah dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Mikrotremor merupakan getaran tanah yang ditimbulkan oleh peristiwa alam maupun buatan dan dapat menggambarkan kondisi geologi suatu wilayah. Nilai frekuensi dominan tanah merupakan nilai frekuensi yang kerap muncul pada saat perekaman mikrotremor. Nilai amplifikasi tanah merupakan nilai kontras impedansi lapisan permukaan tanah atas dengan lapisan permukaan tanah bawah yang digunakan untuk merefleksikan tingkat penguatan gelombang seismik gempa bumi pada suatu wilayah perekaman mikrotremor. Input dalam penelitian ini adalah waktu perekaman data mikrotremor yang diakses pada tanggal, bulan, tahun, dan jam tertentu dari stasiun-stasiun seismik tertentu yang sengaja dipilih diantara stasiun-stasiun seismik seismik yang telah disebutkan di atas. Output dalam penelitian ini adalah struktur lapisan tanah dan zonasi penguatan gempa bumi berdasarkan nilai frekuensi dominan dan nilai amplifikasi tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur tanah pada Stasiun Seismik Karangkates merupakan struktur tanah lunak dan zonasi penguatan gempa bumi adalah termasuk dalam tingkat kategori sedang. Struktur tanah pada Stasiun Seismik Ngawi merupakan struktur tanah lunak dan zonasi penguatan gempa bumi adalah termasuk dalam tingkat kategori rendah. Struktur tanah pada Stasiun Seismik Pagerwojo merupakan struktur tanah sangat lunak dan zonasi penguatan gempa bumi adalah termasuk dalam kategori rendah. Struktur tanah pada Stasiun Seismik Tambakboyo merupakan struktur tanah sedang dan zonasi penguatan gempa bumi adalah termasuk dalam tingkat kategori rendah. Nilai frekuensi dominan dan nilai amplifikasi tanah paling tinggi adalah perekaman mikrotremor pada pukul 06:00 -11:59 WIB serta pukul 18:00-23:59 WIB sebagai akibat dari getaran tremor aktifitas manusia.


Kata Kunci: Mikrotremor, analisis HVSR, nilai frekuensi dominan tanah, dan nilai amplifikasi tanah.


 


Abstract


The work carried out is this ‘skripsi’ is intended to analyze the soil structure and the earthquake strengthening zones in some seismic stations of Karangkates, Ngawi, Pagerwojo, and Tambakboyo located in the East Java Province. The analyses were completed based on the values of soil dominant frequency and soil amplification using the HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) method. Microtremor is soil vibration generated either by natural or artificial phenomenon and it describes geological condition of a certain area. The soil dominant frequency value is the number of frequency emergence at the time when microtremor is recorded. The soil amplification is a  contrast impedance value measured between the soil upper layer and the soil lower layer. This value was used to reflect the level of  wave strength of the seismic earthquake for the above stations. The input data for using the Geopsy software is the recording time for microtremor accessed at certain hours, date, month, and year, while the output is the data on soil structure and the earthquake strengthening zone. The analyses indicated that the Karangkates soil structure is soft while its earthquake strengthening zone is medium. The earthquake strengthening zones in Ngawi, Pagerwojo, and Tambakboyo stations are all low, meanwhile the soil structures of those stations are different to each other, namely soft in Ngawi’s, very soft in Pagerwojo’s and medium in Tambakboyo’s. The highest soil dominant frequency value and the soil amplification were recorded from 06:00 a.m to 11:59 a.m and from 06:00 p.m to 11:59 p.m as a result of the microtremor due to human activities.


Keywords:Microtremor, HVSR analysis, soil dominant frequency value, and soil amplification value


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.