ZONASI PROVINSI SUMATRA BARAT BERDASARKAN  PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE MC GUIRE  AKIBAT GEMPA TAHUN 1966 – 2016

AHMAD HADDAD BAUCOKRO

Abstract


Abstrak


Provinsi Sumatra Barat merupakan daerah yang rawan gempa. Adanya tumbukan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia serta patahan yang menjalar sepanjang Pulau Sumatera menjadi penyebab utama terjadinya gempa tersebut. Apabila terjadi gempa, maka gelombang gempa yang merambat sampai ke permukaan bumi akan memberikan efek berupa pergerakan tanah yang mempunyai nilai percepatan tertentu. Semakin besar nilai percepatan tersebut, maka semakin besar potensi kerusakan yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai percepatan tanah maksimum untuk setiap kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, serta membuat zonasi berdasarkan nilai tersebut menggunakan aplikasi ArcMap 10.2.2 . Data gempa yang digunakan adalah data gempa tahun 1966 – 2016 yang diambil dari situs usgs.gov dengan kekuatan magnitude ≥ 5 SR serta kedalaman hiposenter 9 – 70 km yang terjadi di Sumatra Barat dan sekitarnya. Perhitungan nilai percepatan tanah maksimum menggunakan metode Mc Guire. Dari hasil penelitian, nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration/PGA) Provinsi Sumatra Barat berkisar antara 0.02 – 0.35 g atau setara dengan 19.62 – 343.35 gal dengan rentang skala MMI IV – VII. Lokasi dengan nilai PGA tertinggi berada di dasar laut , sebelah Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan nilai PGA 0.35 g. Sedangkan Kabupaten yang memiliki nilai PGA tinggi dan potensi kerusakan yang besar berada di Kabupaten Tanah Datar dengan nilai PGA 0.10 – 0.22 g serta Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan nilai PGA 0.02 – 0.22 g. Hal ini disebabkan adanya gempa besar yang pernah terjadi pada daerah tersebut.


 


Kata Kunci : Gempa Bumi, Percepatan Tanah Maksimum, Zonasi.


 


Abstract


West Sumatra province is prone to earthquakes. The existence of the collision between Eurasian plate and Indo-Australian plate and the fault that spread throughout the island of Sumatra are the main causes of the earthquake. In the event of an earthquake, the seismic waves that spread reaching the surface of the Earth will provide a ground motion effects that have a certain value of acceleration. The bigger the value of acceleration, the bigger  the potential damage that will emerge. This reseach aims to quantify the value of the maximum ground acceleration for each district in the province of West Sumatra, as well as create a map based on those values using ArcMap 10.2.2 application . Earthquake data used in this reseach are consist of those from 1966 until 2016 which were taken from usgs.gov sites. The force magnitudes that will be taken are higher than equal to 5 SR and the depth of hypocenter are from 9 until 70 km which happened in West Sumatra and its surrounding areas mentioned above. To calculate the Peak Ground Acceleration (PGA) value is using the Mc Guire method. From the results, the Peak Ground Acceleration (PGA) value in the province of West Sumatra ranges between 0.02 g to 0.35 g, equivalent to 19.62 gal to 343.35 gal with a range of  MMI scale from IV until VII. The highest value of PGA is on the sea bottom at southwest Mentawai’s Islands with a PGA ‘s value 0.35 g. Meanwhile, the district which has a high PGA values and a big potential damage are located in Tanah Datar with PGA value 0.10 g to 0.22 g as well as Pesisir Selatan Province and Mentawai’s Islands with a PGA value 0.02 g to 0.22 g. This is due to large earthquakes that have occurred in that area.


 


Keywords : Earthquake, Peak Ground Acceleration, Zoning


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.