RELOKASI HIPOSENTER GEMPA BUMI 18 AGUSTUS 2012 (MAGNITUDO 6,2 MB) DAN SUSULANNYA DI DAERAH PALU, SULAWESI TENGAH MENGGUNAKAN METODE MJHD

AINIYATUL MUTHOHARO

Abstract


Abstrak
Daerah Palu, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang sering dilanda bencana gempa bumi dan memiliki tingkat aktivitas yang sangat tinggi karena di Pulau Sulawesi terdapat Sesar Palu Koro, dan dilewati oleh formasi Pacific Ring of Fire yang berupa sederetan gunung api aktif maupun tidak aktif di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah merelokasi hiposenter gempa bumi di daerah Palu, Sulawesi Tengah menjadi lebih akurat dengan menggunakan metode Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah inversi MJHD untuk merelokasi gempa bumi utama dan susulannya, sedangkan untuk pemetaan relokasi menggunakan Generic Maping Tool (GMT). Data yang digunakan sebanyak 154 buah gempa bumi, yang terdiri dari 1 gempa bumi utama dan 153 gempa susulan, dengan rentang waktu 18 Agustus 2012 – 30 Agustus 2012. Dari data yang telah dianalisis dengan menggunakan metode inversi MJHD didapatkan jumlah gempa yang direlokasi berjumlah 21 gempa dengan 1 gempa bumi utama dan 20 gempa susulan. Stasiun yang digunakan untuk relokasi 11 stasiun (APSI, BKSI, BNSI, KDI, KKSI, LUWI, MPSI, MRSI, PCI, SPSI, dan TTSI). Kedalaman awal dari hiposenter gempa bumi utama sebelum relokasi bernilai 10 km, tetapi setelah direlokasi kedalamannya berubah menjadi 17,47 km. Posisi gempa bumi utama pada tanggal 18 Agustus 2012 dan susulannya sampai tanggal 30 Agustus 2012 mengalami pergeseran tidak terlalu besar dan mendekati jalur sesar Palu Koro. Rata-rata RMS waktu tempuh BMKG sebesar 0,38146 dan MJHD bernilai 0,07593. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini data gempa bumi sesudah hasil relokasi menjadi lebih akurat.
Kata Kunci: Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD), stasiun, RMS (Root Mean Square)
Abstract
The Palu regions, Central Sulawesi is one of areas which often hit by the earthquake and has a very high level of activity because in Sulawesi there are Palu Koro Fault, and by passed the formation of the Pasific Ring of Fire which of a row of volcanoes active or not active around the world. The purpose of this research was to relocate the earthquake hypocenter in Palu regions, Central Sulawesi became more accurate by using the Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD). The method used in this research is the inversion MJHD to relocate mainshock and aftershocks, whereas for mapping location using the Generic Mapping Tool (GMT). The data used as many as 154 pieces earthquake, which consists of one mainshocks and 153 aftershocks, with timescales of 18 August 2012 – 30 August 2012. From the data that has been analyzed by using the inversion method MJHD found the number of earthquakes that were relocated were 21 earthquakes with 1 mainshocks and 20 aftershocks. Stations used for the relocation of 11 stations (APSI, BKSI, BNSI, KDI, KKSI, LUWI, MPSI, MRSI, PCI, SPSI, and TTSI). Initial depth of the hypocenter mainshocks before relocated worth 10 km, but after changing the depth relocated to 17.47 km. The position of mainshocks on 18 August 2012 and aftershocks until date of 30 August 2012 shifting is not too big and approaching Palu Koro fault lines. Average RMS travel time BMKG 0,38146 and MJHD 0,07593. It can be concluded that in this research the data after the earthquake relocation results become more accurate.
Keywords: Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD), station, RMS (Root Mean Square)


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.