ANALISA PEMETAAN KONTUR DAN KERAPATAN PETIRDENGAN LIGHTNING 2000 DAN METODE KRIGINGDI SURABAYA TAHUN 2000

IGA PUSPITASARI

Abstract


Abstrak
Wilayah Indonesia secara astronomis merupakan negara yang beriklimkan tropis, dimana potensi sambaran petir dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Surabaya adalah salah satu kota yang dikategorikan sebagai daerah rawan petir karena daerah ini mempunyai topografi dan topologi yang memungkinkan tumbuhnya awan-awan konvektif disekitar lereng pegunungan. Dalam konteks ini, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa intensitas dan kerapatan sambaran petir dan menentukan kontur intensitas sambaran petir di Surabaya pada tahun 2012 serta menunjukkan daerah mana saja di Surabaya yang memiliki tingkat kerawanan sambaran petir. Untuk mencapai tujuan tersebut maka data yang digunakan untuk dianalisa hanya data petir yang bertipe CG dan bermuatan positif saja, dimana data dengan tipe petir tersebut adalah petir yang sangat berbahaya. Pengolahan data petir dilakukan secara komputasi yaitu dengan penginputan data melalui beberapa software yakni: lightning 2000, Petir dan ArGIS yang sekaligus lengkap dengan metode kriging didalamnya. Metode kriging adalah suatu teknik perhitungan untuk estimasi dari suatu variabel terregional yang dapat menghasilkan nilai kerapatan petir dalam setiap wilayah pada daerah yang diteliti. Dari hasil penelitian dengan mengolah data-data petir tersebut menghasilkan sebuah pemetaan kontur dan kerapatan petir yang terjadi di Surabaya. Berdasarkan analisa data petir yang telah dilakukan diperoleh sebanyak 21.610 data sambaran petir yang terjadi di Surabaya tahun 2012 dengan didapatkan nilai IKL untuk daerah jawa timur sebesar 58.90% dan Surabaya dapat dikategorikan sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi terhadap sambaran petir, sedangkan untuk kerapatan sambaran petir didapatkan nilai sebesar 12/km2 yang sering terjadi pada wilayah selatan dan timur Surabaya.
Kata Kunci: Kontur, Lightning 2000, Kriging, IKL.
Abstract
Indonesian territory astronomically has climate a tropical country, where the potential for lightning strikes can threaten human survival. Surabaya is one of the cities that are categorized as lightning prone areas because these areas have topography and topology that enables the growth of convective clouds around the mountain slopes. In this context, the purpose of this study was to analyze the intensity and density of lightning strikes and determining the contours of the intensity of lightning strikes in Surabaya in 2012 and shows which areas in Surabaya, which has a severe impact of lightning strikes. To achieve these objectives, the data used for analysis only the type of CG lightning data and positively charged alone, where data with the type of lightning is very dangerous lightning. Lightning data processing computing is done by inputting data through multiple software namely: Lightning 2000, Lightning and ArGIS that once complete the kriging method in it. Kriging method is a calculation technique for estimation of a variable terregional that can produce lightning density values in each region of the area studied. From the results of research by processing data lightning produces a contour and density of lightning happened in Surabaya. Based on the analysis of lightning data that has been carried out of data obtained as much as 21.610 lightning strikes that occurred in Surabaya in 2012 with IKL values obtained for the region of East Java and Surabaya at 58.90% can be categorized as having a very high level of vulnerability to lightning strikes, while for density lightning strikes obtained a value of 12/km2 is common in the south and east of Surabaya.
Keywords : Contour , Lightning 2000, Kriging , IKL.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.