RELOKASI HIPOSENTER GEMPA BUMI UTAMA DAN GEMPA BUMI SUSULAN MENGGUNAKAN METODE MODIFIED JOINT HYPOCENTER DETERMINATION DI BALI

ANITA RAHMASARI

Abstract


Abstrak
Indonesia memiliki posisi geografis yang terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia, sehingga menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi tektonik. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas kegempan tinggi adalah Bali. Relokasi hiposenter gempa bumi telah banyak dilakukan dalam dunia seismologi. Namun, hiposenter yang diperoleh masih dianggap perlu ditingkatkan keakuratannya. Penelitian ini mempelajari relokasi hiposenter gempa bumi utama dan gempa bumi susulan dengan menggunakan metode MJHD (Modified Joint Hypocenter Determination) dengan tujuan merelokasi hiposenter gempa bumi Bali menjadi lebih akurat menggunakan metode MJHD. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan: 1) data yang diperoleh dari BMKG sebanyak 55 gempa diubah menjadi format data dalam MJHD; 2) dilakukan proses seleksi stasiun, diperoleh 74 stasiun serta data yang digunakan dalam relokasi yaitu sebanyak 10 gempa; 3) melakukan inversi menggunakan MJHD sebanyak 5 kali sehingga menghasilkan hiposenter terkoreksi yang selanjutnya dipetakan menggunakan GMT. Gempa utama sebelum relokasi terletak pada koordinat longitud 114.49, latitud -9.71, kedalaman 73 km yang mengalami perubahan kedalaman setelah relokasi yaitu dengan posisi hiposenter longitud 114.49, latitud -9.71 dengan kedalaman 73.05. Dimana hasil dari relokasi menunjukkan gempa bumi Bali tanggal 13 Oktober 20011-27 Desember 2011 mengalami perubahan hiposenter gempa yang lebih akurat dengan nilai RMS=0.017 serta menunjukkan sebaran gempa susulan yang menuju arah timur laut.
Kata Kunci: Relokasi hiposenter, gempa bumi Bali, MJHD.
Abstract
Indonesia located at the confluence of three active ground plate geographically, it makes Indonesia tobe more sensitive from tectonic earthquake. One of the most reguler pleace from earthquake is Bali. Many hipocenter relocation of earthquake study were done in seismology, but, the result must be more explore accurately. This study explore about hypocenter relocation of mainshock and aftershock of earthquake using MJHD method. The aim of this experiment is to serve hypocenter relocation of earthquake in Bali as accurately using MJHD. This experiment to do by doing this step: 1) data from BMKG in which 55 earthquakes are converted tobe MJHD format data; 2) do station selection process and 74 stations are recieved, the data that use in this relocation is 10 earthquakes; 3) do invertion by using MJHD for five times so it is gives hypocenter correction result that it will be mapping by using GMT. Location of mainshock of earthquake before relocation at longitude 114.49, latitude -9.71 coordinate, depth is 73 km that have change the depth after relocation at longitude 114.49, latitude 9.71 coordinate, and depth is 73.05 km. The result of this relocation show that the Bali’s earthquake at October 13th 2011 until December 27th 2011 have change hypocenter of earthquake is more accurately with RMS=0.017 and show that spreat of aftershock of earthquake to the northeast.
Keywords: Hypocenter relocation, Bali’s earthquake, MJHD.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.