RELOKASI HIPOSENTER GEMPA BUMI DI SULAWESI TENGAHDENGAN MENGGUNAKAN METODE GEIGER DAN COUPLED VELOCITY-HYPOCENTER

SHERLY ARDHYA GARINI

Abstract


Abstrak
Kondisi geografis pulau Sulawesi terletak pada zona pergerakan tiga lempeng tektonik besar dunia yaitu: lempeng Hindia-Australia, Eurasia dan Pasifik. Sejarah gempa bumi dan adanya patahan Palu-Koro yang berada di pulau Sulawesi menunjukkan bahwa ketepatan parameter gempa bumi sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah merelokasi hiposenter di daerah Sulawesi Tengah dengan koordinat 0,53°-1,52°LS dan 119,71°-120,12°BT. Metode yang digunakan adalah Geiger’s Method with Adaptive Damping (GAD) dan Coupled Velocity-Hypocenter Method. Data penelitian yang digunakan 42 data gempa bumi tektonik. Hasil relokasi menggunakan metode GAD secara matematis lebih baik dengan nilai RMS rata-rata 0,12 detik dibandingkan dengan metode Coupled Velocity-Hypocenter dengan nilai rata-rata RMS 0,43 detik. Hal tersebut dikarenakan formula yang digunakan untuk menentukan waktu residual yang berbeda, dimana model kecepatan pada metode Coupled Velocity-Hypocenter telah di perbaharui menggunakan persamaan Kissling. Posisi hiposenter hasil relokasi menggunakan metode Coupled Velocity-Hypocenter lebih sesuai dengan kondisi seismotektonik daerah penelitian dibandingkan dengan hasil relokasi menggunakan GAD. Hiposenter hasil relokasi menggunakan Coupled Velocity-Hypocenter sebagian besar terkonsentrasi tepat di sesar–sesar kecil yang berada di area penelitian.
Kata kunci : relokasi hiposenter, Geiger,Coupled Velocity-Hypocenter.
Abstract
Sulawesi island is geographically located in the movement zone of three tectonic plates of the world, namely : the Indian-Australia plate, Eurasian and Pasific. History of earthquake and presence of Palu-Koro fault in Sulwesi island, showed that the accuracy of earthquake parameters is very important. This study purposed to relocate hypocenter in Central Sulawesi which has coordinates of 0,53˚1,52˚S and 119,7˚120,12˚E. The method used are Geiger’s Method with Adaptive damping (GAD) and Coupled Velocity-Hypocenter Method. This study used data of 42 tectonic earthquake events. The result of the GAD relocation was mathematically better with an average RMS of 0,12 second instead of the Coupled Velocity-Hypocenter relocation with an average RMS of 0,43 second. The difference result/RMS of two methods is caused by the different formula used to calculate the residual time. Furthermore, Coupled Velocity-Hypocenter method also update velocity model by Kissling equation. The hipocenter relocation using Coupled Velocity-Hypocenter method is more appropriate with seismotectonic conditions of regional study compared with the result relocation of using GAD. Hypocenter relocation using Coupled Velocity-Hypocenter mostly concentrated in small faults in the area of research.
Keywords: hypocenter relocation, Geiger, Coupled Velocity-Hypocenter.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.