STRATEGI PEMASARAN SEKOLAH (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Pongangan Gresik)

MUFLICHA ISLAMI PUTRI

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendiskripsikan, dan menganalisis: 1) strategi pemasaran pendidikan di MI Nurul Islam Desa Pongangan  Kabupaten Gresik, 2) faktor pendukung strategi pemasaran di MI Nurul Islam Desa Pongangan Kabupaten Gresik, 3) faktor penghambat strategi pemasaran di MI Nurul Islam Desa Pongangan Kabupaten Gresik, dan 4) usaha-usaha yang dilakukan sekolah dalam mengatasi hambatan strategi pemasaran di MI Nurul Islam Pongangan Kabupaten Gresik.


Penelitian ini menggunakan kajian pustaka tentang pemasaran pendidikan, strategi pemasaran pendidikan, karakteristik lembaga pendidikan dan implikasi pemasarannya, karakteristik jasa pendidikan, serta kerja sama sekolah dengan masyarakat.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran sekolah melalui brosur, kegiatan yang produktif, serta kegiatan yang menarik. Pongangon yang menjadi kelurahan berdirinya MI Nurul Islami masih menjadi daerah utama bagi masyarakat. Program unggulan adalah image lebih maju daripada lembaga sekitar dan flexiblity MI Nurul Islam. Sekolah hanya memiliki media sosial sebagai media pemasaran. Kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan sosial agama kemasyarakat, perlombaan, dan informasi adalah kegiatan sekolah dikenal masyarakat. Dua ekstrakurikuler di MI Nurul Islami, yaitu ektrakurikuler akademik dan ekstrakurikuler non akademik. Kegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat, yaitu peringatan hari lahir MI Nurul Islami dengan berbagai kegiatan kemasyarakat, seperti bazar, jalan sehat, dan pengajian umum. Faktor pendorong strategi pemasaran sekolah, yaitu harlah, perayaan idul adha, pembagian zakat, dan pengajian umum. Program daya tarik baik kegiatan yang bersifat keagamaan dan ekstrakurikuler. Hambatan strategi pemasaran MI Nurul Islam adalah etika sosialisai di TK, kompetitif sekolah lain, dan image negatif MI Nurul Islam. MI Nurul Islam tidak pernah memiliki riwayat bahwa siswa-siswinya pernah tidak naik kelas. Hal yang membuat pandangan masyarakat tidak positif terhadap MI Nurul Islami karena jika ada anak tidak naik kelas. Sejauh ini masih belum pernah ada siswa yang didroup out dari MI Nurul Islami. Hal yang membuat sekolah kurang diminati oleh masyarakat, di antaranya: image yang buruk, persaingan dengan sekolah lain di sekitar, kekhawatiran orang tua yang orientasi menyekolahkan ke SMP. Setiap tahun, jumlah siswa dan siswi baru selalu meningkat. Usaha sekolah dalam hambatan pemasaran: menginformasikan ke masyarakat tentang perubahan positif, kegiatan rutin kemasyarakatan, dan keunggulan sekolah melalui beberapa kegiatan. Menghadapi persaingan sekolah, MI Nurul Islam telah melakukan beberapa pembaharuan dalam kegiatan seperti jalan sehat bersama warga dan bazar yang belum dilakukan tahun lalu. Kepala sekolah memberi contoh positif, kekrabanwarga sekitar sekolah, kepala sekolah mengenalkan program unggulan sekolah.


Kata kunci: strategi pemasaran sekolah, madrasah ibtidaiyah


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.