BUDAYA LITERASI DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 5 SURABAYA

DESI NOVITASARI

Abstract


Abstrak


Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar Indonesia. Kesuksesan penyelenggaraan gerakan literasi sekolah tidaklah lepas dari adanya suatu proses manajemen yang baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan yang dilakukan dalam rangka membangun budaya literasi di SMA Negeri 5 Surabaya dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian di SMA Negeri 5 Surabaya menunjukkan bahwa (1) perencanaan kegiatan literasi dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : analisis lingkungan internal dan eksternal, menentukan tujuan, membuat rencana kegiatan, menyusun strategi, menetapkan indikator capaian serta menentukan sumber daya yang dibutuhkan, (2) proses pengorganisasian dilakukan dengan membentuk TIM literasi yang di sah kan melalui SK Kepala Sekolah pada tahun 2013, (3) penggerakan dilakukan dengan memberikan sosialisasi, motivasi serta penghargaan kepada anggota (siswa dan guru), sedangkan (4) proses pengawasan meliputi dua hal utama yaitu monitoring dan evaluasi. Monitoring dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan program sedangkan evaluasi digunakan untuk mengukur ketercapaian program. Keempat proses manajemen tersebut telah dapat dilaksanakan secara optimal dalam mendukung ketercapaian program literasi di SMA Negeri 5 Surabaya. Meningkatnya kemauan dan kemampuan membaca siswa di sekolah merupakan salah satu wujud dari ketercapaian itu.


Kata Kunci: manajemen, pendidikan, literasi dan budaya 


 


LITERACY CULTURE FROM EDUCATIONAL MANAGEMENT PERSPECTIVE IN SMA NEGERI 5 SURABAYA


Abstract


School literacy movement is an effort made by the government to build a culture of reading and writing among Indonesian students. Successful implementation of school movement is not separated from the existence of a good management process. The purpose of this study is to explain and analyze the process of planning, organizing, actuating and controlling  to build a literacy culture in SMA Negeri 5 Surabaya with a qualitative approach. Data collection techniques is an interviews, observation and documentation studies. Data analysis techniques use data condensation, data display and conclusion drawing/verification. The result of research in SMA Negeri 5 Surabaya shows that (1) planning of literacy activity is done through several stages : internal and external environment analysis, set goals, making activity plan, strategy compile, establishing indicator of achievement and determining the needed resources, (2) the process of organizing is done by forming the literacy team which is valid through the Principal Decree in 2013, (3) the actuating is done by giving socialization, motivation and awards to the members (students and teachers), while (4) controlling process includes two main things : monitoring and evaluation. Monitoring is done to oversee the implementation of the program while the evaluation is used to measure program achievement. The four management processes have been implemented optimally to support literacy program chievement in SMA Negeri 5 Surabaya. Increasing the willingness and ability to read students in school is one manifestation of that achievement.


Keywords: management, education, literacy and culture


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.