Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII Dan VIII Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang

Irsan Amal

Abstract


Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII Dan VIII Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang


 


Irsan Amal


Jurusan Manajemen Pendidikan, FIP, UNESA


 e-mail: irsanamal@gmail.com


Nunuk Hariyati


Jurusan Manajemen Pendidikan, FIP, UNESA


e-mail: nunukhariyati@unesa.ac.id


 


Abstrak


Sekolah merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Guru dalam proses belajar sangat berperan penting dalam mempengaruhi motivasi dan membentuk perilaku siswa. Motivasi belajar memegang peran penting dalam memberi gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar. Proses belajar akan berlangsung dengan baik apabila didukung oleh guru yang memiliki kompetensi kinerja guru yg tinggi.  Motivasi belajar siswa timbul karena dua faktor, yaitu baik yang berasal dari dalam diri (faktor intrinsik) dan dari lingkungan (faktor ekstrinsik). Kinerja guru merupakan kemampuan yang mendasari sikap, dan motivasi dalam menghasilkan suatu pekerjaan. Kinerja guru adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh guru dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaannya, kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai sesuai yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap motivasi berlajar pada siswa kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan  menggunakan angket dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 110 siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang. Data dianalisis menggunakan uji asumsi. Sedangkan untuk uji hipotesisnya menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi kinerja guru terhadap motivasi belajar sebesar 0,000 (p<0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,460 dan data berdistrubusi normal. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar pada siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang.


Kata Kunci: Kinerja Guru, Motivasi Belajar.


 


The Influence of Teacher’s Perfomance Towards Learning Motivation in Student 7th and 8th Grade of Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang


 


Irsan Amal


Jurusan Manajemen Pendidikan, FIP, UNESA


 e-mail: irsanamal@gmail.com


Nunuk Hariyati


Jurusan Manajemen Pendidikan, FIP, UNESA


e-mail: nunukhariyati@unesa.ac.id


 


Abstract


Education is a strategic means in order to improve Indonesian’s quality. Teacher in this process have an important role in order to influence students motivation and behavior establishment. Learning motivation take a responsibility to students for give them desires, efforts, and joy in learning. The Learning process will be held well if it supported by teachers who have a good competences and high performances. Students learning motivation appear because of two factors, which it comes from inside them (called intrinsic factors) and come from their environments (called extrinsic factors). The teachers performance is an ability that be shown by them in implementation of work. The performance can be called ‘good’ and ‘satisfy’ if the aims of learning activity progress that be reached according what have been planned before.  This research has aim to knowing about the influence of teachers performance toward learning motivation of VII and VIII grade’s studens on Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang. The method that be used in this research in quantitative method). The collecting data method in research used the saturation sampling technique and the subject was 110 students from Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang. The data analyze in this research used simple liniear regression test. The result of analyze showed that significancy value the teacher’s performance toward learning motivation as 0,000 (p<0,05) with value coeficiency correlation 0,460 and distribution data normal. The result proves that there is an influence between teacher’s performances toward learning motivation significantly.


Keywords: Teacher’s Performance, Learning Motivation.






PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. Kesempatan seseorang dalam mendapatkan pendidikan seharusnya dapat memperbaiki dan meningkatkan sumber daya manusia di Negara ini.  Pendidikan bisa ditempuh dengan cara sekolah, hal tersebut dikarenakan pendidikan merupakan segala usaha untuk membina kepandaian, menambah wawasan, keterampilan dan mengembangkan kesempurnaan manusia baik jasmani maupun rohani yang berlangsung seumur hidup baik di dalam maupun di luar sekolah. Menurut (UU Sisdiknas, 2003: 3) menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadiannya, kecerdasannya, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan Negara.


Seorang siswa akan berhasil dalam meraih prestasi belajarnya membutuhkan beberapa faktor dan komponen seperti tersedianya kurikulum yang memadai, adanya motivasi belajar peserta didik yang tinggi dalam menuntut ilmu. Proses belajar mengajar seorang siswa akan berhasil dalam belajar apabila dalam dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar, keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. Motivasi merupakan faktor penting dalam kegiatan belajar, adanya motivasi diharapkan dapat memperoleh hasil yang memuaskan dalam setiap kegiatan pembelajaran.


Motivasi belajar siswa memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap keberhasilan proses belajar maupun hasil belajar. Menurut Ormod (2003: 368-369) mengemukakan bahwa motivasi memiliki pengaruh terhadap perilaku belajar siswa, yaitu motivasi mendorong meningkatnya semangat dan ketekunan dalam belajar. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberi gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar. Sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi, energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar dan pada akhirnya akan mampu memperoleh prestasi yang lebih baik. Slameto (2003: 97) mengemukakan bahwa guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila didukung oleh guru yang mempunyai kompetensi dan kinerja guru yang tinggi. Guru dalam proses pembelajaran membantu siswa untuk menerima maupun mengembangkan materi pelajaran yang sudah disampaikan, jika hal tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka tugas dan kewajiban guru dapat dikatakan berhasil, dan salah satu keberhasilan tersebut bisa dilihat dari prestasi belajar siswa, permasalahan dalam peningkatan prestasi belajar siswa juga tergantung pada kinerja guru dalam mengajar.


Depdiknas (2004: 11) mengemukakan bahwa kinerja guru merupakan suatu kemampuan guru untuk mendemonstrasikan berbagai kecakapan dan kompetensi yang dimilikinya, esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau kompetensi yang dimilikinya dalam dunia kerja yang sebenarnya. Guru yang mempunyai kinerja yang baik akan mampu menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa yang lebih baik, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, sedangkan guru yang mempunyai kinerja yang kurang baik, akan menurunkan semangat dan motivasi belajar siswa menjadi menurun. Guru dalam proses pembelajaran sangat berperan penting dalam mempengaruhi motivasi dan membentuk perilaku siswa.  Guru menetapkan harapan yang lebih jelas bagi siswa dengan menjelaskan tujuan, kekhasan, dan keunggulan masing-masing konteks pembelajaran (Sharpe, dkk. dalam Raisyifa & Sutarni: 95).


Berdasarkan studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan di MTs Nurul Iman Dempok Jombang, peneliti telah melakukan wawancara pada siswa kelas VII dan VIII. Hasil wawancara dengan ketiga partisipan dengan inisial DA, LF, dan IA (perempuan) yaitu pasrtisipan mengatakan bahwa ia tidak menyelesaikan tugas sekolah ketika ia pulang sekolah, ia lebih memilih untuk menunda untuk mengerjakan tugas tersebut, dan ketika besok ada pengumpulan tugas, DA, LF, dan IA mengerjakan tugas tersebut dimalam harinya.


Siswa kelas VII yang berinisial AA dan VM (laki-laki), mengatakan bahwa terdapat guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan tidak menyenangkan, hal tersebut membuat siswa menjadi bosan dan memilih untuk tidur. Wawancara lain pada siswa kelas VIII yang berinisial NS dan FD (perempuan), mengatakan bahwa ketika pulang sekolah, ia tidak pernah mengulang materi yang telah diajarkan oleh guru, ia juga tidak melengkapi catatan sebagai bahan untuk belajar agar mendapat nilai yang baik Partisipan juga mengatakan ketika ada tugas rumah ia tidak mengerjakan tugas sendiri, melainkan ia meminta jawaban dari teman-temannya.


Fenomena diatas, dapat disimpulkan bahwa subjek dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VII dan VIII MTs Nurul Iman Dempok Jombang belum memiliki motivasi belajar yang cukup, padahal dalam pendidikan seorang siswa harus memiliki motivasi belajar yang tinggi untuk menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan, mencapai cita-cita dan keinginannya di masa depan.


Berdasarkan pemaparan latar belakang dan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti “Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII dan VIII MTs Nurul Iman Dempok Jombang.


 


METODE


Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar pada siswa MTs  Nurul Iman Dempok Jombang. Terdapat dua variabel dalam penelitian yang terangkum dalam rancangan penelitian sebagaimana digambarkan sebagai berikut :


 







Kinerja Guru







 







Motivasi Belajar







 


 


 


                X                                                             Y


 


Populasi dalam penelitian ini berjumlah 110 siswa . Penelitian ini menggunakan metode teknik sampling jenuh. Instrument dalam penelitian ini terdapat dua angket yaitu angket Kinerja Guru dan Motivasi Belajar. Angket tersebut akan diuji cobakan kepada 30 siswa kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah Tanjung Anom Jombang.


Instrument penelitian yang digunakan adalah skala kinerja guru dan skala motivasi belajar. Skala kinerja guru disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK (2008:22-26) sedangkan skala motivasi belajar disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan menurut Pintrich, dkk (1990). Penelitian ini menggunakan teknik analisis linier sederhana yang bertujuan untuk melihat sejauh mana arah dan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Analisis yang digunakan sebelum melakukan uju regresi linier sederhana yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas, dan uji hipotesis.


 


HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil


Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa ada pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar pada siswa MTs Nurul Iman Dempok Jombang. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) artinya kedua variabel tersebut memiliki hubungan signifikan. Besaran hubungan antara kinerja guru dan motivasi belajar memiliki koefisien sebesar 37,733 yang artinya jika ada kenaikan 1 tingkat pada kinerja guru, maka dapat meningkatkan motivasi belajar sebesar 37,733, dan sebaliknya jika kinerja guru mengalami penurunan 1 tingkat, maka motivasi belajar akan mengalami penurunan sebesar 37,733. Besaran nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,328 artinya variabel kinerja guru (X)  memberikan kontribusi terhadap variabel motivasi belajar (Y) sebesar 33%, sedangkan sisanya 67% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur oleh peneliti.


 


Pembahasan


Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan pada variabel kinerja guru dengan motivasi belajar. Persamaan regresi pada penelitian ini membuktikan bahwa hubungan antara kinerja guru dengan motivasi belajar bersifat positif, artinya semakin tinggi kinerja guru, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa kelas VII dan VIII di MTs Nurul Iman Dempok Jombang begitupun sebaliknya. Semakin rendah kinerja guru, maka semakin rendah motivasi belajar siswa kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Dempok Jombang. Penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa mutu pendidikan yang dinilai dari prestasi belajar peserta didik sangat ditentukan oleh guru, permasalahan dalam prestasi belajar siswa juga tergantung pada kinerja guru dalam mengajar (menurut Supriadi dalam Supardi, 2013:7).


Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wardani (2013) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kinerja guru dengan motivasi belajar siswa, artinya semakin tinggi kinerja guru maka motivasi belajar juga akan semakin tinggi ataupun sebaliknya, semakin rendah kinerja guru maka motivasi belajar juga akan semakin menurun. Seorang guru wajib membantu siswa dalam menerima maupun mengembangkan materi pelajaran yang sudah disampaikan, karena semakin tinggi kualitas guru akan diikuti oleh peningkatan motivasi belajar siswa.


Menurut Slameto (2010:132), ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan intelektual siswa diantaranya faktor fisik, faktor emosional, dan faktor motivasi. Faktor pendorong atau penyemangat belajarsetiap siswa tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Terdapat siswa yang sudah terbiasa harus belajar karena sudah menjadi kebutuhan, namun juga terdapat siswa yang harus mendapatkan motivasi belajar dari guru agar siswa tersebut mempunyai keinginan dalam belajar. kewajiban seorang guru untuk memastikan setiap siswanya memahami setiap materi yang diajarkan.


Setiap siswa memiliki motivasi tersendiri dalam belajar, bahkan beberapa siswa tidak memiliki motivasi sehingga siswa tersebut tidak mempunyai keinginan untuk belajar. Hal tersebut, guru memiliki peran penting untuk membantu menumbuhkan motivasi pada siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah.


         Menurut Rusman (2013:50) menjelaskan bahwa kinerja guru dalam proses pembelajaran yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran dan menilai hasil belajar. Pada penelitian ini kinerja guru memang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa MTs Nurul Iman Dempok Jombang, namun ada variabel lain yang juga dapat mempengaruhi motivasi belajar pada siswa tersebut. Adapun variabel lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar yaitu kondisi lingkungan siswa. Lingkungan dapat merubah motivasi belajar siswa, seperti lingkungan tempat tinggal bisa mempengaruhi pergaulan seseorang yang menyebabkan proses belajarnya terhambat. Selain itu, ancaman dari teman bisa bisa saja mengganggu proses belajar siswa.


 


PENUTUP


Simpulan


Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka ditarik kesimpulan bahwa nilai koefisien korelasi regresi sederhana yang ditunjukkan dalam penelitian ini sebesar 0,000 yang berarti bahwa kinerja guru memiliki nilai yang signifikan terhadap motivasi belajar. Hasil yang ditunjukkan dalam Penelitian ini bersifat positif, artinya semakin tinggi kinerja guru maka semakin tinggi motivasi belajar. Begitu pala sebaliknya, semakin rendah kinerja guru maka semakin rendah motivasi belajar. 


 


Saran


Kesimpulan beberapa hal untuk dijadikan saran bagi: 



  1. Kepala Sekolah


Hendaknya selalu mengevaluasi kinerja para guru. Dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja guru yang dilakukan oleh para guru tersebut, diharapkan guru menjadi lebih mampu dalam meningkatkan kinerja yang dimilikinya, serta dapat memperbaiki kekurangan yang ada dalam kegiatan proses belajar mengajar.



  1. Guru


Hendaknya guru melakukan evaluasi terhadap kinerja yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi terhadap hasil kerja yang dilakukannya tersebut, diharapkan guru menjadi lebih mampu dalam meningkatkan kinerja yang dimilikinya, serta dapat memperbaiki kekurangan yang ada dalam kegiatan proses belajar mengajar.



  1. Peneliti Selanjutnya


Hendaknya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar.


 


DAFTAR PUSTAKA


Depdiknas. (2004). Pengembangan Perangkat Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Ditjen Dikti, Bagian Proyek P2TK.


Direktorat Tenaga Kependidikan. (2008). Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan.


Ormod, J. E. (2003). Educational Psychology, Developing Learners. (4d ed.). Merrill: Pearson Education, Inc.


Pintrich, R., & DeGroot, E. (1990). Motivational and Self-Regulated Learning Components of Classroom Academic Performance. Jurnal Of Education Psychology, 82 (1), 33-40.


Raisyifa, D. N & Sutarni, N. (2016). Pengaruh Kinerja Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1) 94-103.


Rusman. (2013). Model-model pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.


Supardi. (2013). Kinerja Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Wardani, V. P. (2013). Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Anak Kelompok B Sekolah Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Se Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Skripsi (online). (http://eprints.uny.ac.id/15165/PRISKILLA%20SKRIPSI.pdf, diakses pada 15 November 2016).


 


 


 


 


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.