PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA GURU DI TK TUNAS ADIPURA SURABAYA

NAJAHAN IRTIQO

Abstract


PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA GURU DI TK TUNAS ADIPURA SURABAYA 


 


Najahan Irtiqok


Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya


najahanirtiqokunesa@gmail.com


Karwanto


Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya


karwanto@unesa.ac.id


 


Abstrak


Abstrak: Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus bisa menjalin kerjasama yang baik dengan orang-orang yang menjadi rekan kerja atau bawahannya. Peran dari kepala sekolah dapat berupa pemberian motivasi  untuk menumbuhkan semangat kerja dalam diri guru sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pemberian motivasi kepada guru-guru di TK Tunas Adipura Surabaya; (2) strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kinerja guru di TK Tunas Adipura Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik untuk mengecek keabsahan data dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Sedangkan teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pemberian motivasi kepada guru-guru di TK Tunas Adipura Surabaya: (a) kualifikasi kepala sekolah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional; (b) sistem perekrutan kepala sekolah ada dua tahapan yaitu seleksi administrasi dan seleksi wawancara; (c) memberikan konsultasi kepada guru, memberikan motivasi untuk guru dan staf, memberikan supervisi kinerja dan kelas. (2) strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kinerja guru di TK Tunas Adipura Surabaya meliputi: (a) pengadaan program kegiatan guru seperti diklat, seminar, dan gathering teacher; (b) kendala yang dihadapi dalam kegiatan peningkatan motivasi yaitu kedisiplinan guru masih kurang dalam mengikuti serangkaian kegiatan dari kepala sekolah; (c) kurangnya sarana prasarana penunjang pembelajaran. (3) efektivitas adanya program kegiatan dari kepala sekolah salah satunya yaitu salah satu dari guru menjadi guru teladan se kecamatan.


Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, motivasi guru.


 


 


THE ROLE OF LEADERSHIP IN MOTIVATE TEACHERS WORK IN KINDERGARTEN TUNAS ADIPURA SURABAYA


Abstract


Abstract : Principals as educational leaders should be able to establish good cooperation with people who become partners of subordinates, to be able to carry out the task. The role of the principal may be to provide motivation to foster morale within the teacher, so as to achieve maximum learning outcomes.This research aims were to know and describe: (1) The role oh headmaster leadership in giving motivating to teachers in kindergarten Tunas Adipura Surabaya; (2) The strategy headmaster to improve the quality of graduates in kindergarten Tunas Adipura Surabaya. This research used qualitative approach. Technique of data collection by using interview, observation, and documentation study. To check the validity of data by using credibility, transferability, dependability, and confirmability. Whereas, to analyze the data by using data reduction, data presentation, and data verification. The research result shown that: (1) The role of headmaster leadership in giving motivating to teachers in kindergarten Tunas Adipura Surabaya consist of: (a) qualification of the principal in accordance with the Minister of National Education Regulation; (b) the headmaster recruitment system there are two stages that is selection of administration and interview selection; (c) providing consultation to teachers, motivating teachers and staff, performance supervision and class supervision.(2) The strategy headmaster in giving motivating to teachers in kindergarten Tunas Adipura Surabaya consist of: (a) the procurement of teacher activity programs such as training, seminars, and gathering teacher; (b) obstacles encountered in motivation improvement activities the discipline of teachers is still lacking in following a series of events from the principa; (c) lack of supporting learning infrastructures; (c) the effectiveness of an activity program from the principal one of which is one the teachers became the mode teacher of a district.

Keywords: principal leadership, teacher motivation


 





PENDAHULUAN


Sekolah sebagai organisasi pendidikan, didalamnya terdapat unsur-unsur yang masing-masing memiliki peran penting. Baik secara perseorangan maupun kelompok dalam melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan dilakukannya pendidikan. Unsur-unsur yang dimaksud adalah SDM, yang terdiri dari kepala sekolah, Guru, staf, anak didik atau anak didik serta orang tua anak didik. Tanpa memandang sebelah mata peran unsur-unsur lain dalam organisasi sekolah, kepala sekolah dan guru merupakan personil internal yang mempunyai peran penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah.


Keberhasilan proses pembelajaran dan kualitas lulusan/Output, tidak lepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah, karena kepala sekolah sebagai seorang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memimpin sekolah, serta bertanggungjawab atas tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah diharapkan mampu menjadi pemimpin serta motivator sehingga mampu memberikan inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan penyelenggaraan proses pendidikan dan proses pembelajaran sebagai usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, kepemimpinan kepala sekolah merupakan unsur yang sangat signifikan bagi keberhasilan pendidikan di sekolah.


Kepala sekolah sebagai top manajer atau pemimpin pendidikan, diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik untuk dapat mempengaruhi bawahannya, khususnya guru sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidik. Peran yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai seorang pemimpin terdiri dari: a. Sebagai pelaksana (Executive), b. Sebagai perencana (planner), c. Sebagai seorang ahli (expert), d. Sebagai pemberi motivasi (motivator), e. Sebagai pengawas hubungan antar hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship), f. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator), g. Bertugas sebagai konsultan, h. Pengambil keputusan, i. Penentu kebijakan, j. Melakukan supervisi (supervisor), k. Melakukan evaluasi (evaluator) dll. Setiap usaha perubahan pendidikan yang dilakukan kepala sekolah yang bertujuan untuk perbaikan kualitas atau mutu pendidikan, hendaknya dilakukan melalui perencanaan dan evaluasi kelompok.


Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus bisa menjalin kerjasama yang baik dengan orang-orang yang menjadi rekan kerja atau bawahannya, untuk dapat melaksanakan tugas tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui pemberian motivasi pada rekan kerja atau bawahannya. Sebagai seorang pimpinan, memotivasi bawahab merupakan salah satu tugas utama bagi seorang pemimpin. Kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk mengetahui bagai mana caranya untuk menumbuhkan motivasi dari luar (ekstrinsik) pada guru, tetapi juga harus dapat mengajak guru untuk dapat menumbuhkan motivasi dalam diri sendiri (Intrinsik). Pemberian motivasi tersebut, bertujuan untuk menumbuhkan semangat kerja dalam diri guru, demi tercapai tujuan sekolah untuk dapat mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.


Guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena guru sebagai fasilitator terselenggaranya proses pembelajaran. Oleh karena itu, motivasi dari dalam diri guru maupun dari luar sangat berpengaruh untuk meningkatkan kualitas lulusan, dikarenakan guru yang terlibat langsung dalam pembelajaran.


Data dari humas Dinas Pendidikan kota Surabaya tahun 2013 pada saat melakukan sosialisasi program gugusan PAUD, Surabaya memiliki lembaga PAUD sebanyak 2.598 lembaga yang terdiri dari TK, KB, PPT dan TPA. Jumlah gugus PAUD yang ada di Surabaya mencapai 207 gugus. Salah satunya adalah TK Tunas Adipura. TK Tunas Adipura yang terletak di Jalan Wonorejo III No. 9 Kecamatan Tegalsari –Surabaya. Berdiri sejak tahun 2007.


TK Tunas Adipura diasuh oleh orang-orang yang berpengalaman di dunia pendidikan, yaitu  ketua yayasan H. Saiful Askar, sekertaris yayasan , bendahara yayasan , sie pendidikan dan humas , serta sie sosial . Sejak TK Tunas Adipura berdiri hingga saat ini, yang menjadi Kepala sekolah adalah Ibu Tjahyu Wiwit, Sp.d, yang mengutamakan prinsip keikhlasan dari guru-guru di dalam mendidik dan membimbing anak didik, yang bertujuan agar semua hal yang dilakukan dalam proses pembelajaran tidak menjadi beban dan dapat memberi hasil yang maksimal. TK Tunas Adipura memiliki tenaga pengajar/guru yang berjumlah 13 orang.


TK Tunas Adipura mengedepankan pendekatan keteladanan dan kasih sayang di dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan potensi anak didik dapat berkembang secara optimal. Model pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan construktivistik dengan model pembelajaran yang aktif, kreatif, efisien dan menyenangkan. Serta “learning by doing” , anak didik diajak belajar mengenai kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah. Tempat belajar di TK Tunas Adipura dikontruksikan dalam bentuk rumah, yaitu ada kamar tidur, dapur, ruang belajar, ruang tamu, ruang bermain, dan kamar mandi. Dengan begitu diharapkan anak didik akan terbiasa belajar mengenali dan melakukan berbagai hal untuk melatih kemandirian dan tanggungjawab dalam dirinya.


.Berdasarkan studi pendahuluan, menurut kepala sekolah Tunas Adipura anak didik lulusan dari TK Tunas Adipura, sebagian besar belum cukup umur, namun kemampuan membaca dan menulisnya tidak jauh berbeda dengan anak didik yang usianya berada diatanya. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan anak didik untuk membaca dan menulis yang masuk dalam kategori baik, anak didik mampu membaca majalah atau koran.menurut kepala SD di lingkungan Wonorejo yang mempunyai anak didik yang berasal dari TK Tunas Adipura, sebagian besar anak didik lulusan dari TK Tunas Adipura memiliki persiapan untuk masuk sekolah dasar (SD).


Hal ini menunjukkan bahwa lulusan TK Tunas Adipura mempunyai kualitas yang baik karena sudah sesuai dengan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) pada jenjang pendidikan dasar yang bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Berdasarkan analisis dari deskripsi diatas, peneliti perlu melakukan penelitian mengenai “Peran Kepemimpinan Kepala sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Guru Di TK Tunas Adipura Surabaya”.


 


METODE


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Rancangan studi kasus menurut Yin (2011:1) menyatakan bahwa:


Secara umum studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how atau why, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-periatiwa yang akan diselidiki, dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) didalam konteks kehidupan nyata.


Lokasi penelitian di TK Tunas Adipura Surabaya  dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Dalam pandangan ini analisis data kualitatif  berjalan secara terus menerus, berulang sampai data tersebut jenuh  (Miles, et al, 2014:33)selama dalam kurun waktu 2 bulan. Kehadiran seorang peneliti merupakan kunci utama dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai human instrument karena peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian  kualitatif. Uji keabsahan data pada penelitian ini menurut Moeloeng (2012:324) pengecekan keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas, dan konfirmabilitas.


 


HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini menghasilkan terkait dua fokus utama yaitu peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kinerja guru di TK Tunas Adipura  Surabaya dan strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kinerja guru di TK Tunas Adipura Surabaya.



  1. 1.    Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Guru di TK Tunas Adipura Surabaya 


Hasil temuan peneliti di TK Tunas Adipura Surabaya  terkait peran kepala sekolah dalam memotivasi kinerja guru yaitu Kualifikasi kepala sekolah di TK Tunas Adipura yaitu harus berstatus sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikast pendidikan sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikat kepala TK/RA yang telah diterbitkan, kemudian masa kerja lebih dari 5 tahun. Kemudian kemampuan dan kreativitas dalam mengajar. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Dalam melaksanakan perannya kepala sekolah TK Tunas Adipura Surabaya sudah memnuhi standar dalam kompetensi professional, kompetensi wawasan kependidikan dan manajemen, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial. Hal tersebut dibuktikan dengan serangkaian kegiatan kepala sekolah, diantaranya:



  1. Menyusun perencanaan sekolah

  2. Mengelola kelembagaan sekolah

  3. Menerapkan kepemimpinan dalam pekerjaan

  4. Mengelola tenaga kependidikan

  5. Mengelola sarana dan prasarana

  6. Mengelola hubungan sekolah/masyarakat

  7. Mengelola keanak didikan

  8. Mengelola perkembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar

  9. Mengelola ketatausahaan dan keuangan sekolah

  10. Menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan

  11. Menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif

  12. Melakukan supervisi

  13. Melakukan evaluasi dan pelaporan.


 


Kemudian untuk sistem perekrutan ada dua tahap seleksi, pertama, seleksi administrasi dimana dalam seleksi ini mengenai persyaratan yang harus dipenuhi kepala sekolah. Kedua, seleksi interview. Dalam tahap interview  ini guru akan ditanya oleh ketua yayasan bagaimana visi misi untuk sekolah ini dan juga unjuk kemampuan yang dimiliki.  Menurut Rosmiati dan Kurniady (2009:141), Fungsi utama kepala taman kanak-kana sebagai pemimpin pendidikan adalah menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan kondusif, sehingga proses pembelajaran menjadi maksimal. Berdasarkan definisi tersebut, kepala sekolah taman kanak-kanak sebagai pemimpin pendidikan mempunyai fungsi ganda dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan, yaitu sebagai pelaksana administrasi dan melakukan sepervisi, sehingga kemampuan guru-guru dalam proses pembelajaran meningkat. Selain memiliki kemampuan seorang vuru juga harus memiliki motivasi tersendiri untuk dapat meningkatkan kinerjanya. Sebagaimana menurut menurut para pakar pesikologi, Murphy & Alexander, Pintrich, Schunk dan Stipek dalam Mujito dan Satiningsih (2006:62) menyatakan bahwa:


Motivasi adalah whats gets you going, keeps, anda berbuat, membuat anda tetap berbuat dan menentukan arah ke mana yang hendak anda perbuat.


 


Para pendidik di TK Tunas Adipura mayoritas sudah memiliki kemampuan yang memadai, namun juga masih ada pendidik yang tidak melakukan pengembangan untuk meningkatkan kreativitas dalam kinerjanya, misalnya guru hanya menggunakan media pembelajaran monoton sehingga dilihat dari sisi kreativitasnya masih kurang. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Yunus (2007:45) mengemukakan bebrapa faktor dalam pekerjaan yang dapat mempengaruhi kerja individu sebagai berikut: a) rasa aman, yaitu adanya kepastian untuk memperoleh pekerjaan tetap; b) kesempatan untuk maju, yaitu adanya kemungkinan untuk maju, naik tingkat, memperoleh kedudukan dan keahlian; c) tipe pekerjaan, yaitu adanya pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, bakat, dan minat; d) nama baik tempat kerja, yaitu sekolah yang memberikan kebanggaan karyawan bila bekerja di sekolah tersebut; e) rekan kerja, yaitu rekan kerja yang cocok untuk kerjasama; f) upah, yaitu penghasilan yang diterima, g) supervisor, yaitu pemimpin yang mempunyai hubungan baik dengan bawahannya, mengenal bawahannya, dan mempertimbnangkan pendapat yang dikemukakan oleh bawahannnya; h) jam kerja, yaitu jam kerja yang teratur atau tertentu dalam sehari; i) kondisi kerja, yaitu kebersihan tempat kerja, suhu, ruanagan  kerja, dan sebagainya; j) fasilitas, kesempatan cuti, jaminan kesehatan, pengobatan, dan sebagainya.


Kemudian untuk mengatasi permasalahan tersebut, sangat diperlukan peran dari kepala sekolah. Menurut Rivai, Veithzal dan Deddy Mulyadi (2011:156-157) agar kepemimpinan tersebut dapat berperan perlu diperhatikan hal sebagai berikut:



  1. Bahwa yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan seseorang bukan pengangkatan atau penunjukkannya selaku “kepala”, akan tetapi penerimaan terhadap kepemimpinan yang bersangkutan.

  2. Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang.

  3. Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk membaca situasi.

  4. Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja melainkan melalui proses pertumbuhan dan perkembangan.


 


Begitu juga kepemimpinan di TK Tunas Adipura yang dipimpin oleh Ibu Tjahyu Wiwit, SP.d, yang mengutamakan prinsip keikhlasan dari guru-guru di dalam mendidik dan membimbing anak didik, yang bertujuan agar semua hal yang dilakukan dalam proses pembelajaran tidak menjadi beban dan dapat memberi hasil yang maksimal. Selain itu beliau juga memberikan konsultasi bagi guru-guru yang dapat membantu mereka memecahkan permasalahan mereka. Kemudian pengadaan program kegiatan untuk guru dalam rangka meningkatkan motivasi kinerja seperti workshop, diklat, dan gathering teacher. Hal tersebut dimaksudkan agar guru dapat berinovasi dan berkreasi dalam pembalajaran. Hal tersebut sesuai dengan fungsi utama kepala taman kanak-kanak sebagai pemimpin pendidikan adalah menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan kondusif, sehingga proses pembelajaran menjadi maksimal. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Rosmiati dan Kurniady (2009:141).


Berdasarkan pemaparan data diatas dapat disimpulkan bahwa kepala TK memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan dan mengelola pendidikan di sekolah. Selain itu, kepala taman kanak-kanak sebagai pemimpin pendidikan mempunyai fungsi ganda dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan, yaitu sebagai pelaksana administrasi dan melakukan sepervisi, sehingga kemampuan guru-guru dalam proses pembelajaran meningkat. Seorang akan berhasil dengan baik menjalankan tugasnya apabila ia memahami tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.sebagai pemimpin, kepala taman kanak-kanak harus bisa membantu guru untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pendidikan, membantu guru dalam mengevaluasi program pendidikan dan penilaian hasil belajar anak didik. Mendorong guru untuk dapat mengembangkan metode pembelajaran serta menyertakan guru dalam kegiatan pelatihan untuk mengembangkan kemampuannya. TK Tunas Adipura Surabaya memiliki kualifikasi khusus untuk merekrut kepala sekolah yaitu harus berstatus sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikast pendidikan sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikat kepala TK/RA yang telah diterbitkan, kemudian masa kerja lebih dari 5 tahun. Kemudian kemampuan dan kreativitas dalam mengajar. Kemudian sistem perekrutannya ada dua tahap seleksi administrasi dan tahap wawancara. Kemudian dalam rangka meningkatkan motivasi kinerja guru, kepala taman kanak-kanak membuat beberapa program kegiatan untuk guru. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan kualitas pendidik dan mencapai tujuan untuk keberhasilan pendidikan di TK Tunas Adipura Surabaya.


 


2. Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Guru di TK Tunas Adipura Surabaya


Motivasi sangat penting dimiliki oleh seorang pengajar, karena dengan adanya motivasi dari dalam dirinya sendiri akan berpengaruh terhadap kinerja yang akan dilakukannya. Sehingga penting bagi kepala taman kanak-kanak untuk dapat membangkitkan motivasi intrinsik dalam diri guru. Kepala sekolah taman kanak-kanak harus berusaha agar guru merasa nyaman dan tidak merasa takut dengan pimpinannya. Sehingga apabila guru mengalami kesulitan dalampembelajaran, guru bisa berkonsultasi dengan kepala taman kanak-kanak sebagai manajer sekolah.


Mujito dan Satiningsih (2006:97) mengungkapkan bahwa motivasi untuk membangkitkan prilaku terdiri dari dua macam, yaitu :



  1.  Motivasi intrik mempunyai sumber dorongan dari dalam diri individu yang bersangkutan.

  2. Motivasi ekstrinsik mempunyai sumber dorongan dari luar.


Dari berbagai penelitian dalam Mujito dan Satiningsih (2006:97) menunjukkan bahwa motivasi intrisik lebih kuat dan lebih tahan lama bila dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik, dikarenakan berasal dari dalam diri individu sendiri. Namun demikian, motivasi ekstrinsik juga bisa menjadi efektif karena tidak selalu bersifat ekstrinsik.


Dalam peningkatan motivasi guru tersebut, kepala sekolah TK Tunas Adipura Surabaya mengadakan beberapa program penunjang untuk guru diantaranya diklat, seminar, dan gathering teacher. Setiap program dilaksanakan setiap satu bulan sekali.. Tujuannya agar guru saling share bagaimana cara mengajar serta permasalahan yang dihadapi agar guru lain juga memberikan masukan kepada guru tersebut. Adapun kendala yang dihadapi kadang ada guru yang tidak datang dalam seminar tersebut, kemudian supervisi dari kepala sekolah masih kurang yaitu hanya dua semester sekali. Setidaknya kan satu semester sekali diadakan supervisi untuk mengetahui bagaimana kinerja guru. Kepala sekolah  juga bisa memberi hadiah/reward bagi guru yang berprestasi, dan hukuman/ punishment bagi guru yang melanggar. Sehingga pendidik dengan lebih semangat dan maksimal, karena adanya hadiah/reward. Punishment diberikan apabila guru sering tidak hadir dalam kegiatan seminar ataupun diklat. Sehingga guru tersebut harus membuat artikel atau essay.


Beberapa program yang diadakan kepala sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi guru dalam kinerjanya sehingga anak-anak dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dari sekolah. Menurut Ula (2013:48) mengungkapkan bahwa “pemimpin lembaga pendidikan harus mampu mengembangkan filsafat mutu dalam pencapaian tujuan, dan konsep tentang mutu pendidikan harus dipahami benar oleh seluruh staf dan komponen lembaga pendidikan. Dalam hal ini, peran pemimpin lembaga pendidikan sangatlah penting”. Sallis (2012:32) mengungkapkan bahwa “institusi pendidikan perlu mengembangkan sistem-sistem mutunya, agar dapat membuktikan kepada publik bahwa mereka dapat memberikan layanan yang bermutu”. 


Kepala sekolah perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pelaksana pendidikan. Sebagai pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan hendaknya kepala sekolah memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan kepemimpinan. Hal itu perlu dimiliki agar mampu mengendalikan, mempengaruhi dan mendorong bawahannya dalam menjalankan tugas dengan jujur, tanggung jawab, efektif dan efisien. Begitu juga kepala sekolah TK Tunas Adipura Surabaya menetapkan beberapa hal berikut:



  1. Menerapkan sistem manajemen terbuka

  2. Menerapkan pembagian tugas dan tanggungjawab dengan para guru

  3. Kepala sekolah jmelakukan pendekatan–pendekatan untuk meningkatkan daya kreasi, inisiatif yag tinggi untuk mendorong semangat bawahannya.

  4. Kepala sekolah melakukan pemetaan program-program kegiatan untuk meningkatkan motivasi kinerja guru, seperti kegiatan briefing, penghargaan bagi guru berprestasi, peningkatan kesejahteraan guru, memberikan pelatihan untuk guru, workshop, diklat, gathering teacher..

  5. Kepala sekolah melakukan supervisi kinerja dan supervisi kelas.


 


PENUTUP


A.  Simpulan


Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:



  1. 1.       Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Guru di TK Tunas Adipura Surabaya

    1. Kualifikasi kepala sekolah di TK Tunas Adipura yaitu harus berstatus sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikast pendidikan sebagai guru TK/RA, memiliki sertifikat kepala TK/RA yang telah diterbitkan, kemudian masa kerja lebih dari 5 tahun. Kemudian kemampuan dan kreativitas dalam mengajar.

    2. Sistem perekrutan ada dua tahap seleksi, pertama, seleksi administrasi dimana dalam seleksi ini mengenai persyaratan yang harus dipenuhi kepala sekolah. Kedua, seleksi interview. Dalam tahap interview  ini guru akan ditanya oleh ketua yayasan bagaimana visi misi untuk sekolah ini dan juga unjuk kemampuan yang dimiliki.

    3. Peran kepala sekolah itu sendiri melakukan pengajaran kepada guru, memberikan konsultasi kepada guru apabila memiliki permasalahan berkaitan dengan sekolah, memberikan motivasi untuk guru maupun staf agar semangat dalam kinerja, memberikan supervisi kinerja dan kelas.



 



  1. 2.        Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Kinerja Guru di TK Tunas Adipura Surabaya

    1. Kepala sekolah menerapkan sistem manajemen terbuka,  pembagian tugas dan tanggungjawab dengan para guru, melakukan pendekatan–pendekatan untuk meningkatkan daya kreasi, inisiatif yag tinggi untuk mendorong semangat bawahannya, melakukan pemetaan program-program kegiatan untuk meningkatkan motivasi kinerja guru, seperti kegiatan briefing, penghargaan bagi guru berprestasi, peningkatan kesejahteraan guru, memberikan pelatihan untuk guru, workshop, diklat, gathering teacher, pelaksanaan supervisi kinerja dan supervisi kelas.

    2. Program kegiatan peningkatan motivasi guru diantaranya diklat, seminar, dan gathering teacher. Setiap program dilaksanakan setiap satu bulan sekali.. Tujuannya agar guru saling share bagaimana cara mengajar serta permasalahan yang dihadapi agar guru lain juga memberikan masukan kepada guru tersebut.

    3. Kendala yang dihadapi kadang ada guru yang tidak datang dalam seminar tersebut, kemudian supervisi dari kepala sekolah masih kurang yaitu hanya dua semester sekali. Setidaknya kan satu semester sekali diadakan supervisi untuk mengetahui bagaimana kinerja guru.

    4. Solusi mengatasi kendala tersebut yaitu dengan diberikan  reward dan punishment. Pemberian reward dan punishment dilihat dari segi absensi kedisiplinan kehadiran guru dalam setiap program kegiatan

    5. Kemudian efektivitas untuk saat ini dengan adanya program-program dari kepala sekolah tersebut salah satu guru kami ada yang menjadi guru teladan se-kecamatan. Guru juga lebih kreatif dalam mengajar didalam maupun diluar kelas. Selain itu dengan guru-guru yang semakin baik kinerjanya juga meningkatkan kualitas lulusan dari TK Tunas Adipura Surabaya



 


DAFTAR PUSTAKA


Milles, Mathew B Huberman a. Michael. 2014. Qualitatives Data Analysis, A Sourcebookof New Methods. London: Sage Publications.


 


Moeloeng, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya


 


Mujito dan Satiningsih. 2006. Strategi Peningkatan Motivasi Kinerja Guru. Yogyakarta: Multi Presindo.


 


Rosmiati dan Kurniady. 2009. Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.


 


Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah.


 


Rivai, dkk. 2011. Kepemimpinan Kekepala Sekolahan. Jakarta: Pustaka Rizki Putra.


 


Yin, Robert K. 2011. Qualitative Research from Start to Finish. London: The Guilford Press.


 


Yunus. 2007. Motivasi Kinerja Guru. Jakarta: PT Bumi Aksara.


 


 


 


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.