PENGARUH PRESENSI BERBASIS SIDIK JARI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 9 SURABAYA

PRITA PUTRI ARINI

Abstract


PENGARUH PRESENSI BERBASIS SIDIK JARI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 9 SURABAYA


Prita Putri Arini


Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya


E-mail : pritaarini@gmail.com


Salamun Rohman Nudin, S.Kom., M.Kom.


Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya


E-mail : salamunrohman@unesa.ac.id


Abstrak


Presensi berbasis sidik jari adalah kegiatan rutinitas yang dilakukan siswa SMA Negeri 9 Surabaya sejak 6 tahun yang lalu. Fakta ditemukan siswa-siswi yang membolos atau meninggalkan sekolah di waktu aktif sekolah di Surabaya. Masalah tersebut berakibat pada prestasi siswa. Penelitian ini untuk mengetahui apakah pengaruh presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 9 Surabaya.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik pengambilan sampel dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMA Negeri 9 Surabaya dengan sampel sebanyak 353 siswa dari tahun ajaran 2013/2014, 2014/2015 dan 2015/2016. Hasil penelitian ini menyimpulan bahwa nilai uji t sebesar 9,633 dengan nilai signifikansi persepsi presensi berbasis sidik jari (X) terhadap prestasi belajar (Y) sebesar 0,011 < 0,05. Berdasarkan kriteria uji t dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara presensi berbasis sidik jari dengan prestasi belajar.


Berdasarkan hasil penelitian, maka saran bagi SMA Negeri 9 Surabaya sebaiknya terus mengoptimalan penggunaan presensi siswa dengan menggunakan alat fingerprint di sekolah guna meningkatkan partisipasi yang aktif pada proses pembelajaran dalam hal meningkatkan prestasi belajar yang diharapkan.


Kata Kunci: presensi, sidik jari, prestasi belajar


Abstract


Presence based on fingerprints is a routine activity undertaken by students in SMA Negeri 9 Surabaya since 6 years ago. The fact found that it is still often found the students who ditch or leave school in active school time in Surabaya. The problem can result in achievement. This study aims to determine whether the influence of fingerprint-based presence on student achievement SMA Negeri 9 Surabaya.


This research use quantitative approach, random sampling technique, data collection using research instrument, quantitative or statistical data analysis with the aim to test the predefined hypothesis. The population in this study are all students of SMA Negeri 9 Surabaya with a sample of 353 students from the academic year 2013/2014, 2014/2015 and 2015/2016. The result of this research yield conclusion based on result of T test got value of t equal to 9,633 with significance value of perception presensi based on fingerprint (X) to learning achievement (Y) that is equal to 0,011 < 0,05. Based on the criteria of t test can be concluded that there is a significant influence between fingerprint-based presen- tation and learning achievement.


Based on the result of the research, there is influence of fingerprint based presensi on learning achievement. Based on these conclusions there are suggestions that for SMA Negeri 9 Surabaya should optimization of student presences using fingerprint tools in schools to increase active participation in the learning process in terms of improving the expected learning achievement.


Keywords: presence, fingerprint, learning achievement.  


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


PENDAHULUAN


Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan termasuk pada bidang pendidikan dan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Hal ini harus memberikan pemahaman sumber daya manusia dengan wujud dan implementasinya. Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam mengembangkan kepribadian dan kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik yang berkualitas sesuai yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sesuai fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang telah tertuang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang dinyatakan bahwa:


Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan bergantung dengan berkembangnya kemampuan dan pembentukan watak pada setiap individu peserta didik. Peserta didik merupakan obyek pembelajaran yang diolah dalam proses transformasi ilmu dan keterampilan dalam satuan lembaga pendidikan. Pengelolaan pada lembaga pendidikan, sekolah, sangat diperlukan. Begitu juga terhadap pengelolaan peserta didik yaitu manajemen peserta didik. Manajemen peserta didik bertujuan menata dan mengatur terhadap berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan, mulai dari peserta didik masuk sampai dengan lulus agar kegiatan pembelajaran di sekolah lancar, tertib dan teratur. Tujuan manajemen peserta didik diantaranya adalah untuk menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang baik agar siswa dapat belajar dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien. Manajemen peserta didik tidak semata pencatatan data peserta didik akan tetapi meliputi aspek yang lebih luas yaitu dapat membantu upaya pertumbuhan anak melalui proses pendidikan di sekolah yang dapat didukung oleh sistem informasi manajemen yang baik.


Berdasarkan ruang lingkup peserta didik menurut Imron (2012:18) salah satunya yaitu mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik di sekolah. Sesuai dengan fakta yang ada bahwa pada waktu efektif pembelajaran di sekolah, di kota madya Surabaya masih sering ditemukan siswa-siswi yang membolos sekolah atau meninggalkan sekolah di tengah-tengah waktu aktif sekolah. Seperti yang terdapat dalam berita online di Tempo.co pada Selasa, 23 Februari 2016:


“Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menasehati 14 siswa yang membolos sekolah dan terjaring di warung kopi dan Internet di kawasan Ploso, Surabaya dengan mereka mengaku malas dan bosan sekolah setiap hari. Padahal hampir seluruh siswa tersebut telah duduk di bangku kelas XII dan menjelang ujian nasional serta menyalahgunakan kepercayaan orang tua mereka.”


Maka dari itu pihak orang tua dan sekolah sangat diperlukan keterlibatannya. Dengan menerapkan inovasi tata tertib dalam hal daftar kehadiran siswa di sekolah yaitu menggunakan sidik jari maka sekolah dapat memberikan informasi secara cepat dan jelas kepada orang tua siswa.


Tata tertib sekolah sangat diperlukan untuk menciptakan suasana sekolah yang nyaman, aman dan tertib, sehingga akan terhindar dari peristiwa-peristiwa negatif serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam hal kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik di sekolah. Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi atau hasil belajar pada setiap siswa berbeda-beda. Menurut Nurani dalam Putri (2013:9) yang menyatakan prestasi akademik adalah hasil yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu pada mata pelajaran tertentu yang diwujudkan dalam bentuk angka dan dirumuskan dalam rapor. Prestasi belajar yang di dapat dari peserta didik merupakan sebuah tolak ukur keberhasilan dalam proses pembelajaran.


Prestasi belajar siswa dalam waktu tertentu dapat dijadikan tolak ukur tingkat keberhasilan belajar siswa di sekolah dimana tingkat kehadiran siswa di sekolah maupun didalam kelas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kehadiran di sekolah merupakan faktor penting dalam keberhasilan sekolah (Rothman, 2001). Menurut Ziegler (1972) seperti yang dikutip oleh Doris Jean Jones (2006), kehadiran yang buruk dikaitkan dengan prestasi akademik rendah. Seorang guru tidak hanya menilai prestasi siswa hanya berdasarkan nilai yang diperolehnya melalui tes ataupun ujian tetapi juga melakukan penilaian yang salah satunya berasal dari tingkat kehadiran siswa. Siswa yang rajin masuk memberikan nilai positif tersendiri dalam penilaian.


Disiplin dalam kehadiran di sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil belajar yang optimal. Naim (2012:142) menjelaskan bahwa, disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengaharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah, dan peraturan yang berlaku.


Pengertian kehadiran di sekolah bukan hanya berarti siswa secara fisik ada di sekolah, melainkan yang lebih penting ialah keterlibatan siswa dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Tugas guru atau petugas yang ditunjuk adalah memeriksa dan memberikan tanda tentang hadir atau tidaknya seorang siswa satu kali dalam sehari. Kehadiran dan ketidakhadiran siswa di sekolah dianggap merupakan masalah penting dalam pengelolaan siswa di sekolah, karena hal ini sangat erat hubungannya dengan prestasi belajar siswa.


Perkembangan teknologi informasi di Indonesia semakin berkembang terutama pada bidang pendidikan. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan pihak sekolah untuk menyampaikan informasi kepada orang tua/wali murid, di SMA Negeri 9 Surabaya teknologi informasi yang digunakan yaitu sidik jari yang diandalkan sebagai fasilitator utama dalam menjalin hubungan dengan orang tua/wali murid. Namun fakta lain ditunjukkan seperti bada berita online Tempo.co dimana siswa SMA lain di kota Surabaya diketahui melanggar aturan jam sekolah. Sistem informasi manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Maka sistem informasi dalam manajemen yang diterapkan yaitu presensi berbasis sidik jari. Sekolah melakukan inovasi pada perkembangan kualitas dalam perencanaan terhadap orang tua selaku konsumen pendidikan. Sistem informasi dalam bidang teknologi banyak membawa manfaat yang besar bagi manajemen sekolah. Saat studi pendahuluan banyak orang tua siswa yang merasakan dampak yang besar terhadap sistem presensi yang dilakukan sekolah, dirasakan saat sebelum diadakan sistem tersebut banyak wali murid yang merasakan cemas tentang kehadiran anak-anaknya.


Menurut Nugroho (2009:4) fingerprint adalah salah satu jenis biometrika sebuah teknologi baru yang memiliki fungsi utama untuk mengenali manusia berdasarkan keberadaan fisik atau fisiologis melalui sidik jari. Sidik jari merupakan salah satu teknologi yang membantu untuk mengetahui apakah siswa sudah hadir tepat waktu di sekolah. Dengan penerapan presensi berbasis sidik jari siswa dapat terlatih untuk disiplin dan jujur kepada orang tua. Presensi menggunakan sidik jari terasa lebih praktis terutama bagi siswa sendiri. Presensi berbasis sidik jari ini merupakan pengembangan teknologi presensi manual yang memanfaatkan sidik jari siswa sebagai objek deteksi. Penggunaan sistem presensi berbasis sidik jari diduga akan mengurangi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh penggunaan sistem presensi manual. Dengan adanya sistem presensi berbasis sidik jari, tingkat kecurangan yang sering terjadi seperti manipulasi data presensi dapat dikurangi. Setelah siswa melakukan presensi sidik jari dengan fitur kombinasi SMS gateway ini, orang tua atau wali murid akan secara otomatis menerima detail laporan presensi siswa yang disinkronisasikan pada nomor handphone.


Kaitannya dengan permasalahan diatas peneliti perlu melihat sejauh mana pengaruh presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar siswa. Sesuai dengan data pada lapangan dapat dilihat dari hasil rata-rata total keseluruhan nilai rapor maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa SMA Negeri 9 Surabaya dapat dikatakan tinggi karena dipengaruhi berberapa faktor diantaranya kehadiran dan keikutsertaan siswa atau faktor pendukung lainnya yang dapat meningkatkan prestasi belajar. Suatu lembaga pendidikan tidak hanya menilai prestasi siswa hanya berdasarkan nilai yang diperolehnya melalui tes ataupun ujian tetapi juga melakukan penilaian yang salah satunya berasal dari tingkat kehadiran siswa. Siswa yang rajin masuk memberikan nilai positif tersendiri dalam penilaian. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, bahwa penggunaan teknologi presensi ini di SMA Negeri 9 Surabaya telah dimulai sejak 6 tahun yang lalu. Penggunaan alat sidik jari untuk siswa pernah diteliti oleh Fahmi dengan judul pendisiplinan siswa melalui penggunaan fingerprint berbasis short message service gateway (SMS otomatis) di kelas XII SMA Antartika Sidoarjo yang menunjukan bahwa sidik jari mampu membantu mendisiplinkan siswa di SMA Antartika Sidoarjo.


Ketidakhadiran dan keterlambatan yang dilakukan siswa di luar jam standar mata pelajaran dapat mengakibatkan siswa tidak dapat belajar dengan baik. Berdasarkan fakta dan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk membuktikan apakah dengan adanya presensi berbasis sidik jari dapat mempengaruhi prestasi akademik/belajar siswa. Maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Pengaruh Presensi berbasis Sidik Jari Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 9 Surabaya.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan besarnya pengaruh presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi siswa di SMA Negeri 9 Surabaya.


Penelitian ini memiliki beberapa manfaat yakni secara teoritis dan praktis. Pertama, manfaat teoritis dari penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya dibidang keilmuan yang terdapat di Manajemen Pendidikan dalam mengembangkan dan meningkatkan bidang studi sistem informasi manajemen seperti tekonologi sidik jari dan manajemen peserta didik dalam hal kehadiran dan ketidakhadiran. Kedua, manfaat praktis yaitu: (a) Bagi Kepala Sekolah, sebagai masukan dalam meningkatkan keaktifan siswa masuk sekolah di SMA Negeri 9 Surabaya melalui peningkatan prestasi siswa dengan manajemen yang baik dan kepemimpinan yang profesional. (b) Bagi Siswa, memberikan pembelajaran kedisiplinan diri bagi peserta didik yang tumbuh jika iklim sekolah menunjukkan kedisiplinan.


 


METODE


Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menggunakan penelitian kuantitatif karena data yang akan dianalisis adalah angka dan berbentuk statistik serta akan menguji hipotesis statistik yang telah ditentukan sebelumnya, serta akan menganalisis hasil data dengan rumus statistik. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas presensi berbasis sidik jari (X) sedangkan variabel terikat prestasi belajar (Y). Berdasarkan variabel-variabel tersebut rancangan penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut:


Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 9 Surabaya pada angkatan tahun ajaran 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016, yakni berjumlah 2949 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian yang digunakan yakni 353 orang. Penentuan jumlah sampel minimum peneliti menggunakan rumus slovin menggunakan teknik probability sampling dengan simple random sampling. Adapun data populasi dan sampel sebagai berikut:






No




Kelas / Tahun Ajaran




Populasi




Sampel






1




X / 2013-2014




345




40






2




XI / 2013-2014




317




39






3




XII / 2013-2014




318




39






4




X / 2014-2015




314




40






5




XI / 2014-2015




357




39






6




XII / 2014-2015




304




39






7




X / 2015-2016




321




39






8




XI / 2015-2016




316




39






9




XII / 2015-2016




350




39






 




Total




2949




353






Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti pada penelitian ini yaitu dokumentasi (Mustafa, 2009:114) menyatakan bahwa metode dokumentasi merupakan data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia sehingga peneliti tinggal menyalin saja.


Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji T. Uji regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh presensi berbasis sidik jari (X) terhadap prestasi belajar siswa (Y), uji T digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial variabel bebas yakni variabel presensi berbasis sidik jari terhadap variabel terikat yakni prestasi belajar. Sebelum data hasil penelitian dihitung, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yakni uji normalitas dan uji homogenitas.


Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogrof-Smirnov pada program SPSS 21.0 untuk mengetahui asumsi kenormalan data. Data dikatakan normal apabila memiliki besarnya besarnya thitung yang diperoleh > 0,05 maka berdistribusi normal, dan sebaliknya jika thitung yang diperoleh ≤ 0,05 maka tidak berdistribusi normal. Pengujian homogenitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 21.0 dan analisis yang digunakan adalah  one way anova dan analisis yang digunakan adalah Deviation from Linierity untuk mengetahui hubungan yang linier variabel bila lebih dari 0,05 atau bisa disebut juga nilai p > 0,05 dan sebaliknya jika nilai p < 0,05 maka data tidak berhubungan secara linier.


 


HASIL DAN PEMBAHASAN


Proses pengolahan data pada penelitian ini menggunakan program statistik SPSS for windows version 21. Hasil dari uji persyaratan analisis data penelitian adalah data pada variabel presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar siswa yaitu hasil dari pengujian uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov pada program IBM SPSS for windows versi 21.0 bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) untuk Unstandardized Residual adalah 0,999 > 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal karena data memenuhi uji normalitas data dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) > 0,05. Sedangkan uji homogenitas juga terpenuhi, pada variabel X terhadap Y diperoleh hasil 0,832 > 0,05, artinya data variabel Prestasi belajar (Y) berdasarkan variabel presensi berbasis sidik jari (X) mempunyai varian yang sama.  


Hasil dari perhitungan uji analisis data variabel presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar siswa dari uji analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai persamaan regresi yaitu Y = 94,643 + -0,103X dimana Y= variabel prestasi belajar, a = nilai konstanta adalah 94,643, b = koefisien regresi untuk variabel X adalah -0,103, X =  variabel presensi berbasis sidik jari. Hasil dari perhitungan uji T terdapat pengaruh antara variabel presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar menunjukan bahwa hasil korelasi antara kedua variabel sebesar -0,998 dengan nilai signifikansi output sebesar 0,036. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pasangan sampel dari variabel yang dianalisis memiliki hubungan (korelasi) yang signifikan (Sig. 0,036 < 0,05). Maka, H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti presensi berbasis sidik jari berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, didapat juga nilai t sebesar 9,633 dengan nilai signifikansi dari variabel X terhadap Y adalah sebesar 0,011 yaitu diketahui bahwa nilai signifikansi lebih kecil daripada nilai alpha yaitu 0,011 < 0,05. Maka, H0 ditolak dan H1 di terima, yang berarti presensi berbasis sidik jari berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.


Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 9 Surabaya yaitu diperoleh hipotesis terdapat pengaruh antara presensi berbasis sidik jari terhadap prestasi belajar siswa yang ada di SMA Negeri 9 Surabaya selama tiga tahun ajaran. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui besarnya nilai taraf signifikan (sig) variabel presensi berbasis sidik jari (X) adalah sebesar 0,011, nilai tersebut lebih kecil daripada nilai alpha yaitu 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh antara presensi berbasis sidik jari (X) terhadap prestasi belajar siswa (Y) SMA Negeri 9 Surabaya.


Hal tersebut juga sesuai dengan hasil pengumpulan data sekunder 353 siswa dari tiga tahun ajaran berbeda di SMA Negeri 9 Surabaya. Hal ini ditunjukan berdasarkan hasil pengolahan data pada variabel presensi berbasis sidik jari yang diperoleh dari rekap absensi siswa menggunakan sidik jari siswa dengan merata-rata prosentase kehadiran siswa pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 97%, 2014/2015 sebesar 96%, dan 2015/2016 sebesar 94% yang diperoleh dari jumlah sampel sebanyak 353 siswa.


Prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai rapor pada tahun ajaran 2013/2014 dengan kurikulum KTSP sedangkan 2014/2015 dan 2015/2016 menggunakan kurikulum 2013, karena memiliki perbedaan kurikulum yang digunakan maka untuk mengetahui prestasi belajar yang diperoleh siswa dilakukan rata-rata KI3 (pengetahuan), dan KI4 (keterampilan/praktik). Nilai yang di rata-rata adalah berdasarkan dari nilai pengetahuan dan keterampilan/praktik.


Hasil penelitian dari presensi berbasis sidik jari siswa SMA Negeri 9 Surabaya telah membuktikan kebenaran teorinya yang dikemukakan oleh Suryosubroto (2004:84) menyatakan bahwa presensi atau daftar kehadiran untuk mengetahui frekuensi kehadiran siswa di sekolah dan untuk mengontrol kerajinan belajar siswa. Menurut Mulyasa (2011:73-74) bahwa tujuan kehadiran siswa di sekolah yaitu (1) untuk mengembangkan bakat dan pengalaman belajar. (2) untuk menjalin komunikasi antara guru dan siswa serta sesama siswa, (3) untuk mempelajari dan memahami pesan yang disampaikan guru di kelas, (4) untuk membentuk sikap dan sifat demokrasi siswa.


Hasil penelitian di SMA Negeri 9 Surabaya juga di dukung oleh teori dari Haynes (1994:24) dimana manajemen waktu adalah suatu proses pribadi dengan memanfaatkan analisis dan perencanaan dalam menggunakan waktu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Higgins (dalam Atkinson, 1994:26) juga menjelaskan manajemen waktu sebagai proses untuk menjadikan waktu lebih produktif, dengan cara mengatur apa yang dilakukan dalam waktu tersebut. Begitu pula dengan pendapat Forsyth (2009:25) mengartikan bahwa manajemen waktu adalah cara bagaimana membuat waktu menjadi terkendali sehingga menjamin terciptanya sebuah efektifitas dan efisiensi juga produktivitas. Jika di artikan dari kedua teori tersebut maka manajemen waktu sebagai pengontrol waktu agar menjadi individu yang efektif dan efisien juga produktif dan disiplin sebagai keterlibatan secara aktif dalam pembelajaran, penuh perhatian, mengikuti prosedur yang ditentukan, mematuhi norma-norma kelas, dan memperlihatkan perilakunya. Jadi, siswa harus terlibat aktif dalam pembelajaran, penuh perhatian, mengikuti prosedur yang ditentukan, mematuhi norma-norma kelas, dan memperlihatkan perilakunya. Dengan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran maka dapat meningkatkan hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal.


Penelitian yang dilakukan oleh Rikado Nila Khusna (2013) yang berjudul Pengaruh Minat Belajar dan Kehadiran Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mojosongo  menjelaskan bahwa kehadiran siswa dalam belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Tampak pada hasil yang diperoleh nilai thitung (2,23617) > ttabel (1,960). Jadi thitung>ttabel, yaitu 2,23617>1,960 dan sumbangan efektif sebesar 13,5377%. Tampak pada penelitian yang dilakukan oleh Rikado Nila Khusna (2013) bahwa thitung (2,23617) lebih besar dari ttabel (1,960), 2,23617 > 1,960 maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran siswa semakin tinggi kehadiran siswa maka akan semakin tinggi hasil belajar. Sebaliknya semakin rendah kehadiran siswa, maka semakin rendah pula hasil belajar yaitu kehadiran siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar.


Sejalan dengan teori Suryosubroto (2004:84, E. Mulyasa (2011:73-74), dan berdasarkan hasil penelitian dari Rikado Nila Khusna (2013), maka dapat disimpulkan bahwa presensi berbasis sidik jari akan berpengaruh terhadap meningkatnya prestasi belajar siswa, karena siswa yang berprestasi berawal dari kedisiplinan siswa dalam hal belajar. Jika siswa tidak mempunyai keinginan dalam hal tersebut maka siswa tersebut tidak dapat memperoleh hasil yang memuaskan.


Hasil dari penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 9 Surabaya membuktikan bahwa variabel presensi berbasis sidik jari (X) mempunyai pengaruh secara tidak langsung dengan prestasi belajar siswa (Y) sehingga presensi berbasis sidik jari harus berkelanjutan dan pengawasan secara rutin agar dapat menghasilkan prestasi belajar yang tinggi dan optimal.


 


PENUTUP


Simpulan


Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara presensi berbasis sidik jari (X) terhadap prestasi belajar siswa (Y) SMA Negeri 9 Surabaya. Pengaruh presensi berbasis sidik jari (X) terhadap prestasi belajar siswa (Y) SMA Negeri 9 Surabaya ditunjukkan dengan koefisien regresi sebesar -17,654 dengan tingkat signifikan 0,036.


 


Saran


Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh peneliti dapat diambil saran-saran sebagai berikut:



  1. Bagi kepala sekolah, sebaiknya kepala sekolah terus mengoptimalkan presensi siswa dengan menggunakan alat fingerprint di sekolah dalam meningkatkan partisipasi keaktifan siswa pada proses pembelajaran dalam hal meningkatkan prestasi belajar yang diharapkan dengan pelaksanaan manajemen yang baik dan kepemimpinan yang profesional oleh kepala sekolah.

  2. Bagi siswa, sebaiknya memaksimalkan penggunaan alat presensi berbasis sidik jari yang telah disediakan sekolah sesuai dengan waktu kehadiran atau keikutsertaan, keterlambatan dan ketidakhadiran siswa-siswi pada jam efektif sekolah untuk penilaian aspek afektif dalam peningkatan prestasi belajar.

  3. Bagi peneliti berikutnya yang hendak melakukan penelitian dengan judul atau bahasan yang sama dengan penelitian ini, disarankan untuk menambah variabel independen (tidak terkontrol) lainnya selain presensi berbasis sidik jari karena terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Selain variabel independen yang telah digunakan oleh peneliti, terdapat juga variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Diharapkan peneliti untuk mencari variabel-variabel selain yang telah disebutkan diatas dan teori terbaru guna terimplementasinya penelitian yang akan diteliti.


 


DAFTAR PUSTAKA


Atkinson, P.E. 1990. Manajemen waktu yang efektif. Jakarta: Binarupa Aksara


Forsyth, P. (2009). Jangan sia-siakan waktumu. (Alih bahasa Rifki) Yogyakarta: PT Garailmu


Haynes, Marion .E. (1994). Manajemen waktu untuk diri sendiri.(alih bahasa Heryanto G). Jakarta: Binarupa aksara


Imron, Ali. 2012. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara


Jones, Doris Jean. 2006. The Impact of Student Attendance, Socio-Economic Status and Mobility on Student Achievement of Third Grade Students in Title I Schools. Dissertation. Virginia: Virginia Polytechnic Institute and State University


Khusna, Rikado Nila. 2013. Pengaruh Minat Belajar dan Kehadiran Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Mojosongo. Universitas Muhammadiyah Surakarta [Online] http://eprints.ums.ac.id/24619/ diakses pada 26 September 2016


Mulyasa, E. 2011. Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara


Naim, N. 2012. Character Building: Optimalisasi Peran pendidikan dalam Pengembangan Ilmu & Pembentukan Karakter Bangsa. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media


Nugroho, Eko. 2009. Biometrika : mengenal system identifikasi masa depan. Yogyakarta: Andi Pubhliser


Putri, Heni Rahmayeni .2013. Prestasi Akademik Ditinjau dari pola asuh Etnis. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/37558 Universitas Sumatra Utara [Online] diakses pada 20 Oktober 2016


Rothman,S. 2001. School Absence and Student Background Factors: A Multilevel Analysis. International Education Journal/Vol.2 No.1,pp. 59-68 [Online]


Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta


Suryosubroto, B. 2004. Manejemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta


Tim Penyusun Buku Pedoman Penulisan Skripsi. 2014. PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI Program Sarjana Strata Satu (S-1) Universitas Negeri Surabaya. Surabaya : UNESA Pers


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.