PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN DAN PELAYANAN PUSTAKAWAN TERHADAP MINAT BACA PESERTA DIKLAT DAN WIDYAISWARA DI BADAN DIKLAT PROVINSI JAWA TIMUR

NUR RIZAL FADILLAH

Abstract


PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN DAN PELAYANAN PUSTAKAWAN


TERHADAP MINAT BACA PESERTA DIKLAT DAN WIDYAISWARA


DI BADAN DIKLAT PROVINSI JAWA TIMUR


Nur Rizal Fadillah


Manajemen Pendidikan, FIP, Universitas Negeri Surabaya, rizalisuk@gmail.com


Syunu Trihantoyo


Manajemen Pendidikan, FIP, Universitas Negeri Surabaya, syunutrihantoyo@unesa.ac.id


Abstrak


Tujuan dari penelitian ini adalah menganilis ada atau tidaknya pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah peserta diklat dan widyaiswara yang terdiri dari 20 peserta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur yang berjumlah 39. Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah ini adalah total sampling. Jadi, jumlah sempel yang diambil dalam penelitian ini adalah 59 respnden. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuisoner. Teknik analisis data menggunakan uji regresi berganda, uji T dan uji F. Hasil analisi data diperoleh nilai persamaan regresi yaitu  = 1,161 + 0,018 X1 + 0,944 X2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Tidak ada pengaruh antara fasilitas perpustakaan dan minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Hal ini terbukti dari hasil analisis regresi yang memperoleh Thitung < Ttabel yaitu 0,373 < 2,004 pada taraf signifikan 5%. (2) Ada pengaruh positif yang signifikan antara pelayanan pustakawan terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Hal ini terbukti dari hasil analisis regresi yang memperoleh Thitung > Ttabel yaitu 17,652 > 2,004 pada taraf signifikan 5%. (3) Ada pengaruh positif yang signifikan antara fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakwan terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Hal ini terbukti dari hasil analisi regresi yang memperoleh Fhitung > Ftabel yaitu 156,406 > 3,16 pada taraf signifikan 5%.


Abstract


The purpose of this research are to analyze there is or not influence of library facilities and service on reading interest of participant of education and training, widyaiswara in the library east java province. This research use a quantitave approch. The population are participant of education of training, widyaiswara which consist of 20 participant and then widyaiswara who totaled 39. Sampling techniques in this research in total sampling. So, the totaled of sampel taken in this research in 59 responden. The collection of data in this research get by spread the kuisoner. Technique of analyze datausing multiple regression test, T-test and F-test. The results of the analysisof data obtained regression equation value Ŷ = 1,161 + 0,018 X1 + 0,944 X2. Based on the results of this research can be concluded that: (1) No influence between the library facilities on reading interest of participants of training and widyaiswara in the library of education and training institution of regresion analysis that acquires Tcount < Ttabel that is 0,373 < 2,004 on sgnificant levels 5%. (2) There is a significant positive influence between services librarians on reading interest of participants of training and widyaiswara in the library of education and training institution of regresion analysis that acquires Tcount > Ttabel that is 17,652 > 2,004 on significant  levels of 5%. (3) There is a significant positive influence between the library facilities and librarians service on reading interest of participants of training and widyaiswara in the library of education and training institution of regresion analysis that acquires Fcount > Ftabel that is 156,406 > 3,16 on significant levels 5%.



 



 


 



 


Pendahuluan


Pada era modern ini perkembangan ilmu pendidikan dan tekhnologi sangatlah pesat dan dari perkembangan ilmun pedidikan dan teknologi memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Apalagi pada saat seperti ini Negara kita sedang menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tentunya membuat persaingan di berbagai bidang. Dalam upaya ini peranan sumber daya sangat perlu menjadi prioritas. Perkemangan sumber daya yang menjadi prioritas utama adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu cara untuk meningkatkan SDM adalah melalui pendidikan. Dengan adanya pendidikan, maka manusia dapat memperoleh ilmu yang dapat menperdalam pengetahuannya.


Pada pembukaan UUD 1945 telah disebutkan bahwa salah satu tujuan Negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah dengan pengadaan fasilitas perpustakaan di daerah-daerah  maupun di berbagai instansi yang bertujuan untuk menyediakan informasi dan berbagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat membantu memperluas wawasan melalui koleki bahan pustaka, majalah ilmiah dan karya ilmiah. Melalui perpustakaan, sesorang dapat memperoleh informasi yang diinginkan. Syarat mutlak seseorang untuk dapat memanfaatkan perpustakaan adalah mereka harus bisa membaca dan mempunyai minat baca.


Sesuai UU No. 43 Tahun 2007 tentang perpstakaan yang berbunyi “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Sesuai isi dari UU No.43 Tahun 2007 tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi perpustakaan adalah untuk memenuhi pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka baik siswa, guru, maupun masyarakat secara umum. Namun pada kenyataannya masih banyak perpustakaan yang kurang represenatif denga amanat Undang-undang tersebut. Pasalnya masih banyak pemustaka yang kurang memanfaatkan perpustakaan.


Perpustakaan merupakan komponen penting dalam pendidikan yang tidak bisa dipisahkan keberadaannya sebagai wujud upaya mencerdaskan kehidupan serta meningkatkan minat baca. Dalam rangka mendukung tumbuh kembagnya pendidikan bangsa maka diperlukan keberadaan perpustakaan yang unggul. Perpustakaan yang unggul adalah perpustakaan yang dapat mengetahui kebutuhan dan memuaskan penggunanya. Kepuasan pengguna menjadi tujuan akhir dari semua kegiatan perpustakaan dan juga merupakan sasaran akhir suatu jasa informasi perpustaaan. Untuk itu, perpustakaan selalu dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan kualitas pelayanan yang baik, maka seseorang akan tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan dan melakukan aktivitas membaca. Aktivitas membaca adalah aktivitas yang dapat memperluas wawasan bagi pembaca. Namun, membaca masih menghadapi masalah yang besar terutama belum membudayanya kebiasaan membaca. Pada umumnya dengan membaca kita jadi mengetahui mana hal-hal yang bersifat positif dan negatif. Budaya membaca disini tidak hanya membaca buku belaka, tetapi juga majalah, koran, tabloid, jurnal hasil penelitian, makalah, atau bacaan yang lainnya.


Berdasarkan survey dari UNESCO (www.unesco.org), minat baca Indonesia pada tahun 2016 masih sangat rendah yaitu 0,0001 dan berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang di survey. Rendahnya minat baca merupakan salah satu factor yang menyebabkan rendahnya minat seseorang untuk berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan. Keadaan tersebut keadaan terssebut menyebabkan seseorang tidak mempunyai kebiasaan membaca yang baik, sehingga mempengaruhi kemampuan dalam memahami suatu bacaan. Oleh karena itu peningkatan minat baca merupakan kunci utama dalam menggalakkan media buku sebagai sarana menyebarluasankan informasi serta ilmu pengetahuan dalam upaya mencerdaskan kehidupan angsa. Jika masyarakat memiliki minat baca yang tinggi maka akan tertarik untuk memanfaatkan perpustakaan guna meningkatkan wawasannya.


Rendahnya minat baca, merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat seseorang untuk berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan. Keadaan tersebut menyebabkan seseorang tidak mempunyai kebiasaan membaca yang aik. Oleh karena itu peningkatan minat baca merupakan kunci utama dalam menggalakkan media buku sebagai sarana menyebarluaskan informasi serta ilmu pengetahuan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika masyarakat memiliki minat baca yang tnggi maka akan tertarik untuk memanfaatkan perpustakaan guna meningkatkan wawasan.


Kurang diminatinya perpustakaan oleh penggunaa juga dapat disebabkan karean factor pelayan dari pustakawan, seperti kurang ramahnya pelayan dari pustakawan, pelayanan sirkulasi yang ribet, dan sebagainya. Hal tersebut akan dapat menimbulkan masalah-masalah tersendiri. Masalah-masalah tersebut antara lain pelayanan sirkulasi yang terlalu ribet akan membuat pemustaka akan malas berkunjung ke perpustakaan dan akan lebih memilih menbaca atau mencari sumber data dengan membeli buku bahkan mencari informasi melalui internet yang belum tentu jelas sumbernya ketika mencari di internet.


Menurut Nasution “Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan adalah kesibukam. Bahan-bahan pustaka harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya’. Jelas bahwa perperpustakaan adalah pelayanan. Tidak ada perpustakaan bila tidak ada pelayanan, karena itu perpustakaan di identikkan dengan pelayanan.. Tidak ada perpustakaan bila tidak ada pelayanan, karena itu perpustakaan di identikkan dengan pelayanan. Agar tanggap terhadap kepentingan penggunanya, perpustakaan harus menyediakan bahan pustaka yang sewaktu-waktu di perlukan. Kegiatan menyediakan bahan pustaka inilah yang menjadi profesi seorang pustakawan. Penting atau tidaknya perpustakaan tergantung pula pada kemampuan untuk menyediakan bahan pustaka secara tepat dan akurat.


Agar meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas, perpustakaan harus menyediakan berbagai informasi dan berusaha mempertemukan antara pengguna dengan informasi yang disediakan. Fungsi, peran, dan usaha perpustakaan hingga kini tampaknya belum dapat diraih dan terpenuhi sabagaimana mestinya. Hal itu dapat ditunjukan dengan masih ada keluhan para pengguna perpustakaan yang merasa kecewa karena pelayan yang tidak memuaskan, lantaran informasi yang dibutuhkan tidak tersedia di perpustakaan. Agar dapat memberikan layanan yang baik sesuai fungsinya, perpustakaan memerlukan tenaga dan fasilitas yang memadai baik dari jumlah dan kualitas yang harus dimilikinya. Untuk meningkatkan fungsi informasi dalam menunjang tugas belajar mengajar, perpustakaan harus proaktif dan mempunyai visi jauh kedepan. Dalam rangka mewujudkan perpustakaan yang layak dan menarik untuk dikunjungi, maka diperlukan tenaga pustakawan yang handal mengelola perpustakaan. Pada awalnya pustakawan hanya mengelola pengetahuan yang tercetak, namun dengan adanya perkembangan teknologi informasi digital yaitu komputer, maka pustakawan membangun pangkalan data dan literatur dengan menggunakan komputer. Tujuannya ialah agar data literatur mudah ditemukan kembali ketika diperlukan.


Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat besar pengaruhnya bagi individu maupun organisasi untuk mengakses informasi. Pengguna akan semakin berharap banyak dalam efisiensi dan efektivitas dalam akses untuk semua layanan perpustakaan dalam dan melalui jaringan termasuk katalog, permintaan dan pengiriman dokumen serta kebutuhan lainnya yang dalam pemakaiannya membutuhkan jaringan internet. Dalam hal ini, maka pustakawan dituntut untuk dapat menguasai sistem jaringan internet yang akan digunakan pada perpustakaan yang selanjutnya digunakan sebagai pendorong majunya keberadaan perpustakaan menjadi lebih berkualitas dan selalu mencermati fungsi dasar perpustakaan sebagai gudang ilmu, yakni dengan menyeleksi bahan pustaka sehingga mampu menarik minat baca pengunjung. Membaca merupakan hal penting dalam meningkatkan keberhasilan siswa di sekolah dan keluar dari itu. Oleh karenanya, siswa perlu memiliki minat membaca yang tinggi. Hal ini seperti apa yang telah diungkapkan Khairuddin (2013:160) “Reading interests is important in enhancing students’ success in school and out of it. Hence, students need to have high reading interests”. Bahwa siswa harus dapat membaca untuk dapat memahami ilmu di berbagai bidang studi dan membaca merupakan kepentingan yang penting dalam meningkatkan keberhasilan siswa di sekolah. Oleh sebab itu, agar siswa memperoleh hasil belajar yang memuaskan, ia harus memiliki minat membaca yang tinggi/besar.


Dari hasil studi pendahuluan pada tanggal 25 april sampai 28 april 2017 dan pengamatan dari magang 2 yang telah dilakukan oleh peneliti di perpustakaan Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur peneliti dapat langsung melihat bahwasannya masih ada hal yang perlu diperbaiki dari segi fasilitas perpustakaan. Hal itu pun senada dengan yang telah disampaikan oleh Ibu Indri selaku Kepala Perpustakaan “ya seperti ini mas keadaan perpustakaan, computer hanya 4 tapi mati 2, wifi belum dipasang padalah udah di acc”. Sedangkan dari segi pelayanan pustakawan sebenanarnya pustakawan sudah sangat ramah sekali, tetapi terkadang kualahan karena minimnya pegawai yang ada di perpustakaan sehingga membuat mereka melakukan semua kegiatan pustakawan dengan jumlah pegawai yang sedikit. Sehingga dengan keadaan yang seperti itu membuat proses pelayanan kurang maksimal dan seringkali pemustaka tidak mendapat pelayanan hanya karena pegawai masih harus melayani pemustaka lain yang lebih dahulu datang.


Seperti halnya di Perpustakaan Badan Pendidikan dan Pelatiah provinsi Jawa Timur, perpustakaan ini masih memiliki beberapa kekurangan dalam hal memberikan pelayanan yang menyebabkan minimnya jumlah pengunjung di pepustakaan Badan Pendidikan dan Pelatiah provinsi Jawa Timur. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Pengaruh Fasilitas Perpustakaan dan Pelayanan Pustakawan Terhadap Minat Baca Peserta Diklat dan Widyaswara di Perpustakaan Badan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur”.


Berdasarkan identifikasi masalah dan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah: (1) Apakah ada pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur? (2) Apakah ada pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur? (3) Apakah ada pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan secara bersama-sama terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur? Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis bagaimana pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur. (2) Menganalisis bagaimana pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur. (3) Menganalisis pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan secara simultan terhadap minat baca pegawai dan widyaswara di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur.


Hasil dari penelitian ini dapat memberi manfaat, diantaranya manfaat teoritis untuk pengembangan keilmuan dibidang manajemen pendidikan khususnya ranah manajemen layanan khusus yang dalam penelitian ini adalah perpustakaan. Untuk meningkatkan teori-teori tentang pengelolaan perpustakaan yang sudah ada. Adapun penelitian ini memberikan manfaat praktis yaitu: Bagi pustakawan, penelitian ini daharapkan dapat digunakan sebagai bahan koreksi manajemen perpustakaan ke arah yang lebih baik. Bagi kepala Badan diklat Provinsi Jawa Timur, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan pengambilan keputusan buat peningkatan kualitas perpustakaan. Bagi pegawai, widyaswara dan peserta diklat, diharapkan siswa mempunyai minat membaca di perpustakaan yang tinggi agar menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Bagi peneliti lain, dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai karya ilmiah.


 


Metode


Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif, menurut Azwar (2014:5) penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisis pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika. Sedangkan Sugiyono (2015:14) mengemukakan pendapatnya tentang pengertian metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.


Rancangan penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hubungan sebab-akibat. Margono (2010:10) mengemukakan bahwa penelitian hubungan sebab-akibat merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif sebab-akibat yang terdapat variable independen atau variable bebas (X) yaitu yang mempengeruhi dan terdapat variable dependen atau variable terikat (Y) yaitu yang dipengaruhi. Peneliti mengukur sejauh mana pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan terhadap minat baca peserta diklat dan widyaswara.


Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah peserta diklat Digitalisasi Dokumen tahun 2017 yang terdiri dari 20 peserta dan widyaswara badan diklat provinsi Jawa Timur yang berjumah 39 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi (Sugiyono, 2007). Alasan mengambil total sampling karena menurut (Sugiyono, 2007) jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 59 orang.


Sumber data utama dalam penelitian ini adalah angka atau kuesioner yang dibagikan kepada seluruh siswa SMA Muhammadiyah 9 Surabaya, pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian. Sugiyono (2011:148) menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alat maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.


Pelaksanaan pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket atau kuesioner. Teknik pengumpulan data pada penelitian kuantitatif yang paling utama adalah angket atau kuesioner. Menurut Sugiyono (2014:142) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Prinsip penulisan angket yang digunakan peneliti adalah pernyataan angket tertutup. Sugiyono (2014:143) mengemukakan bahwa pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Penelitian ini juga dilengkapi dengan teknik pengambilan data dengan dokumentasi. Menurut Arikunto (2010:274) metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai variabel-variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Dokumentasi yang akan dilampirkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah seperti daftar jumlah peserta diklat dan widyaswara secara keseluruhan yang berkaitan dengan studi penelitian.


Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan uji regresi berganda, uji-t (T-test) dan uji-F (F-test). Penghitungan uji t menggunakan bantuan  program SPSS 21 for windows. Sebelum melakukan uji t peneliti melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas.


Untuk mengetahui validitas instrument ini, peneliti menggunakan analisis Korelasi Product Moment yang pada program SPSS for Windows version 21,0. Rumus analisis Korelasi Product Moment adalah sebagai berikut:


rxy =


Keterangan:


rxy          : pengaruh variabel X dan Y


ΣX           : jumlah seluruh skor item


ΣY           : jumlah seluruh skor total


N             : jumlah responden atau sampel


(Sugiyono, 2014:121)


Reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach. Arikunto (2013:239) mengemukakan bahwa Alpha Cronbach merupakan cara mencari reliabilitas instrument yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai atau yang berbentuk skala. Rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:


 


Keterangan:


r11                   : nilai reliabilitas


si                     : jumlah varians skor tiap-tiap item


st                     : varians total


k              : jumlah item


(Arikunto, 2013:239)


 


Uji regresi ganda dalam penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh fasilitas perpustakaan (X1) dan pelayanan pustakawan (X2) sebagai variabel bebas terhadap pengaruhnya pada variabel terikat yaitu minat baca (Y). Persamaan Regresi Ganda untuk dua variabel bebas dirumuskan sebagai berikut:


Ŷ = ɑ + ƅ1X1 + ƅ2X2


Keterangan:


Ŷ             : nilai yang diprediksikan


ɑ              : konstanta atau bila harga X = 0


ƅ              : koefisien regresi


X             : nilai variabel independen


Untuk mencari harga a dan b digunakan rumus:


 


 


(Riduwan, 2011:252)


 


Uji T digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun prosedur Uji T adalah sebagai berikut:


1)              Hipotesis


a)              H0 : β1 = 0


Variabel fasilitas perpustakaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap pelayanan pustakawan.


H1 : β1 ≠ 0


Variabel fasilitas perpustakaan secara parsial berpengaruh terhadap pelayanan pustakawan.


b)              H0 : β2 = 0


Variabel fasilitas perpustakaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat baca.


 


H1 : β2 ≠ 0


Variabel fasilitas perpustakaan secara parsial berpengaruh terhadap minat baca.


c)          H0 : β3 = 0


Variabel pelayanan perpustakaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat baca.


H1 : β3 ≠ 0


Variabel pelayanan perpustakaan secara parsial berpengaruh terhadap minat baca.


2)    Level of Signifikan (ɑ) = 0,05


3)    Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:


a)    Apabila tingkat signifikan (p-value) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.


b)    Apabila tingkat signifikan (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.


Uji F ini dilakukan untuk melihat apakah variabel fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan secara simultan berpengaruh terhadap minat baca. Adapun prosedur uji F adalah sebagai berikut:


1)         Hipotesis


a)         H0 : β1 dan β2 = 0


Variabel fasiitas perpustakaan bersama-sama variabel pelayanan pustakawan secara simultan tidak berpengaruh terhadap minat baca.


b)         H1 : β1 dan β2 ≠ 0


Variabel fasilitas perpustakaaan bersama-sama variabel pelayanan pustakawan secara simultan berpengaruh terhadap minat baca.


2)         Level of Signifikan (ɑ) = 0,05


3)         Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:


a)         Apabila tingkat signifikan (p-value) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.


b)         Apabila tingkat signifikan (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.


 


Hasil


Penelitian ini tentang pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan diklat provinsi jawa timur. Ada beberapa tahap yang dilakukan peneliti sebelum mendapatkan data penelitian. Tahap kegiatan yang dilakukan adalah tahap analisis validasi instrumen, tahap pelaksanaan penelitian dan terakhir adalah tahap analisis data hasil penelitian.


Pada tahap ini peneliti melakukan kevalidan instrumen yang telah peneliti susun sesuai dengan kisi-kisi instrumen yang telah tertera pada BAB III. Peneliti melakukan dua tahapan validasi yaitu kepada dosen ahli Dr.Karwanto, S.Ag, M.Pd dan selanjutnya di ujicobakan kepada pegawai badan diklat provinsi Jawa Timur.


Validasi kepada ahli dilaksanakan pada tanggal 12 september 2017 dan hasilnya ada beberapa masukan oleh ahli, dan instrumen dinyatakan valid. Langkah selanjutnya yaitu peneliti melakukan uji coba instrumen pada tanggal 20 september 2017. Berikut hasil analisis validasi instrument


Hasil yang diperoleh dari analisis penghitungan uji validitas instrumen dengan menggunakan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21 for windows adalah sebanyak 40 butir item valid dari total 46 item soal yang diajukan. Penghitungan lebih lengkapnya terdapat di lampiran.


Table 1


Hasil Uji Validitas Instrumen






Nomor Butir Soal




 




 




Valid atau Tidak Valid






1




0.459




0.361




Valid






2




0.52




0.361




Valid






3




0.374




0.361




Valid






4




0.644




0.361




Valid






5




0.602




0.361




Valid






6




0.376




0.361




Valid






7




0.542




0.361




Valid






8




0.343




0.361




Tidak Valid






9




0.668




0.361




Valid






10




0.667




0.361




Valid






11




0.441




0.361




Valid






12




0.346




0.361




Tidak Valid






13




0.522




0.361




Valid






14




0.672




0.361




Valid






15




0.816




0.361




Valid






16




0.742




0.361




Valid






17




0.663




0.361




Valid






18




0.682




0.361




Valid






19




0.544




0.361




Valid






20




0.616




0.361




Valid






21




0.427




0.361




Valid






22




0.426




0.361




Valid






23




0.369




0.361




Valid






24




0.478




0.361




Valid






25




0.68




0.361




Valid






26




0.749




0.361




Valid






27




0.495




0.361




Valid






28




0.754




0.361




Valid






29




0.681




0.361




Valid






30




0.568




0.361




Valid






31




0.407




0.361




Valid






32




0.525




0.361




Valid






33




0.487




0.361




Valid






34




0.406




0.361




Valid






35




0.617




0.361




Valid






36




0.18




0.361




Tidak Valid






37




0.165




0.361




Tidak Valid






38




0.566




0.361




Valid






39




0.456




0.361




Valid






40




0.508




0.361




Valid






41




0.662




0.361




Valid






42




0.671




0.361




Valid






43




0.766




0.361




Valid






44




0.505




0.361




Valid






45




0.091




0.361




Tidak Valid






Total




Valid = 40


Tidak Valid = 5






 


Dari tabel 1 diketahui rtabel untuk N=30 dengan taraf signifikan 5% adalah 0,361. Jadi rhitung lebih besar dari rtabel, maka hasil uji validitas butir instrumen menunjukkan bahwa 40 butir soal dinyatakan valid dan 5 butir soal dinyatakan tidak valid dari total 45 butir soal.


Setelah uji validitas dilakukan, langkah selanjutnya peneliti melakukan uji reliabilitas instrumen soal. Hal ini untuk mengetahui apakah instrumen sudah reliable atau belum. Pengujian reliabilitas dalam instrumen penelitian yang telah dipercaya dan reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Dalam melakukan penghitungan uji reliabilitas peneliti menggunakan SPSS versi 21 for windows.


Tabel 2


Hasil Uji Reliabilitas


Reliability Statistics






Variabel




Cronbach’s Alpha




Butir Angket




Nilai Kritis




Keterangan






Fasilitas Perpustakaan (X1)




0,896




16




O,6




Reliabel






Pelayanan Pustakawan (X2)




0,879




13




0,6




Reliabel






Minat Baca (Y)




0,849




16




0,6




Reliabel






Sumber: Data Primer yang diolah, 2017


Hasil uji reliabilitas di atas menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien alpha yang cukup besar yakni di atas 0,60 sehingga dapat dikatakan seluruh konsep pengukuran masing-masing variabel dari kuisoner adalah reliabel yang mana untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini.


Uji normalitas adalah mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis, yang bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan one ssmple kolmogrov-smirnov test pada program spss versi 21 dengan kriteria pengujian apabila nilai asymp.sig (2-tailed) ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai asymp.sig (2-tailed) ≤  0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Dibawah ini adalah gambar hasil uji normalitas data:


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 






One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test






 




Skor_Total






N




59






Normal Parametersa,b




Mean




107.51






Std. Deviation




3.923






Most Extreme Differences




Absolute




.094






Positive




.094






Negative




-.079






Kolmogorov-Smirnov Z




.722






Asymp. Sig. (2-tailed)




.675






a. Test distribution is Normal.






b. Calculated from data.






 


Gambar 1 Hasil Uji Normalitas One Sample Kolmogrov-Smirnov Test


 


Berdasarkan gambar 1 dapat diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) untuk Unstandarized Residual sebesar 0,675 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data memenuhi kriteria uji normalitas dengan nilai Asymp.Sig (2-tailed) ≥ 0,05.


Analisis yang digunakan untuk uji linearitas dalam penelitian ini adalah dengan one way anova. Merupakan jenis teknik statistik yang digunakan untuk menguji komparatif data yang saling berkorelasi dengan jenis data interval. Apabila p > 0,05 maka data berhubungan secara linier, maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas dan terikat memenuhi uji linearitas. Hasil uji linearitas padamasing-masing variabel dapat dilihat pada gambar di bawah ini:






ANOVA Table






 




Sum of Squares




Df




Mean Square




F




Sig.






Minatbaca * Fasilitas




Between Groups




(Combined)




63.267




11




5.752




.801




.639






Linearity




.355




1




.355




.049




.825






Deviation from Linearity




62.913




10




6.291




.876




.562






Within Groups




337.682




47




7.185




 




 






Total




400.949




58




 




 




 






Gambar 2 Hasil Uji Linearitas Fasilitas Perpustakaan (X1) dan Minat Baca (Y)






 




Sum of Squares




df




Mean Square




F




Sig.






Minatbaca * Pelayanan




Between Groups




(Combined)




126.687




12




10.557




1.771




.082






Linearity




59.245




1




59.245




9.937




.003






Deviation from Linearity




67.442




11




6.131




1.028




.438






Within Groups




274.262




46




5.962




 




 






Total




400.949




58




 




 




 






Gambar 3 Hasil Uji Linearitas Pelayanan Pustakawan (X2) dan Minat Baca (Y)


 


Berdasrkan hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa:


(a)  Hubungan antara variabel fasilitas perpustakaan (X1) dan minat baca (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,562 > 0,05 maka kedua variabel mempunyai hubungan yang linear.


(b)  Hubungan antara variabel pelayanan pustakawan (X2) dan minat baca (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,438 > 0,05 maka kedua variabel mempunyai hubungan yang linear.


Uji analisis berganda dilakukan untuk mengethui pengaruh fasilitas perpustakaan dan pelayanan perpustakaan terhadap minat baca di badan diklat provinsi Jawa Timur. Adapun hasil dari uji regresi berganda dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini:


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 






Coefficientsa






Model




Unstandardized Coefficients




Standardized Coefficients




T




Sig.




Collinearity Statistics






B




Std. Error




Beta




Tolerance




VIF






1




(Constant)




1.161




2.724




 




.426




.671




 




 






Fasilitas_X1




.018




.048




.020




.373




.710




.993




1.007






Pelayanan_X2




.944




.053




.922




17.652




.000




.993




1.007






a. Dependent Variable: Minatbaca_Y






 


 


Gambar 4 Hasil Analisis Berganda


 


Hasil analisis data diperoleh nilai persamaan regresi yaitu Y=1,161+0,018+0,944 dari hasil persamaan tersebut dapat diartikan bahwa:



  1. Nilai konstanta adalah 1,161 hal ini menunjukkan bahwa jika nilai variabel independen (variabel bebas) yaitu variabel fasilitas perpustakaan (X1) dan pelayanan pustakawan (X2) adalah (1), maka nilai dari variabel minat baca (Y) sebesar 1,161

  2. Nilai 0,018 (X1) merupakan koefisien regresi yang menunjukkan bahwa jika nilai variabel fasilitas perpustakaan mengalami kenaikan 1%, dengan asumsi variabel pelayanan pustakawan tetap, maka akan menyebabkan peningkatan nilai dari variabel terikat (Y) sebesar 0,018 atau 1,8%.

  3. Nilai 0,944 (X2) merupakan koefisien regresi yang menunjukkan bahwa jika nilai variabel pelayanan pustakawan mengalami kenaikan 1%, dengan asumsi variabel fasilitas perpustakaan tetap, maka akan menyebabkan peningkatan nilai dari variabel terikat (Y) sebesar 0,944 atau 94,4%.


 


Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas (X1,X2) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi jawa timur. Pengujian dalam uji T dilakukan dengan melihat taraf signifikan (Thitung), jika taraf signifikansi > 0,05 maka hipotesis diterima. Adapun hasil dari uji T dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:


Tabel 3 Hasil Uji T






Variabel




T hitung




T tabel




Sig






Fasilitas Perpustakaan (X1)




0,373




2,004




0,710






Pelayanan Pustakawan (X2)




17,652




0,000






 


Berdasrkan tabel di atas dapat diketahui:



  1. Variabel fasilitas perpustakaan (X1) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur (Y) diketahui nilai Thitung 0,373 nilai tersebut lebih kecil dari Ttabel sebesar 2,004. Sedangkan nilai signifikan 0,710 nilai tersebut lebih besar dari nilai alpha 0,05 dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, artinya fasilitas perpustakaan tidak berpengaruh terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur.

  2. Variabel pelayanan pustakawan (X2) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur (Y) diketahui nilai Thitung 17,652 nilai tersebut lebih besar dari Ttabel sebesar 2,004. Sedangkan nilai signifikan 0,000 nilai tersebut lebih kecil dari nilai alpha 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, artinya pelayanan pustakawan berpengaruh terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur.






ANOVAa






Model




Sum of Squares




Df




Mean Square




F




Sig.






1




Regression




325.377




2




162.689




156.406




.000b






Residual




58.250




56




1.040




 




 






Total




383.627




58




 




 




 






a. Dependent Variable: Minatbaca_Y






b. Predictors: (Constant), Pelayanan_X2, Fasilitas_X1






Uji F Penelitian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah ketiga yakni pengaruh secara bersama-sama antara fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan terhadap minat baca peserta diklat provinsi Jawa Timr. Di bawah ini adalah gambar 5 hasil uji F:


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 5 Hasil Uji F


 


Berdasrkan penghitungan uji F di atas dapat diketahui nilai Fhitung sebesar 156,406 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,16 dan nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, artinya fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan secara bersama-sama terhap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Selanjutnya hasil dari koefisien determinasi dapat dilihat pada gambar 6 di bawah ini:






Model Summaryb






Model




R




R Square




Adjusted R Square




Std. Error of the Estimate






1




.921a




.848




.843




1.020






a. Predictors: (Constant), Pelayanan_X2, Fasilitas_X1






b. Dependent Variable: Minatbaca_Y






Gambar 6 Koefisien determinasi


 


Deskripsi dari koefisien determinasi adalah sebagai berikut:



  1. Koefisien korelasi (R) = 0,921


Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan secara bersama-sama terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara provinsi Jawa Timur. Arah hubungannya positif sehingga artinya apabila variabel fasilitas perpustakaan dan pelayanan pustakawan ditingkatkan, maka variabel  minat baca (Y) cenderung meningkat begitu pula sebaliknya.



  1. Koefisien determinasi (R2) = 0,843


Hasil tersebut mempunyai arti bahwa pengaruh semua variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel Y adalah 0,843. Jadi keseluruhan variabel bebas sebesar 84,3% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.


 


Uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis yang telah diajukan.



  1. 1.          Pengaruh fasilitas perpustakaan (X1) terhadap minat baca peseta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur (Y).

  2. Ho              : Tidak ada pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

  3. H1              : Ada pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

  4. Berdasrkan nilai signifikan variabel fasilitas perpustakaan (X1) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur (Y) adalah sebesar 0,710 > 0,05 dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulannya tidak terdapat pengaruh antara fasilitas perpustakaan (X1) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur.

    1. 2.          Pengaruh pelayanan pustakawan (X2) terhadap minat baca peseta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur (Y).

    2. Ho              : Tidak ada pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

    3. H1              : Ada pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

    4. Berdasarkan nilai signifikasi variabel status akreditasi (X2) terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh antara pelayanan pustakawan (X2) terhadap minat baca.

      1. 3.          Pengaruh fasilitas perpustakaan (X1) dan Pelayanan Pustakawan (X2) terhadap Minat Baca peseta diklat dan widyaiswara badan diklat provinsi Jawa Timur (Y)

      2. Ho              : Tidak ada pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

      3. H1              : Ada pengaruh pelayanan pustakawan terhadap minat membaca peserta diklat dan widyaiswara di perpustakaan badan pendidikan dan pelatihan provinsi Jawa Timur.

      4. Berdasrkan penghitungan uji F di atas dapat diketahui nilai Fhitung sebesar 156,406 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,16 dan nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, artinya fasilitas perpustakaan (X1) dan pelayanan pustakawan (X2) secara bersama-sama terhap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur.




 


Pembahasan



  1. 1.     Pengaruh Fasilitas Perpustakaan Terhadap Minat Baca Peserta Diklat dan Widyaiswara di Badan Diklat Provinsi Jawa Timur


Penelitian yang dilakukan di badan diklat provinsi Jawa Timur diperoleh hipotesis yaitu fasilitas perpustakaan tidak berpengaruh terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Berdasarkan uji hipotesis diketahui besarnya nilai taraf signifikan variabel fasilitas perpustakaan (X1) adalah 0,710 > nilai alpha 0,05 dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak yang artinya fasilitas perpustakaan tidak berpengaruh terhadap minat baca peserta diklat dan widyaiswara di badan diklat provinsi Jawa Timur. Artinya tinggi rendahnya minat baca di perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur tidak ditentukan oleh kelengkapan fasilitas perpustakaan. Semakin lengkap perpustakaan akan membuat perpustakaan itu semakin baik tetapi tidak mempengaruhi minat baca di perpustakaan provinsi Jawa Timur.


Berdasarkan penghitungan di atas, maka hasil penelitian tentang fasilitas perpustakaan tidak sejalan dengan pendapat yang diungkapkan Moenir (2001:119) menyatakan “Fasilitas adalah segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan pelayanan fasilitas lain yang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam melaksanakan pekerjaan atau segala sesuatu yang digunakan, dipakai, ditempati, dan dinikmati oleh orang pengguna”. Pendapat lain yang tidak sejalan juga dinyakakan oleh Hardjoprakosa (2005:146) bahwa usaha untuk meningkatkan minat baca dapat dilakukan dengan peningkatan fasilitas perpustakaan dan program kegiatan minat baca, dengan menambah jumlah berbagai jenis layanan seperti penyediaan fasilitas membaca yang baik serta penyediaan fasilitas membaca yang baik serta penyediaan armada perpustakaan keliling. Dari penjelasan teori tersebut perpustakaan badan diklat provinsi Jawa Timur tidak memenuhi faktor yang seharusnya dipertimbangkan dalam penentuan fasilitas perpustakaan. Selain itu penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian dari Adriana dan Marinus (1995) penelitian ini tentang membaca bersama dapat meningkatkan literasi masyarakat Georgia. Dapat diartikan bahwa membutuhkan fasilitas guna meningkatkan literasi.



Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.