STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SD NEGERI BALAS KLUMPRIK 1 SURABAYA

Ramadhan Arli Wandio

Abstract


STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA  


DI SD NEGERI BALAS KLUMPRIK 1 SURABAYA


Ramadhan Arli Wandio


Manajemen Pendidikan, FIP, Universitas Negeri Surabaya, arlilalat@gmail.com


Mudjito


Manajemen Pendidikan, FIP, Universitas Negeri Surabaya


Abstrak


Disiplin adalah bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengkondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Kemudian, pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukan pertama pada perencanaan melalui visi misi sekolah dibuat fenomena sesuai dengan keadaaan serta kebutuhan sekolah dan dirumuskan oleh kepala sekolah, guru, komite dan pengawas sekolah. visi misi dibentuk siswa dapat dapat menumbuhkan karakter disiplin dan berpedoman pada nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Tata tertib dirumuskan oleh kepala sekolah, guru dan staf. Sanksi yang diberikan adalah hukuman yang mendidik hingga pemanggilan orang tua. Usaha dalam mendisplinkan disertai contoh yang baik dan benar. Kedua pada pengorganisasian dalam kebijakan kepala sekolah pembentukan disiplin dan yang bertanggung jawab serta penegakan disiplin pada siswa adalah semua warga sekolah memiliki peran memberi contoh yang baik dan disiplin pada siswa. Ketiga pada pelaksanaan disiplin di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya cukup baik,pembinaan dilakukan pada saat upacara bendera dan bentuk disiplin  melalui baris-berbaris. Faktor penghambat adalah masih  adanya siswa yang melanggar tata tertib dan upaya yang dilakukan adalah mengadakan kegiatan yang mendidik pada siswa. Keempat pada pengawasan  kepala sekolah turut memantau karakter disiplin siswa dan strategi yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan orang tua siswa agar siswa lebih berdisiplin di sekolah maupun di rumah.


Abstract


Discipline is an integral part of character education. This study aims to understand, analyze and describe the planning, organizing, implementation and supervision in the formation of student discipline character in SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. This research used qualitative approach with case study research design. The data collection techniques were passive participation observation, interview and documentation. Data analysis was done by condensing data, data presentation, and data verification. To check the validity of data, the researcher used the credibility, transferability, dependability, and conformability. The results of this study showed that first, the planning is able to do through the school’s vision and mission which is made in accordance with the circumstances and needs of the school and defined by principals, teachers, committees and school supervisors. The school’s vision and mission is formed to create students grow with discipline character and guided by the values and norms that exist in society. The rules are formulated by principals, teachers and staff. Sanctions for the students who break the rules are punishment which educates them. If the fault belongs to a hard one, the principle has a right to call the parents to school. Second, on organizing the policy in the formation of students’ discipline character, all the staff in the school has responsibility to give good example on how discipline character is. Third, on the implementation of discipline in SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya was quite good which was proved during the flag ceremony. The inhibiting factor was there were still some students who violated the rules. To overcome this, it is necessary to hold more activities that relate to the formation of student discipline character. Fourth, the principal also monitors the improvement of the students discipline character by having coordination with students’ parents.


 


 


 


 


 


 


Pendahuluan


Pendidikan adalah salah satu upaya untuk mengembangkan kepribadian siswa secara utuh. Pengertian utuh ini meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (Damayanti, 2014:9). Muara ranah kognitif pada adalah tumbuh dan berkembangnya kecerdasan dan kemampuan intelektual akademik, ranah afektif bermuara pada terbentuknya moral dari nilai-nilai sedangkan ranah psikomotorik bermuara pada keterampilan dan perilaku. Pendidikan apapun jalurnya baik formal, informal, maupun nonformal sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.. Sebagaimana tertera dalam tujuan pendidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) sebagai berikut: ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, dan masyarakat, bangsa dan negara”.


Dari tujuan pendidikan di atas, pendidikan dimaknai sebagai usaha sadar atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Perilaku tersebut antara lain mencakup pengendalian diri dan perilaku disiplin. Disiplin merupakan salah satu kebutuhan dasar anak, dalam rangka pembentukan dan pengembangan wataknya secara sehat. Dari tujuan pendidikan tersebut tampak bahwa kedisiplinan memiliki arti penting guna membentuk karakter yang diinginkan di dalam tujuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan kebijakan tertuang di dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 1995 Tentang Gerakan Disiplin Nasional. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tersebut, disadari perlunya seorang siswa menerapkan disiplin sekolah sehingga akan terjalin keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari antara sesama siswa dan juga dengan para guru dan tenaga kependidikan lainnya.


Menurut Heri (2012:33), disiplin merupakan suatu tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin adalah suatu nilai karakter yang harus dikembangkan di sekolah. Dalam jurnal penelitian Wuryandani (2014) menjelaskan bahwa pendidikan karakter disiplin merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam rangka membina karakter seseorang. Berbekal nilai karakter disiplin akan mendorong tumbuhnya nilai-nilai karakter yang baik lainnya, seperti tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, dan sebagainya. Menurut Curvin dan Mindler (Wuryandani, 2014) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi disiplin, yaitu (1) disiplin untuk mencegah masalah; (2) disiplin untuk memecahkan masalah agar tidak semakin buruk; dan (3) disiplin untuk mengatasi siswa yang berperilaku di luar kontrol.


Kecenderungan fenomena yang terjadi di masyarakat, antara lain (1) melemahnya nilai-nilai moral dan etika sosial di kalangan peserta didik dan pendidik; (2) maraknya tindakan kekerasan dan perilaku tercela yang menjurus ke tindak kejahatan tingkat tinggi, yang menyiratkan lemahnya kontrol terhadap sistem persekolahan; dan (3) makin langkanya keteladanan (sikap dan perilaku) di kalangan pendidik dan pengelola sekolah tentang nilai-nilai kebajikan seperti kejujuran, kesantunan, kasih sayang, berprinsip, berintegritas dan perilaku sosial terpuji yang merujuk pada moralitas publik (Sarjunani, 2014).


Pentingnya pendidikan karakter disiplin diterapkan didasarkan pada banyak terjadinya perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma kedisiplinan. Pendidikan karakter menegaskan bahwa jika disiplin hendak berfungsi, hal itu harus mengubah anak-anak pada sisi dalamnya. Disiplin harus mengubah sikap mereka, cara mereka berpikir, merasa, bertindak. Disiplin harus menyebabkan mereka ingin berperilaku secara berbeda. Disiplin harus membantu mereka mengembangkan kebajikan-kebajikan penghormatan, empati, penilaian yang baik, dan pengendalian diri yang tanpa hal-hal ini, masalah disiplin muncul pertama kali. Jika kebajikan-kebajikan yang absen ini tidak dikembangkan, bersama dengan komitmen untuk mempraktikannya, persoalan perilaku perilaku negatif tersebut akan terulang lagi. Singkatnya, disiplin yang efektif harus berbasis karakter, kepala sekolah harus memperkuat karakter peserta didik, tidak hanya mengendalikan perilaku dari peserta didik.


Dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dari bidang pendidikan tentunya harus memiliki strategi yang baik. Hal ini dikemukakan oleh Suyadi dalam bukunya yang berjudul Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Suyadi (2013:13) mengungkapkan bahwa “seiring berjalannya waktu, istilah strategi di dunia militer tersebut diadopsi ke dalam pendidikan, strategi digunakan untuk mengatur siasat agar dapat mencapai tujuan dengan baik. Dengan kata lain, strategi dalam konteks pendidikan dapat dimaknai sebagai perencanaan yang berisi serangkain kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan”. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.


Di sinilah pentingnya peran kapasitas Kepala Sekolah dalam meningkatkan pengelolaan sekolah yang akuntabel (Nina, 2009:28). Intinya kepala sekolah memainkan peran strategis dalam mengembangkan karakter disiplin  siswa. Dengan ungkapan lain kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor terpenting dalam menentukan mutu sekolah. Ungkapan ini didukung, hasil penelitian Peters & Austin (Sallis, 1993:3), yang membuktikan bahwa faktor yang menentukan mutu dalam institusi adalah kepemimpinan. Bagaimana apabila sekolah menjalankan kepemimpinannya, tentu akan mempengaruhi kinerja guru dan stafnya, mempengaruhi proses hasil belajar siswanya, mempengaruhi dukungan dan partisipas masyarakat.


Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada percakapan dan kebijaksanaan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin sekolah. Hal ini karena kepala sekolah merupakan pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.


Penanaman karakter dapat menumbuhkan bertindak disiplin terhadap sesuatu yang diberikan kepada peserta didik. Pendidikan dasar memiliki peran yang sangat penting dan merupakan pondasi dalam membentuk ataupun menanamkan karakter disiplin yang baik pada peserta didik. Ketika pendidikan dasar di sekolah telah berhasil membentuk atau menanamkan karakter disiplin yang baik pada peserta didik, maka untuk mengarahkan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pasti akan lebih berkesinambungan.


Bentuk disiplin yang ada di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya antara lain berupa ketentuan bahwa masuk sekolah dibagi menjadi dua sistem waktu yaitu jam masuk pagi sekolah pukul 06.30-12.00 dan jam masuk siang pada pukul 12.00-16.30. Untuk  kelas rendah kelas 1&2 masuk pada pukul 06.30-09.00 dan untuk kelas tinggi pada kelas 3 hingga 6 masuk pada pukul 06.30-12.00, akan tetapi pada kelas 6 mendapat jam tambahan yang menjadikan  waktu di sekolah jam 06.30-13.30. Lalu pada jam masuk siang, pada kelas tinggi jenjang kelas 3-5 masuk pada pukul 12.00-16.30. Ketika hendak memasuki gerbang sekolah siswa diwajibkan melakukan 4S yaitu salim, salam, senyum, sapa. Selain itu segi kerapian penampilan siswa juga dipantau. Kerapian tersebut meliputi ; (1) kerapian seragam, (2) kelengkapan atribut seragam sekolah, (3) sepatu harus hitam, (4) kaos kaki berlogo sekolah. Bagi siswa yang tidak memenuhi tata tertib tersebut  akan ada tindakan dari petugas yaitu mendata siswa-siswa yang melanggar peraturan dan dipanggil ke ruang guru untuk mendapatkan sanksi.


 Meskipun sudah diterapkan disiplin yang tinggi tetapi masih saja ada siswa yang melanggar peraturan, masalah yang sering terjadi yaitu seperti siswa tidak memakai atribut lengkap. Oleh karena itu kepala sekolah berupaya untuk selalu melakukan inovasi agar pelanggaran disiplin dapat diatasi sehingga tidak ada siswa yang melanggar disiplin.


Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, di SD Negeri Balas klumprik 1 Surabaya disimpulkan bahwa sekolah tersebut telah berupaya menerapkan tingkat disiplin yang tinggi. Kesadaran disiplin siswa yang dilaksankan sehari-hari yang telah tumbuh dengan hasil yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan. Pembentukan disiplin memiliki keuntungan bagi siswa untuk hidup dengan kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Pembiasaan lingkungan sekolah mempunyai pengaruh positif bagi siswa untuk masa depannya. Berdasarkan fakta  yang diamati dari hasil studi pendahuluan itulah maka peneliti terdorong  untuk melakukan penelitian di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya dengan judul “Strategi Kepala Sekolah Dalam Pembenrtukan Karakter Disiplin Siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya”. Alasan kedua pemilihan judul tersebut  adalah dorongan keingintahuan mengenai bagaimana kepemimpinan suatu satuan pendidikan dalam pelaksanaan disiplin 


Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penelitian  ini lebih memfokuskan pada permasalahan tentang strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya, yaitu: (1) Perencanaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. (2) Pengorganisasian dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. (3) Pelaksanaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. (4) Pengawasan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan yang dilakukan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya (2) Pengorganisasian dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya (3) Pelaksanaan kegiatan sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa yang diterapkan sekolah di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. (4) Pengawasan yang dilakukan sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya


Hasil dari penelitian ini dapat memberi manfaat, diantaranya manfaat teoritis Hasil dari Penelitian ini diharapkan sebagai kontribusi manajemen kesiswaan yang difokuskan pada keilmuan dalam manajemen pendidikan khususnya mengenai strategi sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di sekolah, pengembangan pembentukan karakter disiplin untuk efektifitas proses pembelajaran yang kondusif. Adapun penelitian ini memberikan manfaat praktis yaitu: Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini diharapakan dapat digunakan evaluasi bagi kepala sekolah dalam memperkuat strategi dalam pembentukan karakte disiplin siswa di sekolah, sehingga kepala sekolah dapat meningkatkan mutu  dengan cara menciptakan karakter disiplin peserta didik dengan semakin baik.. Bagi manajemen kesiswaan, Hasil penelitian ini diharapkan sebagai alat motivasi diri dalam  meningkatkan kinerja bidang kesiswaan sehingga lebih efektif dalam melaksanakan proses pembentukan karakter disiplin siswa, juga berperan aktif dalam menmbentuk karakter siswa yang memliki kedisiplinan yang tinggi. Hal ini berpengaruh dalam peningkatan prestasi di sekolah. Bagi peserta didik, hasil penelitian ini diharapkan peserta didik mengetahui bentuk karakter yang diinginkan dalam pembentukan karakter disiplin sehingga peserta didik dapat mengimplementasikannya dalam kehiduan sehari-hari. Bagi peneliti lain, Penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya yang membahas tentang hal yang sama demi kesempurnaan penelitian..


 


Metode


Berdasarkan jenisnya penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2007:6), penelitian kualitatif bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Berdasarkan karakteristik tersebut, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif. Peneliti secara langsung terjun ke lapangan mengumpulkan data dan fakta, serta melakukan analisis terhadap fakta yang diperoleh, yang nantinya akan diolah menjadi informasi yang berguna. Penelitian kualitatif dipilih karena melihat strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin bersifat kompleks, dinamis dan penuh makna sehinga tidak mungkin apabila data yang dikumpulkan melalui instrument-instrumen seperti penyebaran angket atau kuesioner. Sehingga data penelitian dapat diungkapkan secara deskriptif yang berasal dari beberapa informan tentang apa yang mereka alami dan lakukan dengan menyesuaikan dari fokus penelitian.


Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Studi kasus mengulas keadaaan sebenarnya secara  mendalam mengenai masalah yang terjadi di suatu lokasi tempat tertentu. Studi kasus bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai objek yang diteliti, sehingga sifat penelitiannya lebih banyak eksploratif dan deskriptif (Ulfatin, 2013:49). Desain kasus pada penelitian ini adalah bagaimana strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin sisw di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya yang digali secara langsung dan mendalam dengan metode pengambilan data dan infomasi yang diperoleh melalui berbagai sumber yang secara langsung mengetahui, terlibat dan mengalaminya dalam kegiatan sehari-hari disekolah misalnya seluruh warga sekolah melakukan program sekolah dalam kurun wakru tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Proses penelitian studi kasus ini dilakukan meliputi beberapa langkah sebagai berikut: (1) menyeleksi dan memilih topik penelitian, topik penelitian ini adalah strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya; (2) Menentukan masalah dan fokus penelitian, fokus penelitian ini adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan sekolah serta pengawasan dalam  pembentukan karakter disiplin siswa; (3) mendesain rancangan, desain rancangan penelitian ini yaitu penelitian kualitatif; (4) mengumpulkan data, dalam penelitian ini pengumpulan data mengenai strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Peneliti sebagai instrumen penelitian dapat menyesuaikan cara pengumpulan data  dengan masalah dan lingkungan penelitian; (5) menganalisis data, setelah data terkumpul peneliti menganalisi data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau selesai dari lapangan; (6) menggenaralisasikan temuan, yang dimaksud dengan menggenaralisasikan temuan yaitu dengan menarik kesimpulan dari data yang didapat dari penelitian strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa; (7) validasi data dilakukan peneliti dengan menggunakan pengecekan keabsahan data. Peneliti akan melakukan uji credibility, transferability, dan comfirmability; (8) tahap yang terakhir yaitu peneliti menulis laporan penelitian dalam bentuk karya ilmiah mengenai strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa.


Subjek Penelitian diartikan sebagai informan yang artinya orang pada latar peneltian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi-informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2012:76). Selanjutnya menurut Satori & Komariah (2009:53), peneliti perlu memilih subjek atau orang-orang yang dapat mengungkap informasi, mempunyai pengetahuan dan informasi tentang fenomena yang sedang diteliti (sesuai dnegan kategori penelitian). Karena penelitian ini untuk memahami, menganalisis dan mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya, maka subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, seksi bidang kurikulum, seksi bidang kesiswaan, guru kelas SD Negeri Balas Klumprik 1  Surabaya


Dalam setiap penelitian, data merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap peneliti. Menurut Lofland (Moleong, 2007:157) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa jenis data diantaranya data primer dan data sekunder. Menurut Azwar (2007:91) data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Peneliti menggunakan data primer dalam penelitiam ini berupa rekaman suara saat melakukan wawancara, pengambilan foto pelaksanaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa, data siswa SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya pada tahun ajaran 2016/2017, serta data guru di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Sedangkan informan dalam peneliti ini kepala sekolah, seksi bidang kurikulum, sarana prasarana, dan guru kelas SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Dalam hal ini yang menjadi informan kunci adalah kepala sekolah, seksi bidang kurikulum, seksi bidang kesiswaan dan guru kelas SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Sumber data atau sampel pada penelitian kualitatif adalah semua orang, dokumen dan peristiwa-peristiwa (yang di tetapkan oleh peneliti) untuk diamati, diobservasi atau diwawancara sebagai sumber informasi yang dianggap ada hubungannya dengan tujuan dan permasalahan penelitian (Satori & Komariah, 2009:52). Sehingga di penelitian ini sumber diperoleh dari informan manusia kepala sekolah, seksi bidang kurikulum, guru kelas SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya.


Teknik pengumpulan data sebagai tahap awal dalam sebuah penelitian, dimana kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah data lengkap yang menunjang penelitian. Sehingga teknik pengumpulan data sangat diperlukan agar data yang didapat sesuai dengan yang dibutuhkan dengan menggunakan suatu teknik yang tepat dalam penggalian data lapangan. Berikut penjelasan peneliti secara rinci mengenai tiga teknik yang digunakan yaitu: (1) Observasi, Menurut Supardi (2006:88) metode observasi merupakan metode pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselediki. Metode observasi ini dalam melakukan pengumpulan data peneliti menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa peneliti sedang melakukan penelitian, sehingga mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir aktifitas penelitian. Kegiatan ini dilakukan ketika kegiatan upacara berlangsung tentunya dibawah pendampingan guru. Peneliti melihat bagaimana strategi atau karakter disiplin di lingkungan sekolah melalui lingkup yang kecil yaitu di dalam kelas, tidak hanya itu peneliti juga melakukan observasi pada jam istirahat dikarenakan bagaimana siswa dilatih berdisiplin. Peneliti mengamati kebiasaan siswa selama berlangsung kegiatan upacara serta kegiatan yang berkaitan dengan karakter disiplin di luar kelas apakah siswa dan guru turut saling bersinergi membentuk karakter disiplin baru berupa kebiasaan mentaati tata tertib atau mungkin sebaliknya. (2) Wawancara, Menurut Sugiyono (2014:317) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu dan dengan wawancara, peneliti akan mengetahu hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi yang tidak mungkin bisa ditemukan melalui observasi.  Penelitian tentang strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Alasan peneliti memilih wawancara semi terstruktur adalah wawancara tipe ini mendekati keadaan yang lebih sebenarnya dan didasarkan pada spontanitas wawancara, dan lebih banyak kemungkinan untuk menjelajahi berbagai aspek dari masalah yang diajukan serta dapat mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari informan secara mendalam dengan tetap menggunakan pedoman wawancara sebagai acuan pertanyaan. Informan dapat menyampaikan pernyataan-pernyataan secara leluasa atas pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti atau telah disusun  sebelumnya dalam pedoman wawancara. (3) Studi dokumentasi, Menurut Arikunto (2006:158) dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan hal-hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya. Data yang diambil dalam penelitian berkaitan dengan strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya seperti , kegiatan sekolah dalam pembentukan karakter disiplin, dokumen-dokumen sekolah, foto dokumentasi kegiatan  sekolah yang berkaitan dengan pembentukan karakter disiplin, tata tertib sekolah, dan juga dokumen lainnya yang menunjukkan pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya.


Teknik analisis data, Sugiyono (2014:244) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara lapangan dan dokumentasi, yang disusun, dipilih, serta dibuat kesimpulan sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif melalui tiga tahap yaitu: reduksi data/kondensasi, penyajian data dan verifikasi data/simpulan. Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan tentang objek-objek penelitian.


 


Hasil dan Pembahasan


Penelitian ini menghasilkan terkait empat fokus penelitian yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya.



  1. 1.          Perencanaan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya


Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Merumuskan visi misi sekolah; a) Visi dan misi sekolah dibuat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, yaitu berdasar pada lingkungan sekolah baik lingkungan eksternal maupun internal, tujuan sekolah dan karakter siswa; b) Yang terlibat dalam pembuatan visi misi sekolah adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah dam pengawas; c) Visi misi sekolah dibentuk agar siswa dapat menumbuhkan karakter disiplin dan mengembangkan sikap-sikap baik yang ada dalam diri setiap siswa; d) Pembentukan karakter disiplin siswa dibentuk berdasar nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. 2) Merumuskan tata tertib sekolah; a) Tata tertib dirumuskan atau dibuat dengan melakukan rapat yang dihadiri seluruh stakeholder sekolah; b) Yang terlibat dalam merumuskan tata tertib adalah kepala sekolah, guru, dan komite sekolah; c) Sanksi yang diberikan kepada siswa jika melanggar tata tertib yang ada disekolah ataupun yang sudah disepakati adalah hukuman yang mendidik, bimbingan konseling hingga pemanggilan orang tua; d) Usaha dalam membentuk karakter disiplin siswa stakeholder sekolah tentu memberi contoh yang baik kepada siswanya agar siswa tersebut dapat berperilaku yang baik pula dan hal lain yaitu dengan memberikan arahan untuk melakukan hal-hal baik disekitar lingkungannya.


SDN Balas Klumprik 1 Surabaya dalam merumuskan visi dan misi sekolah senantiasa menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Visi dan misi mejadi tolok ukur untuk keberhasilan sekolah. berdasar pada lingkungan sekolah baik lingkungan eksternal maupun internal, tujuan sekolah dan karakter siswa. Hal ini sesuai dengan pernyataan Fitri (2012:58) membentuk karakter pada diri anak memerlukan suatu tahapan yang dirancang dan sistematis dan berkelanjutan. SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya karakter yang ingin ditanamkan sekolah dalam disiplin siswa antara lain karakter sikap disiplin siswa dapat mengetahui kecakapan atau ketrampilan-ketrampilan yang ada dalam dirinya.


Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Megawangi dalam (2015:5) ada tiga tahapan  pembentukan karakter yakni: a) Moral knowing, memahamkan dengan baik pada anak tentang arti kebaikan. Mengapa harus berperilaku baik. b) moral feeling, membangun kecintaan berperilaku baik pada anak yang akan menjadi sumber energy anak untuk berperilaku baik. c) moral action ini merupakan outcome dari dua tahap sebelumnya dan harus dilakukan berulang-ulang agar menjadi kebiasaan.



  1. 2.          Pengorganisasian dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya


Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Yang dilibatkan dalam kebijakan kepala sekolah dalam pembentukan disiplin siswa adalah semua warga yang ada di sekolah mulai dari kepala sekolah hingga staf; 2) Yang bertanggung jawab terhadap pengorganisasian dalam pembentukan karakter disiplin adalah semua warga sekolah dan yang paling utama adalah guru kelas, karena guru kelas yang lebih dekat dengan siswanya; 3) Peran masing-masing dalam mengorganisasikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa adalah selalu mengarahkan memberi contoh yang baik dan disiplin kepada siswa; 4) Yang terlibat dalam penegakan disiplin di sekolah adalah semua warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru hingga staf.


SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya dalam pengorganisasian pembentukan karakter disiplin siswa banyak melibatkan banyak pihak mulai kepala sekolah hingga staf. Dalam hal ini sesuai dengan pernyataan Kimbrough & Burkett (dalam Dharma, 2007:8) mengemukakan enam bidang tugas kepala sekolah dasar sebagai pemimpin, yaitu mengelola pengajaran dan kurikulum, mengelola siswa, mengelola personalia, mengelola fasilitas dan lingkungan sekolah, mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, serta organisasi dan struktur sekolah. Pertanggung jawaban juga di semua lini sesuai job desk masing-masing dalam membentuk siswa yang berkarakter disiplin. Hal ini diperkuat oleh pendapat Robbins dan Judge (2008:5), organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri atas dua orang atau lebih dan yang relatif terus-menerus guna mencapai satu atau serangkaian tujuan bersama. Sehingga telah menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama dalam membentuk siswa yang berkarakter disiplin. Dalam penelitian Evy Mafulah Tahun 2015 dalam bentuk skripsi dengan judul “Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Melalui Budaya Sekolah di SDIT At-Taqwa Surabaya”. Persamaan dari penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dan membahas tentang karakter disiplin. Perbedaan dari penelitian ini terletak pada fokus penelitian serta subjeknya yaitu pada penerapan karakter disiplin.



  1. 3.          Pelaksankan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya


Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya cukup baik, namun masih ada beberapa yang masih melanggar.; 2) Pembinaan kepala sekolah terhadap siswa melalui kegiatan upacara ataupun hari-hari besar nasional yang diadakan di sekolah.; 3) Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk membentuk karakter disiplin siswa melalui kegiatan baris-berbaris sebelum masuk ke ruang kelas, upacara ataupun kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah; 4) Faktor penghambat di dalam pelaksanaan pembentukan karakter disiplin siswa ada masih adanya beberap siswa atau anak yang masih  kurang dalam mentaati peraturan atau tata tertib yang ada di sekolah dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, 5) Peran masing-masing dalam mengatasi faktor penghambat tersebut adalah mengadakan pertemuan dengan orang tua agar menunjang kegaiatan yang ada di sekolah, mengadakan kegiatan yang mendidik anak dan memberi contoh yang baik kepada anak.


Pelaksanaan disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya cukup baik sehingga pembinaan yang dilakukan oleh para stakeholder sekolah tidaklah berat, namun masih saja terdapat siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Dalam hal ini karakter disiplin sudah harus ditanamkan sejak dini, hal ini sesuai oleh pendapat Semiawan, (2009:27-30) Disiplin merupakan pengaruh yang dirancang untuk membentuk anak mampu mengahadapi lingkungan. Disiplin tumbuh dari kebutuhan menjaga keseimbangan antara kecenderungan dan keinginan individu untuk berbuat agar memperoleh sesuatu, dengan pembatasan atau peraturan yang diperlukan oleh lingkungan terhadap dirinya. Menciptakan kedisiplinan siswa bertujuan untuk mendidik siswa agar sanggup memerintahkan diri sendiri. Mereka dilatih untuk dapat menguasai kemampuan agar ia dapat mengatur dirinya sendiri, dan dapat mengerti kelemahan atau kekurangan yang ada pada dirinya. Selain itu  dapat diperkuat yang dikemukakan oleh Shochib, (2000:2), pribadi yang memiliki dasar-dasar  dan mampu mengembangkan kedisiplinan diri berarti memiliki keteraturan diri berdasarkan acuan nilai moral. Lebih lanjut siswa dapat mengembangkan kedisiplinan diri, memiliki keteraturan diri berdasarkan nilai agama, nilai budaya, norma-norma masyarakat, dan sikap yang bermakna bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.



  1. 4.          Pengawasan dalam pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya


Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Kepala sekolah turut memantau berjalannya pembentukan karakter disiplin siswa seperti tiap minggunya pada saat upacara kepala sekolah memantau apakah siswa sudah disiplin atau belum; 2) Strategi yang dilakukan apabila dibeberapa aspek masih memiliki kekurangan yaitu mensosialisasikan kepada orang tua dengan mengadakan rapat, agar siswa tetap menerapkan di rumah apa yang sudah diajarkan dengan baik oleh sekolah.


Tanggung jawab yang besar dan kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam pembentukan karakter di sekolah agar terwujudnya ketercapaian hal tersebut, hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sagala (2011:126), untuk menjamin mutu pelayanan pendidikan dan mutu manajemen pendidikan, maka pengembangan standar kompetensi kepala sekolah meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, dan kompetensi sosial. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Tobroni (2014:54) bahwa kepala sekolah merupakan pimpinan tunggal di sekolah yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengatur, mengelola, dan menyelenggarakan kegiatan di sekolah, agar tujuan sekolah dapat tercapai. Kepala sekolah harus mempunyai pemikiran luas dan strategi apabila terdapat kendala untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Sagala (2007:141), strategi adalah sekumpulan hipotesis tentang hubungan sebab akibat yang dinyatakan dengan suatu urutan jika-maka. Pelaksanaan strategi dimulai dengan membidik dan melibatkan orang-orang yang harus melaksakannya.


 


Penutup


Simpulan


Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perencanaan pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya dibagi menjadi dua yaitu visi misi sekolah dan tata tertib sekolah. Visi misi dan tata tertib sekolah dibuat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, yaitu berdasar pada lingkungan sekolah baik lingkungan eksternal maupun internal, tujuan sekolah dan karakter siswa. Perumusan visi misi dan tata tertib sekolah melibatkan beberapa stakeholder sekolah antara lain kepala sekolah, guru, komite sekolah dan pengawas. Visi misi sekolah dibentuk agar siswa dapat menumbuhkan karakter disiplin dan mengembangkan sikap-sikap baik yang ada dalam diri setiap siswa. Pedoman dalam pembentukan karakter disiplin adalah siswa dibentuk berdasar nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Sanksi yang diberikan kepada siswa jika melanggar tata tertib yang ada di sekolah ataupun yang sudah disepakati adalah hukuman yang mendidik, bimbingan konseling hingga pemanggilan orang tua. (2) Pengorganisasian pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya. Pembentukan disiplin siswa digabung  secara kolektif semua warga yang ada di sekolah mulai dari kepala sekolah hingga staf dalam kebijakan kepala sekolah. Penanggung jawab terhadap pengorganisasian dalam pembentukan karakter disiplin adalah semua warga sekolah dan yang paling utama adalah guru kelas. Penegakan disiplin melibatkan semua warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru hingga staf. (3) Pelaksanaan pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya cukup baik, meskipun masih ada beberapa pelanggaran. Pembinaan kepala sekolah terhadap siswa melalui kegiatan upacara ataupun hari-hari besar nasional yang diadakan di sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan anak. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk membentuk karakter disiplin siswa melalui kegiatan baris-berbaris sebelum masuk ke ruang kelas, upacara ataupun kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah. Faktor penghambat  dalam pelaksanaan pembentukan karakter disiplin siswa adalah masih adanya beberapa siswa yang melanggar peraturan atau tata tertib yang ada di sekolah dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. (4) Pengawasan pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri Balas Klumprik 1 Surabaya dilakukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah turut memantau berjalannya pembentukan karakter disiplin siswa. Strategi yang dilakukan apabila dibeberapa aspek masih memiliki kekurangan yaitu mensosialisasikan kepada orang tua dengan mengadakan rapat, agar siswa tetap menerapkan di rumah apa yang sudah diajarkan dengan baik oleh sekolah.


 


 


Saran


Berdasrkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, peneliti menawarkan beberapa saran yang terkait dalam bahasan penelitian ini, antara lain: (1) Bagi Kepala Sekolah hendaknya diharapkan membuat sistem terhadap sanksi yang diberikan kepada siswa agar terwujudnya sikap disiplin pada anak (2) Bagi Waka bagian Kurikulum hendaknya  melakukan analisis dibeberapa aspek yang masih mengalami hambatan. (3) Bagi Waka bagian Kesiswaan hendaknya membuat program atau kegiatan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa


 


Daftar Pustaka


Arikunto (2006). Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara 


Azwar, S. 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Curvin, dan Mindler. 1999. Discipline With Dignity. USA: Association For Supervision And Curriculum Development 


Damayanti, D. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Araska


Dharma, Surya. 2007. Diklat Manajemen Unit Produksi/ Jasa sebagai Sumber Belajar Siswa dan Penggalian dana Pendidikan Persekolahan. Jakarta: Dirjen PMPTK.


Fitri, Agus Zaenul. 2012. Pendidikan Karakter Berbaasis Nilai dan Etika di Sekolah. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media


Keputusan Presiden RI Nomor 33 Tahun 1995 tentang gerakan disiplin nasional


Lickona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter Pandua Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Cetakan ke satu. Bandung: Penerbit Nusa Media.


Megawangi, Ratna. 2015. Inilah Tahap-tahap Pembentukan Karakter Siswa, (online), (http://www.abdimadrasah.com/2015/05/inilah-tahap-tahap-pembentukan-karakter-siswa.html?m=1, diakses pada tanggal 22 Maret 2017)


Moleong. Lexy J. 2012. Metodelogi Penelitian Kulaitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosada Karya


Rahyubi, Heri. 2012. Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung : Nusa Media.


Robbins dan Judge. 2008. Perilaku Organisasi, Edisi Duabelas. Jakarta: Salemba Empat


Sagala, Syaiful. 2013. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.


Sallis, Edward. 1993. Total Quality Management in Education. Logan : Kogan Page


Satori, Djama’an dan Komariah, Aan. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.


Semiawan, Conny R. 2009. Penerapan Pembelajaran Pada Anak. Jakarta: PT Ideks.


Shochib. 2000. Pola Asuh Orangtua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta. Rineka Cipta.


Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta


Supardi, M.d (2006). Metodologi Penelitian. Mataram: Yayasan Cerdas Press


Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Taufiqurokhman. 2016. Manajemen Strategik. Jakarta Pusat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama. No ISBN: 9-781234-567897 https://moestopo.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/MANAJEMEN-STRATEGIK-Oleh-Dr.-Taufiqurokhman.-M.Si_.pdf. Diakses pada tanggal 22 maret 2017.


Tulus, Tu’u. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar. Jakarta: Grasindo.


Ulfatin, Nurul. 2013. Metode Penelitian Kualitatif di bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Studi Kasus, Etnografi, Interaksi Simbolik Penelitian Tindakan Pada Konteks Manajemen Pendidikan  . Malang: Media Nusa Creative.


Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1


 


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.