Gaya Kepemimpinan Kepala UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur

EIFY TAFRICHA DHEA NURITASARI

Abstract


 


 


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penerapan gaya kepemimpinan Kepala UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur, (2) Hambatan-hambatan yang terjadi dalam kepemimpinan Kepala UPT ditinjau dari segi gaya kepemimpinannya.


Penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.


Berdasarkan hasil penelitian, bahwa Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gaya kepemimpinan Kepala UPT di UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur menerapkan tiga gaya kepemimpinan yakni, gaya kepemimpinan demokratis, laissez faire dan otoriter. Akan tetapi gaya kepemimpinan yang lebih dominan diterapkan adalah gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laissez faire untuk gaya kepemimpinan otoriter sangat jarang dan minim sekali digunakan. Gaya kepemimpinan demokratis saat melakukan pengambilan keputusan, lebih mengedepankan musyawarah dan mufakat dan Kepala UPT selalu memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan kemampuan para bawahan serta sifat Kepala UPT yang low profile dengan tidak memandang sebelah para bawahan, itu yang menjadikan para bawahan merasa nyaman dalam bekerja. Gaya kepemimpinan laissez faire diterapkan ketika memberikan kepercayaan sepenuhnya, menumbuhkan dan mengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada para bawahan yang bersangkutan sesuai dengan kemampuan atau job discription masing-masing . Gaya kepemimpinan otoriter diterapkan pada saat Kepala UPT memberikan tugas yang sering dirasa bawahan terkesan mendadak dan harus diselesaikan dalam kurun waktu dan death line yang dekat sehingga bawahan sering mengeluh atas pemberian tugas Kepala UPT yang demikian, akan tetapi meskipun bawahan sering mengeluh hasil tugas yang dikerjakan selalu selesai tepat pada waktunya. (2) Hambatan yang terjadi di UPT SMA Negeri Olahraga masih tergolong wajar dan tidak berdampak negatif pada sekolah, seperti pimpinan sering dalam pemberian tugas mendadak, terlalu menaruh kepercayaan penuh pada tugas yang diberikan terhadap bawahan, minimnya keberadaan Kepala UPT di sekolah dikarenakan terlalu banyak kesibukkan di dinas provinsi sehingga Kepala UPT minim kontrol atau pengawasan terhadap pekerjaan bawahan. Semua kendala tersebut masih bisa teratasi dengan adanya koordinator fungsional dan kepala sub bagian tata usaha yang menggantikan peran Kepala UPT saat tidak berada di sekolah. Koordinator fungsional dan kepala sub bagian tata usaha kerja sama membangun koordinasi yang baik mengatur pelaksanaan sesuai dengan arahan Kepala UPT yang telah dirancang. Koordinator fungsional mengatur jalannya akademik dan kepala sub bagian tata usaha mengatur jalannya administrasi sekolah yang akan dipertanggungjawabkan pada dinas provinsi. Dengan pola kinerja seperti itu semua berjalan dengan lancar sesuai dengan job discription dan kemampuan masing-masing para bawahan.


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.