HUBUNGAN KECEPATAN POTONG DAN KEDALAMAN PEMAKANAN DENGAN TINGKAT KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA  PROSES FRAIS  CNC TU 3A

WAHYU ERIANTO

Abstract


Abstrak


Proses pengefraisan pada umumnya adalah suatu proses yang prinsip kerjanya mempunyai tiga sumbu utama yaitu X,Y,Z. Sumbu X arah gerakan eretan horizontal, sumbu Y arah gerakan eretan melintang dan Z arah gerakan pahat naik turun. Pada proses pengefraisan permukaan benda kerja sering terjadi peningkatan kekasaran dan kerataan, khususnya permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan pahat secara langsung. Sehingga timbul  permasalahan yaitu bagaimana hubungan kecepatan potong dan kedalaman pemakanan terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi kecepatan potong 30 m/menit, 40 m/menit, 50 m/menit  dan kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, 3 mm terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja pada  proses mesin  frais CNC TU 3A. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan adalah aluminium 511-01 dengan lebar 50 mm, panjang 60 mm, tinggi 10 mm dan benda kerja yang digunakan sebanyak 9 buah yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu kecepatan potong dan kedalaman pemakanan kemudian dari ke 9 benda kerja tersebut masing – masing benda kerja ditentukan 54 titik untuk dilakukan uji kekasaran dan kerataan. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai data yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan kecepatan potong  30 m/menit, 40 m/menit, 50 m/menit  dan kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, 3 mm terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja. Selain itu untuk mengetahui kekasaran dan kerataan permukaan yang paling rendah atau halus.


Kata kunci: Kecepatan potong, kedalaman pemakanan, kekasaran permukaan dan kerataan  permukaan


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.