PENGARUH  JUMLAH MATA SAYAT END MILL CUTTER MENGGUNAKAN KODE PROGRAM G 02 Dan G 03 TERHADAP KERATAAN ALUMUNIUM 6061  PADA MESIN CNC TU-3A

KURNIAWAN SUHARYADI

Abstract


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mata sayat end mill cutter yaitu  mata sayat 2 dan mata sayat 4 serta kedalaman pemakanan ( 0,3mm ; 0,5 mm ; 0,9 mm) menggunakan kode program G 02 dan G 03 terhadap kerataan alumunium 6061. Kerataan permukaan merupakan pengukuran yang titik  awal sebagai titik refrensi yang mempengaruhi titik pengukuran selanjutnya Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dilakukan di Laboratorium CNC teknik mesin Balai Latihan Kerja Surabaya dan untuk pengujian tingkat kerataan permukaan benda kerja dilakukan di Laboratorium Pengujian Bahan, Teknik Mesin, Balai Latihan Kerja Surabaya. Sampel digunakan berukuran 50 x 50 mm sebanyak 12 buah yang akan mendapat perlakuan berbeda variasi jumlah mata sayat end mill cutter, kedalaman pemakanan dan kode program Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kerataan permukaan benda kerja tersebut adalah Dial Indicator. Teknik  analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh jumlah mata sayat end mill cutter, kedalaman pemakan dan kode program terhadap kerataan, adalah pada kode program G 03 dengan jumlah mata sayat 4 pada kedalaman pemakanan 0,3 mm  yaitu 0,27 μm, kode program G 02 dengan jumlah mata sayat pahat 4 pada kedalaman pemakanan 0,3 mm yaitu 0,30 μm, kode program G 03 dengan jumlah mata sayat pahat 4 pada kedalaman pemakanan 0,5 mm yaitu 0,32 μm. Jadi semakin dalam pemakanan dan jumlah mata sayat end mill cutter yang sedikit serta penggunaan kode program G 02, mengakibatkan semakin tinggi tingkat kerataan. permukaan benda kerja.


Kata kunci: jumlah mata sayat end mill cutter,kedalaman pemakan, kode program G 02 dan G 03, kerataan permukaan, mesin CNC TU-3A.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.