PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN ARANG LIMBAH KULIT SINGKONG DAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU

MOKHAMAD.BAGUS.P.S

Abstract


Abstrak


Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat serta perkembangan ekonomi yang begitu cepat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan akan energi semakin hari semakin meningkat. Fenomena ini mempengaruhi jumlah ketersediaan energi minyak bumi semakin menipis, oleh karena itu sangat dibutuhkan energi alternatif lain guna mengurangi problematika gejala tersebut. Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang paling murah dan dapat dikembangkan secara massal dalam jangka waktu yang relatif singkat yang merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui proses pembuatan biobriket dari campuran arang limbah kulit singkong dan serbuk gergaji kayu jati menggunakan perekat tetes tebu (2) Mengetahui perbandingan ideal biobriket terbaik sesuai standar mutu briket batu bara (3) Mengetahui karakteristik biobriket yang meliputi nilai kerapatan, nilai kuat tekan, nilai kalor, kadar abu dan kadar air dari biobriket. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objek dalam penelitian ini menggunakan limbah kulit singkong dan limbah serbuk gergaji kayu jati yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histrogram, dan grafik. Jumlah sampel biobriket yang dibuat dalam penelitian ini adalah 5 sampel dengan perbandingan bahan dasar yang berbeda-beda dengan berat total bahan baku sebesar 30 gr. Perbandingan bahan dasar kulit singkong dan serbuk gergaji dalam penelitian ini meliputi: (1) 90:10 (2) 70:30 (3) 50:50 (4) 30:70 (5) 10:90, dengan menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 30 gr. Pengujian mutu dan kualitas biobriket dilakukan dengan pengujian nilai kerapatan, nilai kuat tekan, nilai kalor, kadar abu dan kadar air dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan dari mutu sesuai dengan Nilai Standar Mutu Batubara. Hasil penelitian diperoleh nilai kerapatan maksimal terdapat pada jenis sampel no 5 dengan dengan komposisi 10% kulit singkong + 90% serbuk gergaji kayu jati sebesar 0,9186 g/cm³. Nilai kalor tertinggi terdapat pada jenis sampel no 5 sebesar 4990,695 kal/g. Nilai kadar abu minimal terdapat pada jenis sampel no 5 sebesar 5,86%. Nilai kuat tekan maksimal terdapat pada jenis sampel no 3 dengan komposisi 50% kulit singkong + 50% serbuk gergaji kayu jati sebesar 0,358 kgf/cm². Nilai kadar air minimal terdapat pada jenis sampel no 4 dengan komposisi 30% kulit singkong + 70% serbuk gergaji kayu jati sebesar 8,30%.Jadi sampel biobriket terbaik adalah jenis sampel no 5 dengan perbandingan komposisi bahan baku sebesar 10% kulit singkong + 90% serbuk gergaji kayu jati.


Kata kunci: biobriket, limbah kulit singkong, limbah serbuk gergaji kayu jati.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.