ANALISIS VARIASI RODA GERINDA TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN MESIN GERINDA SUDUT MAKTEC MT 90 PADA HASIL PENGELASAN 1 G

FAIQ ZULFIAR

Abstract


Abstrak


Keselamata dalam bekerja sangatlah penting diperhatikan dalam perusahaan atau industri besar yang ada di Indonesia. Salah satu polusi dalam industri adalah tingkat kebisingan yang ditimbulkan dari mesin yang sedang beroperasi. Sebagaian besar industri di indonesia menggunakan mesin gerinda sudut untuk berbagai pengerjaan produksi. Mesin gerinda sama dengan mesin yang lain ketika beroprasi akan mengeluarkan suara yang sangat keras. Hal ini jika tidak di imbangi dengan kesadaran mengunakan alat pengaman akan mengakibatkan cedera dalam bekerja. Untuk itu dibutuhkan penelitian tentang roda gerinda dengan berbagai jenis dan merek dengan tingkat kebisingan yang rendah dan efisiensi pengerjaan yang tinggi.Penelitian ini menggunakan mengunakan metode experimen, yakni melakuakn pengerjaan gerinda sudut dengan 3 merk roda gerinda dan 3 jenis roda gerinda yang berbeda. Merk roda gerinda yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah merk makita, Bosch dan WD. Setiap merk memiliki 3 jenis roda gerinda yaitu Slep, Penghalus dan Pemotong. Dengan tiap jenis akan diambil data tentang tingkat kebisingan, keausan dan kerataan. Penelitian ini menggunakan bahan uji plat dengan ukuran 100mm x 40mm x 4mm yang sudah diberikan perlakuan pengelasan 1G      Tipe roda gerinda  slep yang memiliki efisiensi pengerjaan yang paling tinggi yaitu roda  gerinda merk Makita A24 R BF dengan nilai kebisingan 100,3 dB, nilai keausan 0,508mm dan nilai kerataan 7,2 mm. Tipe roda gerinda penghalus yang memiliki tingkat efisien yang paling tinggi adalah roda gerinda merk WD A36 Q BF degan nilai kebisingan 99,58 dB, nilai keausan 0,95 mm dan nilai kerataan 8,4mm. Sedangkan untuk tipe pemotong yang paling efisien adalah merk roda gerinda WD A60 SBF.


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.