PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI  KAPUK RANDU (CEIBA PENTANDRA) DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI NON-KATALIS

MUHAMMAD SODIKIN

Abstract


Abstrak


Dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat terutama dalam bidang otomotif, pengguna kendaraan bermotor juga semakin bertambah banyak. Kendaraan yang banyak digunakan adalah jenis kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran dalam seperti mesin bensin dan mesin diesel. Pemakaian bahan bakar yang terus menerus mengakibatkan ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin menipis. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian membuat biodiesel sebagai bahan bakar alternatif dari minyak biji kapuk randu dengan metode transesterifikasi non-katalis. 


Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek dalam penelitian ini adalah minyak biji kapuk randu. Dalam proses pembuatan biodiesel metode transesterifikasi non-katalis melalui tiga tahap yaitu: 1)Proses pembuatan berlangsung didalam reactor BCR (Bubble Column Reactor) dengan variasi temperatur reactor 185˚C, 190˚C,195˚C, 200˚C, 205˚C, dan 210˚C. 2) Produk yang dihasilkan dari BCR yang berupa campuran metanol, metyl ester dan gliserol dipisahkan menggunakan rotary evaporator sehingga hanya menghasilkan campuran metyl ester dan gliserol saja. 3)Kemudian campuran metyl ester dan gliserol dipisahkan menggunakan burret pemisah, sehingga diperoleh biodiesel.


Hasil uji karakteristik biodiesel dari minyak biji kapuk randu metode non-katalis pada temperatur  200˚C  dan rasio molar 140 yang sudah memenuhi standart  Dirjen Migas 2006 yaitu: flash point 105˚C, pour point 3˚C, nilai kalor 9729,902 cal/g, dan cetane number 52,66. Sedangkan hasil uji  karakteristik biodiesel yang masih belum memenuhi standart Dirjen Migas 2006 yaitu: Densitas pada suhu 15 ˚C 0,918 g/cm3, viskositas 6,6 mm2, kadar FFA 0,5 %, water content 1447 ppm, dan residu karbon mikro 10% ampas distilasi 0,428 %-massa. Banyaknya karakteristik biodiesel belum memenuhi standart Dirjen Migas 2006 diduga karena belum melalui proses degumming. Dari 6 variasi temperatur reaksi yaitu: T 185˚C, T 190˚C, T 195˚C, T 200˚C,T 205˚C dan T 210˚C yang terbaik adalah pada temperatur 200˚C karena yang menghasilkan metil ester dan gliserol yang terbanyak yaitu Me:130ml dan Gl:15ml.


Kata kunci :  Minyak biji kapuk randu, biodiesel non-katalis, gliserol, transesterifikasi, BCR, rotary evaporator, burret.


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.