EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI RASIO KETINGGIAN UJUNG LEADING EDGE DAN KEMIRINGAN SUDUT TRAILING EDGE BODI MOBIL TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA MODEL MOBIL CHEV

FIQIH HARI WIJAYA

Abstract


Abstrak


Shell Eco-marathon adalah kompetisi tingkat mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, membangun dan menguji kendaraan hemat energi. Pemenang dalam kompetisi shell eco-marathon ini adalah mobil yang menempuh jarak terjauh dan menggunakan paling sedikit bahan bakar. Banyak faktor yang menjadi penentu dalam ajang kompetisi ini bukan hanya efisiensi mesin tetapi juga hambatan aerodinamika pada kendaran itu sendiri. Karena itu perlulah adanya penelitian tentang bodi mobil Chev dengan memvariasikan rasio ketinggian ujung leading edge dan kemiringan sudut trailing edge, sehingga diperoleh bentuk bodi yang aerodinamis agar menghemat bahan bakar. Penelitian ini dilakukan menggunakan alat Open Circuit Wind Tunnel Subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Gaya aerodinamis dihitung dari hasil distribusi tekanan yang diperoleh secara eksperimental pada model uji mobil Chev yang dibuat dari fiber dengan skala 1:10 dari dimensi aslinya. Model uji akan diamati distribusi tekanan (  dengan membandingkan kondisi awal leading edge rasio ketinggian ujung (0.2) dari sumbu x dan sudut trailing edge (10°) dengan setelah divariasi rasio ketinggian ujung leading edge (0.4 dan 0) dari sumbu x, serta variasi kemiringan sudut trailing edge 8°. Selanjutnya data distribusi tekanan (  dihitung untuk mendapatkan nilai koefisien drag pressure ( ) dan nilai koefisien lift pressure ( ), selain itu juga dilakukan pengukuran profil kecepatan ( ) di belakang model uji kendaraan pada rasio X/L 0,34; X/L 0,46; X/L 0,58 dari leading edge pelat datar.Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan memvariasikan leading edge rasio ketinggian ujung (0.4 dan 0) dari sumbu x serta kemiringan sudut trailing edge 8° cenderung meningkatkan nilai distribusi tekanan ( , sehingga mengakibatkan nilai koefisien drag pressure ( ) naik. Nilai  terbesar pada variasi leading edge rasio ketinggian ujung 0 serta trailing edge 8° di Re = 2.29x  yakni 0.2146. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variasi leading edge rasio ketinggian ujung (0.2) dari sumbu x dan sudut trailing edge (10°) / standar adalah variasi yang terbaik untuk di terapkan pada kendaraan hemat bahan bakar. Selain itu dengan memvariasikan leading edge rasio ketinggian ujung (0.4 dan 0) dari sumbu x serta kemiringan sudut trailing edge 8° juga menaikan nilai koefisien lift pressure ( ), nilai  tertinggi ada pada variasi leading edge rasio ketinggian ujung 0.4 serta kemiringan sudut trailing edge 10° di Re = 2.29x  yakni 0.1251. Pada saat pengukuran profil kecepatan ( ) di belakang model semua variasi leading edge dan trailing edge cenderung meningkatkan nilai defisit momentum aliran pada setiap Re dan semua rasio X/L. dengan meningkatnya nilai defisit momentum aliran menyebabkan daerah wake juga semakin besar yang berpengaruh pada meningkatnya nilai koefisien drag pressure ( ).


Kata Kunci: Mobil Chev,Gaya Aerodinamis, leading edge, trailing edge.


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.