PENGARUH PEMANFAATAN GAS BUANG SEBAGAI PEMANAS INTAKE MANIFOLD DENGAN VARIASI SELUBUNG PEMANAS TERHADAP PERFORMA MESIN SUPRA X TAHUN 2002

Jhon Arif Eko Lesmono

Abstract


Perkembangan teknologi otomotif sebagai alat transportasi, sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Pemakaian kendaraan dalam kehidupan sehari-hari akan menurunkan performa mesin dari standart pabrikan. Penambahan pemanas pada intake manifold berfungsi untuk memanaskan intake manifold sehingga campuran bahan bakar dan udara siap untuk dimasukkan ke ruang bakar. Dengan demikian dilakukannya penelitian ini  bermaksudkan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan gas buang sebagai pemanas Intake Manifold standart terhadap performa mesin Honda Supra X Tahun 2002. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Kelompok eksperimen (penambahan pemanas tanpa alur dan beralur tipe parallel flow) dengan bukaan katup kran pengatur volume gas buang sebesar 60˚, 75˚, dan 90˚ .Standar pengujian performa mesin adalah SAE J1349.  Pengujian menggunakan chassis dynamometer, fuel meter, rpm couter, data acquisition, dan thermocouple. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif pada putaran idle 3500 rpm hingga 9000 rpm dengan kelipatan 500 rpm. Penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh pemanfaatan gas buang sebagai pemanas intake manifold dengan variasi selubung pemanas terhadap performa mesin Supra X tahun 2002 : Torsi maksimum terjadi pada bukaan katup gas buang 900 pemanas selubung beralur sebesar 7,08 N.m dengan suhu out intake manifold sebesar 50 0C, persentase peningkatan sebesar 9,23%. Daya maksimum terjadi pada bukaan katup gas buang 900 pemanas selubung beralur sebesar 4,77 kW dengan suhu out intake manifold sebesar 52 0C, persentase peningkatan daya maksimum sebesar 9,90%. Tekanan efektif rata-rata maksimum terjadi pada bukaan katup gas buang 900 pemanas selubung beralur sebesar 916,24 kPa dengan suhu out intake manifold sebesar 50 0C, persentase peningkatan sebesar 9,23%. Hal ini disebabkan katup gas terbuka penuh mengakibatkan pemanasan bahan bakar lebih maksimal, sehingga mempercepat penguapan bahan bakar bensin mencapai temperatur mendekati titik nyala (flash point). Semakin  tinggi temperatur bahan bakar, molekul bahan bakar akan bergerak cepat mengakibatkan proses pencampuran bahan  bakar  dengan udara  lebih  homogen sehingga terjadi pembakaran sempurna, tekanan semakin meningkat dan torsi semakin besar sehingga mengakibatkan daya meningkat. Konsumsi bahan bakar spesifik paling rendah terjadi pada bukaan katup gas buang 750 pemanas selubung tanpa alur sebesar 105,91 g/kW.jam, persentase penurunan sebesar 17,00 %. Hal ini disebabkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc)  dipengaruhi putaran mesin dan daya. Semakin tinggi putaran mesin, daya yang dihasilkan semakin tinggi, sehingga  konsumsi bahan bakar spesifik yang dibutuhkan semakin meningkat dan sebaliknya. Daya yang dihasilkan oleh bukaan katup gas buang 750 pemanas selubung tanpa alur lebih rendah sehingga bahan bakar spesifik yang dibutuhkan semakin menurun.


Kata kunci :  Gas buang, intake manifold, selubung, performance mesin


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.