PENGARUH MANUAL FLAME HARDENING DENGAN VARIASI JENIS PENDINGIN TERHADAP TINGKAT KEKERASAN PERMUKAAN BAJA St 42

LUTFI ABDILLAH

Abstract


Abstrak


Menurut standar ISO (international standart of organization) logam telah memiliki standar kekuatan menahan beban dan nilai kekerasan permukaan. Namun terkadang  juga terdapat logam yang memiliki kekuatan menahan beban yang tinggi, tetapi memiliki nilai kekerasan permukaan yang rendah. Padahal kekerasan permukaan memegang peranan penting dalam sebuah konstruksi mesin misalnya, pada sebuah poros mesin yang selalu mengalami gesekan pada permukaanya dengan bearing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin (air, oli, udara bertekanan dan tanpa perlakuan) dan jenis pendingin mana yang menghasilkan kekerasan permukaan yang tinggi. Variabel bebas pada penelitian ini antara lain, air, oli, udara bertekanan dan tanpa perlakuan pendinginan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kekerasan permukaan benda kerja. Pengambilan data pengujian dilakukan tiga kali pada permukaan benda kerja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, anova dan uji-t. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata tingkat kekerasan permukaan benda kerja pada proses manual flame hardening dengan perlakuan pendinginan menggunakan media air sebesar 19,6 HRC, media oli sebesar 20,1 HRC, media udara bertekanan 18,0 HRC dan tanpa perlakuan sebesar 17,8 HRC (2) Ada perbedaan tingkat kekerasan yang signifikan pada permukaan benda kerja St 42 pada proses flame hardening antara yang menggunakan media pendingin oli dan udara. (3) Oli merupakan jenis media pendingin yang menghasilan tingkat kekerasan permukaan benda kerja St 42 yang paling tinggi pada proses flame hardening, dibandingkan dengan media pendingin air, udara.


Kata kunci: manual flame hardening, variasi jenis pendingin, kekerasan permukaan, baja St 42


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.