PERENCANAAN PERAWATAN MESIN STONE CRUSHER DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. VARIA USAHA BETON PLANT PANDAAN PASURUAN

Muhammad Rizqi Awaludin

Abstract


PT Varia Usaha Beton adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan beton khususnya beton siap pakai. Selama ini perusahaan hanya menggunakan sistem breakdown maintenaince yaitu ketika mesin mati baru dilakukan perbaikan sehingga dapat mengganggu proses produksi yang berimbas pada meningkatnya biaya downtime yang harus dikeluarkan oleh pabrik untuk proses perbaikan berlangsung tanpa adanya preventive maintenance. Tentunya hal ini sangat merugikan PT Varia Usaha Beton. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu optimal penjadwalan perawatan preventive maintenance dan menentukan biaya down time setelah penerapan preventive maintenance pada mesin stone crosher. Dengan adanya masalah tersebut, maka akan dilakukan optimalisasi biaya perawatan stone crosher menggunakan metode Age Replacement dengan harapan dapat mengoptimalkan biaya pemeliharaan stone crosher secara berkala dan teratur yang meliputi waktu kegiatan pemeliharaan.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan alat berat PT Varia Usaha Beton yang berlokasi di plan Gempol. Dengan pengambilan data waktu rata-rata lama perbaikan akibat kerusakan peralatan. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pemeliharaan penggantian bearing. Repair Time dinyatakan dalam hari untuk masa selama 3 tahun (36 bulan), mulai bulan januari 2013 sampai dengan bulan desember 2015 (Data diperoleh dalam bentuk dokumen dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan manager pemelihataan dan bagian pengadaan dan pergudangan logistik ).Dari hasil penelitian yang telah dilakukan preventive maintenance dengan menggunakan metode Age Replacement.Penentuan penjadwalan interval waktu penggantian kampas rem sebagai bentuk mengoptimalkan biaya downtimedengan menggunakan metode Age replacement di PT Varia Usaha Beton  diperoleh interval waktu penggantian yang paling optimal adalah 105 hari dengan tingkat keandalan komponen diatas 75 % yaitu sebesar 81% sehingga terjadi 8 kali perbaikan komponen dalam 3 tahun kedepan Penghematan biaya downtime sebesar Rp.13.312.500 atau 12,44% dibandingkan dengan sebelum menggunakan penjadwalan  dengan metode agereplacement.


Kata kunci: Preventive Maintenance, down time, bearing, Age Replacement. 


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.