PEMANFAATAN LIMBAH BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BIOETHANOL)

Ahmat hanif

Abstract


Minyak bumi merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan bahan bakar yang berbasis dari minyak bumi sebagian besar dipakai di bidang industri dan transportasi. Minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dicari bahan bakar alternatif baru yang dapat diperbaharui (renewable) yang salah satunya berasal dari biomassa nabati  yang diberi nama bioethanol. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah buah tomat menjadi bioethanol sebagai pengganti atau pencampur “Biopremium”. Dalam penelitian ini penelitini menggunakan metode eksperimen untuk mencari perbandingan yang paling optimal, dengan bahan limbah buah tomat 250 gr, variasi ragi 6 gr, 8 gr, 10 gr, 12 gr, 14 gr, variasi air 750 ml, 1000 ml, 1250 ml, 1500 ml, 1750 ml dengan lama fermentasi 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari. Tahap dari penelitian awal ini di hasilkan bioethanol berkadar 13%(kondisi paling optimum) pada jumlah air 1000 ml, berat ragi 8 gr, dan lama fermentasi 5 hari. Dilakukan distilasi bertingkat untuk proses selanjutnya agar didapatkan hasil kadar bioethanol >90%, distilasi menggunakan silica gel dan garam. Hasil dari penelitian ini, didapatkan perbandingan lama fermentasi 5 hari, banyak ragi 8 gr dan banyak volume air 1000 ml. Hasil pengujian karateristik dari bioethanol  berbahan baku limbah buah tomat ini adalah kadar bioethanol 95%, nilai kalori 5696 Kcal/kg, Densitas pada 15⁰C 0,825 g/cm³, kadar metanol 0,000116  mg/l, kadar air 0,6841 %-v, kadar tembaga <0,01 mg/kg, keasaman sebagai CH3COOH 0,70 mg/l, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl¯) 41,35 mg/l, kandungan belerang (S) 0 mg/l, dan kadar getah 6,8 mg/l.


Kata kunci : Bioethanol, karakteristik, bahan bakar, limbah tomat.


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.