ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI PEMECAH BATU STONE CRUSHER DENGAN METODE CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) DI PT. VARIA USAHA BETON PANDAAN

Ahmad Zadit Taqwa

Abstract


Berkembangnya dunia usaha khususnya dalam bidang produksi batu pecah untuk bangunan semakin meningkat. PT. Varia Usaha Beton Pandaan adalah perusahan yang bergerak dalam bidang pemecahan batu sebagai bahan utama pembuatan beton siap pakai dan jasa pengecoran. Mendukung proses produksi beton maka di perlukan bahan batu pecah, pemakaian batu pecah  mengalami peningkatan setiap bulannya. Proses memproduksi batu pecah sendiri menggunakan mesin Stone Crusher  berkapasitas 100 ton yang bertempat di PT. Varia Usaha Beton Pandaan. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan batu pecah 10-20 mm pada periode tahun 2017 dan menganailis kebutuhan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) di PT Varia Usaha Beton Pandaan, dengan mesin Stone Crusher yang terdiri 1 mesin Primary Crusher dan empat mesin Secondary Crusher dari dua stasiun kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini dengan bantuan metode Capacity Requirement Planning (CRP). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan batu pecah ukuran 10-20 mm di PT. Varia Usaha Beton Pandaan pada tahun 2017 menggunakan teknik Moving Average yaitu pada bulan Januari sebesar 6.496 Ton, bulan Februari sebesar 6.142 Ton, bulan Maret sebesar 6.919 Ton, bulan April sebesar 8.750 Ton, bulan Mei sebesar 8.594 Ton, bulan Juni sebesar 7.854 Ton, bulan Juli sebesar 8.312 Ton, bulan Agustus sebesar 8.481 Ton, bulan September sebesar 8.954 Ton, bulan Oktober sebesar 8.599 Ton, bulan November sebesar 9.610 Ton, dan pada bulan Desember sebesar 9.569 Ton. Kapasitas yang diperlukan pada work station pertama untuk bulan Januari - Desember tahun 2017 yaitu: 64,96 jam, 61,42 jam, 69,19 jam, 87,5 jam, 85,94 jam, 78,54 jam, 83,12 jam 84,81 jam, 89,53 jam, 85,98 jam, 96,1jam, dan 95,69 jam. Sedangkan pada work station kedua yaitu: 259,83 jam, 245,69 jam, 276,75 jam, 350 jam, 343,77 jam, 314,17 jam, 332,49 jam, 339,25 jam, 358,16 jam, 343,95 jam, 384,40 jam, dan 382,75 jam. Langkah-langkah yang dilakukan agar bisa mencukupi kekurangan kapasitas work station 2 (mesin Secondary Crusher) di bulan Juli – Desember tahun 2017 tersebut dengan cara menambah jam kerja/lembur (over time), sedangkan untuk work station 1 (mesin Primary Crusher) dengan menggunakan 1 mesin masih mencukupi.


Kata Kunci: Capacity Requirement Planning (CRP), kapasitas tersedia, kapasitas yang diperlukan 


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.