VARIASI WAKTU DAN SALINITAS AIR LAUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA LOGAM PERUNGGU (BRONZE) SEBAGAI PROPELLER KAPAL

frans kurniawan hartanto

Abstract


Proses korosi yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh reaksi kimia, tetapi juga diakibatkan oleh proses elektrokimia yang melibatkan perpindahan elektron-elektron entah dari reduksi ion logam maupun pengendapan logam dari lingkungan sekeliling (asam, udara, embun, air danau, air sungai, dan air laut). Korosi merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh semua orang dan tidak dapat dihindari. Perunggu pada dasarnya merupakan paduan tembaga (Cu) dan timah (Sn). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, melalui metode ASTM G31-72 dengan variasi media air laut Lamongan, Gresik, dan Surabaya variasi kecepatan putar 1000, 1500, dan 2000 rpm (rotasi per menit) dan variasi lama waktu proses propeller didalam air laut selama 168, 336, dan 504 jam. Objek penelitian menggunakan perunggu LG2 dengan ukuran panjang = 105 mm, lebar = 18 mm, dan tebal = 2 mm. Dilakukan pengujian Optical Emission Spectroscopy (OES) untuk mengetahui komposisi sampel dan dilakukan foto mikro setelah dan sebelum perendaman untuk analisis sampel dengan perbesaran 1000×. Dari penelitian yang dilakukan menggunakan metode weight loss diharapkan dapat mengetahui laju korosi perunggu karena perbedaan salinitas pada media air laut, mengetahui pengaruh kecepatan putar terhadap laju korosi, dan lama waktu proses propeller dalam air laut. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa media air laut Gresik dengan salinitas 31‰, kecepatan putar 2000 rpm dan dengan lama perendaman 504 jam mengalami tingkat laju korosi paling tinggi yakni 1,8833 mm/y dan terendah pada kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam mengalami tingkat laju korosi 0,6223 mm/y. Media air laut Surabaya dengan salinitas 28‰, kecepatan putar 2000 rpm dan lama perendaman 504 jam mengalamai laju korosi yang cukup tinggi yaitu 1,4556 mm/y dan terendah pada kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam mengalami tingkat laju korosi sebesar 0,4721 mm/y. Sedangkan media air laut Lamongan mengalami tingkat laju korosi yang rendah dari pada media air laut Gresik dan Surabaya, dengan salinitas 26‰, variasi kecepatan putar 2000 rpm dan lama perendaman 504 jam sebesar 1,2525 mm/y serta kecepatan putar 1000 rpm dengan lama perendaman 168 jam yaitu 0,3761 mm/y.


Kata kunci : Laju Korosi, Logam Perunggu (Bronze), Salinitas Air Laut, Baling-Baling (propeller) Kapal,


  Kecepatan Putar (rpm).


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.