ANALISIS LAJU KOROSI LOGAM KUNINGAN (BRASS) SEBAGAI APLIKASI BAHAN PROPELLER KAPAL

MAY RISTA ANDINI

Abstract


Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian wilayahnya adalah. Sebagai negara kepulauan transportasi laut sangatlah penting. Salah satu jenis transportasi laut adalah kapal. Alat penggerak mekanis untuk kapal adalah baling-baling. Material baling-baling yang biasanya di gunakan adalah kuningan (brass). Material baling-baling kapal yang terendam dan berputar di air laut terancam untuk mengalami korosi. Korosi tidak dapat di hentikan dan merugikan. Karena itu untuk mengetahui nilai laju korosi sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kerugian tersebut. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian uji laju korosi material kuningan (brass) pada media air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu, salinitas, dan kecepatan putar terhadap laju korosi logam kuningan (brass) pada masing-masing media air laut Surabaya, Gresik, dan Lamongan. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas,  Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya dengan menggunakan metode eksperimen (experiment research) dimana material kuningan (brass) direndam dan diputar pada variasi media air laut di berbagai daerah (Surabaya, Gresik, Lamongan) yang memiliki nilai salinitas yang berbeda-beda dan variasi putaran 750 rpm, 1000 rpm, 1250 rpm dalam waktu 6 jam,12 jam, 24 jam, 168 jam sesuai dengan standard ASTM G31-72 untuk uji dengan metode weight loss. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik, dan deskriptif kualitatif dengan foto mikro. Hasil penelitian yang didapatkan laju korosi pada air laut Gresik dengan variasi kecepatan putar 1250 rpm dan waktu 168 jam mengalami tingkat korosi paling tinggi yaitu 1,6852 mmpy dan terendah pada kecepatan putar 750 rpm dan waktu 6 jam yaitu 0,2705 mmpy. Pada air laut Surabaya mengalami laju korosi yang cukup tinggi pada kecepatan putar 750 rpm waktu 6 jam yaitu 0,2705 mmpy dan pada kecepatan putar 1250 rpm waktu 168 jam yaitu 1,4629 mmpy. Sedangkan pada air laut Lamongan mengalami laju korosi yang paling rendah dari air laut Surabaya dan Gresik, dengan variasi waktu 6 jam kecepatan putar 750 rpm yaitu 0,2292 mmpy dan variasi waktu 168 jam kecepatan putar 1250 rpm 1,3027 mmpy.


Kata Kunci: logam kuningan, kecepatan putar (rpm), salinitas air laut, waktu perendaman, laju korosi.


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.