ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 SEBAGAI SPESIMEN POROS PROPELLER KAPAL MENGGUNAKAN MEDIA AIR LAUT DARI BERBAGAI TEMPAT TERHADAP VARIASI WAKTU, KECEPATAN DAN SALINITAS AIR LAUT

ADINDA SETYANING HUTAMI, DWI HERU SUTJAHJO

Abstract


Korosi pada kapal salah satunya disebabkan oleh air laut. Air laut mengandung NaCl dan memiliki salinitas yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Bagian kapal yang sering mendapat korosi terdapat pada propeller. Korosi kapal diakibatkan oleh pengaruh salinitas air laut yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Salah satu bagian kapal yang sering mendapat korosi adalah poros propeller. Dampak dari korosi poros propeller kapal mengakibatkan rusaknya material poros sehingga dapat menyebabkan rusaknya seal akibat masuknya air laut ke dalam mesin. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui laju korosi poros propeller kapal yang terbuat dari material Baja ST 60. Penelitian ini dipengaruhi oleh waktu perendaman material dalam air laut yaitu 7 jam, 14 jam dan 28 jam, salinitas air laut dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan dan kecepatan putar motor sebagai bentuk penerapan pergerakan poros propeller yaitu 1.000 rpm, 1.500 rpm dan 2.000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi Baja ST 60 tercepat dan nilai kehilangan berat terbesar berasal dari air laut Kabupaten Lamongan. Nilai laju korosi terbesar adalah 8,2591 mmpy yang memiliki nilai salinitas 28 ‰, kecepatan putar 2.000 rpm dengan lama waktu perendaman 7 jam, sedangkan untuk nilai kehilangan beratnya adalah sebesar 0,1403 gram.

Kata Kunci: Baja ST 60, Kecepatan Putar, Laju Korosi, Salinitas.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.